Ribuan Buruh Bekasi Siap ‘Kepung’ Balai Kota Besok, Tuntut Kenaikan UMK 2026 Hingga 15 Persen

- Jurnalis

Rabu, 29 Oktober 2025 - 08:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi demonstrasi yang dilakukan oleh para buruh di Gedung Disnaker Kota Bekasi, saat menuntut kenaikan Upah Minum Kota Bekasi Tahun 2025 lalu. Dengan kenaikan upah minimum saat itu mencapai 6,5 persen.

Aksi demonstrasi yang dilakukan oleh para buruh di Gedung Disnaker Kota Bekasi, saat menuntut kenaikan Upah Minum Kota Bekasi Tahun 2025 lalu. Dengan kenaikan upah minimum saat itu mencapai 6,5 persen.

BEKASI – Ribuan buruh yang tergabung dalam Aliansi Buruh Bekasi Melawan (BBM) akan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di depan Gedung Pemerintah Kota Bekasi pada Kamis, 30 Oktober 2025.

Aksi ini bertujuan untuk mendesak pemerintah agar segera membahas dan menetapkan kenaikan Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) untuk tahun 2026.

​Aksi ini merupakan puncak dari kegelisahan para pekerja yang menilai belum adanya titik terang dalam perundingan upah, sementara tenggat waktu penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) pada November 2025 semakin dekat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tuntutan Utama Buruh Bekasi

​Perwakilan Aliansi BBM, Sarino, yang juga menjabat sebagai Ketua PC SPL FSPMI Kabupaten/Kota Bekasi, menyatakan bahwa tuntutan utama dalam aksi besok adalah kenaikan UMK 2026 sebesar 10 hingga 15 persen.

“Rekan-rekan Aliansi Buruh Bekasi Melawan akan turun ke jalan untuk mendesak agar perundingan terkait kenaikan upah minimum segera dilakukan secara serius,” ujar Sarino kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Selasa (28/10/2025).

​Selain kenaikan upah, massa aksi juga akan menyuarakan tuntutan lain yang tak kalah penting, yaitu pencabutan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 35 Tahun 2021.

​”Kami juga meminta agar PP Nomor 35 Tahun 2021 tentang Perjanjian Kerja Waktu Tertentu, Alih Daya, Waktu Kerja dan Waktu Istirahat, dan Pemutusan Hubungan Kerja, segera dihapuskan karena merugikan kaum pekerja,” tegasnya.

Aksi Terbagi di Dua Titik Strategis

​Sarino menjelaskan bahwa aksi buruh Bekasi akan dibagi menjadi dua agenda utama untuk memaksimalkan tekanan kepada pemerintah.

  • Aksi di Kota Bekasi: Massa buruh dari wilayah Kota Bekasi akan memusatkan aksinya di Gedung Pemerintah Kota Bekasi.
  • Aksi di Jakarta: Sementara itu, massa buruh dari Kabupaten Bekasi akan bergabung dengan aliansi buruh lainnya untuk menggelar aksi di Istana Negara, Jakarta.

​”Aksi besok akan diikuti oleh ribuan massa yang tergabung dari berbagai serikat pekerja, seperti FSPMI, SGBN, FPBI, SPB, dan SPSI,” sambungnya.

Gelombang Protes Skala Nasional

​Aksi di Bekasi ini merupakan bagian dari gelombang protes yang lebih besar di tingkat nasional. Kalangan buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) juga menyuarakan kekecewaan yang sama.

​Presiden KSPI sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, mengungkapkan bahwa pertemuan di Dewan Pengupahan Nasional (Depenas) belum menunjukkan kemajuan signifikan sejak rapat pertama.

​”Oleh sebab itu, kalangan buruh berencana kembali menggelar aksi demo serentak untuk menuntut kenaikan UMP 2026 sebesar 8,5% hingga 10,5%,” kata Said Iqbal.

​Diperkirakan, aksi di Jakarta akan diikuti oleh 5.000 hingga 10.000 buruh yang akan berpusat di Istana Negara atau Gedung DPR RI.

Imbauan Aksi Damai

​Meskipun menyuarakan tuntutan dengan tegas, koordinator aksi tetap mengimbau seluruh peserta untuk menjaga ketertiban dan melaksanakan demonstrasi secara damai.

​”Kami menghimbau kepada rekan-rekan buruh untuk menghindari tindakan anarkis dan bersama-sama menciptakan iklim usaha yang kondusif selama penyampaian aspirasi,” tutup Sarino.

​Pantau terus perkembangan terbaru mengenai aksi buruh dan penetapan UMK 2026 di kanal berita ini. Bagikan informasi ini agar semakin banyak pihak yang peduli terhadap isu ketenagakerjaan.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wali Kota Bekasi Berikan Motivasi kepada Pencaker Penyandang Disabilitas
Skandal Pungli MCK Pasar Bantargebang: Kejari Kota Bekasi Garap Kadisdagperin Besok
Keren! Job Fair Kota Bekasi 2026 Sediakan 300 Loker Khusus Penyandang Disabilitas
Membludak! 7.000 Pencaker Serbu Job Fair Kota Bekasi 2026
Cegah Tragedi Bekasi Timur Terulang, Dishub Gembleng 25 Penjaga Perlintasan
Belum Final! Dishub Gandeng KAI Kaji Penutupan Perlintasan Grand Mall
APBD 2026 Tercekik, Pemkot Bekasi Evaluasi TPP ASN: Cek Rincian Lengkap per OPD
Skandal Satpol PP Bekasi: 4 Korban Pelecehan Lapor BKPSDM
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 18:55 WIB

Wali Kota Bekasi Berikan Motivasi kepada Pencaker Penyandang Disabilitas

Selasa, 7 Juli 2026 - 16:09 WIB

Skandal Pungli MCK Pasar Bantargebang: Kejari Kota Bekasi Garap Kadisdagperin Besok

Selasa, 7 Juli 2026 - 13:26 WIB

Keren! Job Fair Kota Bekasi 2026 Sediakan 300 Loker Khusus Penyandang Disabilitas

Selasa, 7 Juli 2026 - 10:21 WIB

Cegah Tragedi Bekasi Timur Terulang, Dishub Gembleng 25 Penjaga Perlintasan

Senin, 6 Juli 2026 - 16:35 WIB

Belum Final! Dishub Gandeng KAI Kaji Penutupan Perlintasan Grand Mall

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x