​Sulap Sampah Jadi Cuan, Pertamina Patra Niaga Berdayakan Warga Lokal

- Jurnalis

Senin, 15 Juni 2026 - 06:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perwakilan Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Makassar menyerahkan apresiasi secara langsung kepada tokoh masyarakat dalam kerangka Program Kampung BERLIAN di Kelurahan Tamalabba, Makassar. Sinergi ini berhasil menekan volume sampah rumah tangga hingga 6,7 ton per bulan melalui konsep ekonomi sirkular.

Perwakilan Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Makassar menyerahkan apresiasi secara langsung kepada tokoh masyarakat dalam kerangka Program Kampung BERLIAN di Kelurahan Tamalabba, Makassar. Sinergi ini berhasil menekan volume sampah rumah tangga hingga 6,7 ton per bulan melalui konsep ekonomi sirkular.

Poin Utama:

  • ​Pertamina Patra Niaga menggandeng warga lokal mengolah limbah rumah tangga di Dumai, Kasim, hingga Makassar.
  • ​Program Kampung BERLIAN di Makassar terbukti ampuh menyusutkan tumpukan sampah hingga 6,7 ton setiap bulannya.
  • ​Penerapan ekonomi sirkular ini menorehkan SROI 1,50, yang berarti setiap investasi Rp1 memberi manfaat sosial dan ekonomi senilai Rp1,50.
  • ​Inisiatif ini mendorong kemandirian ekonomi sekaligus memperkuat fondasi pelestarian lingkungan jangka panjang.

JAKARTA – PT Pertamina Patra Niaga terus menunjukkan taringnya dalam menjaga ekosistem lingkungan dan memberdayakan ekonomi sirkular masyarakat.

Melalui program Community Involvement & Development (CID), raksasa energi pelat merah ini sukses menyulap limbah rumah tangga menjadi pundi-pundi ekonomi di berbagai wilayah operasional.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Langkah strategis yang menyasar wilayah Dumai, Kasim, hingga Makassar ini menjadi bukti konkret keberpihakan perusahaan.

Korporasi tidak sekadar berfokus pada operasional bisnis, melainkan ikut membangun kemandirian ekonomi rakyat dari tingkat akar rumput.

​Bagaimana Strategi Pertamina Patra Niaga Ubah Sampah Jadi Cuan?

​Strategi jitu Pertamina Patra Niaga berpusat pada kolaborasi langsung dengan masyarakat di sekitar ring satu wilayah operasional.

Fokus utamanya adalah merubah limbah yang selama ini terbuang sia-sia menjadi komoditas baru yang bernilai guna dan berdaya jual.

​”Pertamina Patra Niaga menggandeng masyarakat di sekitar wilayah operasi untuk mengolah sampah dan limbah rumah tangga bukan hanya memberikan kontribusi positif pada kelestarian alam, tapi juga bentuk pemberdayaan masyarakat jangka panjang,” kata Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangan tertulisnya, Senin (15/06/2026).

​Langkah taktis ini terbukti efektif di Kelurahan Tanjung Palas, Riau, lewat inisiatif Posyandu Sehati besutan Kilang Dumai.

Masyarakat didorong untuk menukarkan minyak jelantah dengan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bergizi bagi ibu hamil dan balita, sementara Kelompok Wirani Rejosari mengolah limbah organik menjadi pupuk cair organik (PCO).

​Apa Dampak Program Lingkungan Pertamina bagi Warga Papua?

​Di Bumi Cenderawasih, tepatnya di Kampung Malabam, Kabupaten Sorong, Pertamina Patra Niaga Kilang Kasim memelopori integrasi cerdas antara sektor pertanian dan peternakan lokal.

Program MOI (Mandiri, Optimal, dan Integrasi) hadir menjadi katalisator bagi warga Kelompok Tani Wahimu untuk memproses sisa makanan menjadi pakan ternak.

​Siklus ekonomi sirkular ini berjalan secara berkesinambungan dan saling melengkapi. Kotoran dari ternak babi milik Kelompok Ternak Kamisalun diproses kembali menjadi pupuk organik yang kemudian dimanfaatkan untuk menyuburkan lahan sayuran, sehingga menciptakan rantai pasok mandiri tanpa limbah.

​Seberapa Besar Keberhasilan Program Kampung BERLIAN di Makassar?

​Keberhasilan paling fenomenal dari inisiatif ini tercatat melalui Program Kampung BERLIAN yang digawangi Integrated Terminal Makassar bersama warga Kelurahan Tamalabba.

Pendekatan terintegrasi ini menjadi solusi definitif atas krisis tingginya volume sampah rumah tangga di kawasan padat penduduk.

​Inovasi tersebut sukses mengubah paradigma masyarakat Tamalabba dari sekadar produsen limbah menjadi aktor utama pengelolaan tata ruang lingkungan.

Berikut adalah deretan capaian strategis dari Program Kampung BERLIAN:

  • ​Berhasil mereduksi tumpukan sampah rumah tangga warga hingga mencapai 6,7 ton per bulan.
  • ​Mampu mendaur ulang dan memanfaatkan 4 liter minyak jelantah per bulannya.
  • ​Mencetak efisiensi penghematan energi hingga 4.380 kWh melalui pemasangan panel surya pada instalasi hidroponik.
  • ​Mencapai nilai Social Return on Investment (SROI) di angka 1,50.

​”Dengan capaian nyata berupa pengurangan sampah, pengelolaan limbah yang lebih produktif, dan keterlibatan aktif masyarakat, inisiatif ini menjadi bukti bahwa pengelolaan lingkungan dapat menjadi motor penggerak keberlanjutan di tingkat lokal,” tegas Roberth.

​Ia turut menambahkan harapannya agar program pengolahan limbah yang sistematis ini bisa diadopsi lebih masif di masa depan.

Pengelolaan sampah yang baik adalah investasi fundamental demi keberlanjutan hidup generasi mendatang.

​Aksi nyata dari Pertamina Patra Niaga ini tentu patut menjadi cetak biru inspiratif bagi berbagai pemerintahan daerah, tak terkecuali bagi Pemkot Bekasi dan Pemkab Bekasi, dalam meracik kebijakan tata ruang dan kebersihan kota.

Pengelolaan sampah yang terintegrasi terbukti bukan sekadar memitigasi bencana lingkungan, melainkan mampu menggerakkan roda ekonomi kerakyatan.

​Bagaimana pendapat Anda mengenai terobosan pengolahan limbah menjadi cuan ini? Jangan lupa bagikan artikel ini ke rekan Anda dan temukan update berita menarik lainnya seputar pembangunan daerah, politik, dan layanan publik hanya di RakyatBekasi.Com!


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sejarah Jalan H Agus Salim: Diplomat Melarat Perintis Negara Kesatuan Republik Indonesia
Sejarah Jalan Cut Meutia: Srikandi Aceh Penantang Penjajah
Suhu Ekstrem Eropa Renggut 14.000 Nyawa, Jerman Terparah
Sejarah Jalan Cut Nyak Dhien: Singa Betina Perang Aceh
Sejarah Jalan Teuku Umar: Taktik Kuda Troya di Perang Aceh
Sejarah Jalan H.O.S Tjokroaminoto: Guru Para Pendiri Bangsa
Sejarah Jalan Imam Bonjol: Taktik Ulama di Perang Padri
Jejak Juang Pangeran Diponegoro: Pahlawan Besar Perang Jawa
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 08:26 WIB

Sejarah Jalan Cut Meutia: Srikandi Aceh Penantang Penjajah

Rabu, 15 Juli 2026 - 06:10 WIB

Suhu Ekstrem Eropa Renggut 14.000 Nyawa, Jerman Terparah

Selasa, 14 Juli 2026 - 10:20 WIB

Sejarah Jalan Cut Nyak Dhien: Singa Betina Perang Aceh

Senin, 13 Juli 2026 - 04:26 WIB

Sejarah Jalan Teuku Umar: Taktik Kuda Troya di Perang Aceh

Minggu, 12 Juli 2026 - 12:15 WIB

Sejarah Jalan H.O.S Tjokroaminoto: Guru Para Pendiri Bangsa

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x