Tagih Janji Pj Wali Kota Bekasi Cairkan BLT dan Gaji, Warga dan PHL Kali Asem Blokade TPA Sumur Batu

- Jurnalis

Rabu, 3 April 2024 - 17:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketidakpuasan mereka semakin memuncak ketika tidak ada respons yang diterima dari Penjabat (Pj) Wali Kota Bekasi Raden Gani Muhamad terkait masalah ini.

Ketidakpuasan mereka semakin memuncak ketika tidak ada respons yang diterima dari Penjabat (Pj) Wali Kota Bekasi Raden Gani Muhamad terkait masalah ini.

BANTARGEBANG – Sejumlah warga Bantargebang bersama-sama dengan Pegawai Harian Lepas (PHL) Kali Asem memblokade akses masuk TPA Sumur Batu. Mereka menuntut agar uang kompensasi bau (BLT ) dan gaji mereka yang tertunggak segera dicairkan, sesuai dengan peraturan yang berlaku. Mereka telah menunggu lebih dari batas waktu yang ditetapkan, keduanya yakni BLT dan gaji PHL Kali Asem sama-sama belum dibayarkan selama tiga bulan. Ketidakpuasan mereka semakin memuncak ketika tidak ada respons yang diterima dari Penjabat (Pj) Wali Kota Bekasi Raden Gani Muhamad terkait masalah ini. Merespon hal tersebut, mereka menggelar aksi demonstrasi dengan melakukan penutupan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sumur Batu, Rabu (03/04/2024) siang. Massa aksi pun mengancam bakal menutup TPST Bantargebang yang merupakan milik Pemprov Jakarta apabila tidak ada kejelasan hingga Kamis (04/04/2024) esok.
“Dalam pesan yang disampaikan kepada PJ Wali Kota Bekasi, kami warga dan karyawan PHL mengecam sikap PJ yang dinilai acuh tak acuh terhadap kebutuhan dan kesulitan yang mereka hadapi. Mereka mengingatkan bahwa pemerintah harus memperhatikan dan merespons dengan serius tuntutan mereka. Ketidakpuasan mereka semakin terpuncak dengan ketidakterlibatan PJ Walikota Bekasi, yang dinilai telah menutup mata terhadap penderitaan yang dialami oleh warga dan karyawan PHL,” ungkap H Anton pada awak media.
H Anton menambahkan sikap tegas dan penolakan warga dan karyawan PHL Kaliasem tidak hanya ditujukan kepada pemerintah daerah, tetapi juga kepada pemerintah pusat.
“Kami menyerukan kepada pemerintah pusat agar PJ Wali Kota Bekasi segera dicopot dari jabatannya sebagai solusi atas ketidakpuasan kami terhadap kebijakan dan tindakan yang diambil oleh pemerintah daerah setempat,” ucapnya dengan nada kesal.
Aksi unjuk rasa berujung penutupan akses TPST  Sumur Batu yang dilakukan pihaknya, kata dia, adalah bentuk protes yang damai namun tegas, dalam upaya untuk mendapatkan perhatian dan solusi dari pemerintah terkait dengan tuntutan mereka.
“Sekitar 250 orang terlibat aksi penutupan TPST Sumur Batu. Besok kami akan melanjutkan demonstrasi dengan massa aksi yang lebih banyak lagi,” bebernya.
Meski demikian, mereka berharap agar tuntutan mereka segera dipenuhi oleh PJ Wali kota Bekasi untuk segera mencairkan dana kompensasi BLT dan juga gaji PHL Kali Asem. “Kami menekankan bahwa tidak ada toleransi untuk penundaan lebih lanjut, dan kami siap untuk melanjutkan aksi protes hingga apa yang telah menjadi hak kami dibayarkan tepat waktu,” pungkasnya.

Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gebrakan Siswa Sekolah Rakyat Kota Bekasi Rakit Perahu Elektrik hingga Lukisan Daur Ulang Bikin Mensos Gus Ipul Terpukau
​Tolak Usulan Wali Kota Bekasi Tutup Ponpes, Yusril Nager: Tindak Tegas Pelakunya, Bukan Lembaganya!
Kadin Kota Bekasi Jajaki Kerja Sama Bulog Karawang Demi Stabilkan Harga Sembako
​GMNI Semprot Disnaker Kota Bekasi: Ragu Tindak PT Bodong Penipuan Loker di Jalan Cut Mutia, Tunggu Korban Bertambah?
Wali Kota Bekasi Boyong Donasi Warga Rp2,1 Miliar Bangun RS Rumah Kasih di Manggarai Timur NTT
Disorot Tajam Soal Agenda Jalan-Jalan ke Bogor, Kasatpol PP Kota Bekasi Klaim Pakai Uang Pribadi untuk Pembinaan Anggota
Terseret Arus Sejauh 2 Kilometer: Pria Diduga Anggota BNPT yang Lompat ke Kalimalang Bekasi Ditemukan Meninggal Dunia
Abai Tertibkan Prostitusi Panti Pijat ‘Be Glow’, 190 Personel Satpol PP Kota Bekasi Malah Touring ke Bogor
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:36 WIB

Gebrakan Siswa Sekolah Rakyat Kota Bekasi Rakit Perahu Elektrik hingga Lukisan Daur Ulang Bikin Mensos Gus Ipul Terpukau

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:04 WIB

​Tolak Usulan Wali Kota Bekasi Tutup Ponpes, Yusril Nager: Tindak Tegas Pelakunya, Bukan Lembaganya!

Jumat, 16 Oktober 2026 - 23:53 WIB

Kadin Kota Bekasi Jajaki Kerja Sama Bulog Karawang Demi Stabilkan Harga Sembako

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:53 WIB

​GMNI Semprot Disnaker Kota Bekasi: Ragu Tindak PT Bodong Penipuan Loker di Jalan Cut Mutia, Tunggu Korban Bertambah?

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Disorot Tajam Soal Agenda Jalan-Jalan ke Bogor, Kasatpol PP Kota Bekasi Klaim Pakai Uang Pribadi untuk Pembinaan Anggota

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x