Poin Utama:
- Lokasi & Waktu: Area Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Minggu (8/3/2026).
- Angka Korban & Alat Berat: 3 orang meninggal dunia, 1 luka ringan, dan 7 truk tertimbun. Sebanyak 13 unit ekskavator dan 2 ambulans dikerahkan ke lokasi.
- Anggaran & Santunan: Pemprov DKI Jakarta menanggung biaya pengobatan korban luka, memberikan santunan sosial bagi warga terdampak, serta klaim BPJS Ketenagakerjaan bagi petugas PJLP yang gugur.
- Target Waktu Operasional: Pengiriman sampah dari Jakarta ditunda sementara hingga proses evakuasi, penataan, dan stabilisasi zona timbunan dinyatakan aman sepenuhnya.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta merespons cepat tragedi mematikan yang kembali melanda area pengolahan sampah.
Sebuah operasi tanggap darurat langsung diaktifkan menyusul peristiwa longsor TPST Bantargebang yang terjadi pada Minggu (08/03/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah taktis dan terkoordinasi ini diambil untuk memastikan keselamatan para pekerja di lapangan, mempercepat evakuasi korban, serta menstabilkan area terdampak agar layanan publik tidak lumpuh berkepanjangan.
Sinergi Lintas Instansi dalam Operasi Tanggap Darurat
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, yang turun langsung memimpin operasi di lokasi kejadian, menegaskan bahwa timnya langsung bergerak seketika laporan diterima.
Operasi penanganan ini melibatkan sinergi lintas instansi yang solid. Tim gabungan tersebut terdiri dari Yon Armed 7/155 GS Kodam Jaya, BPBD DKI Jakarta, BPBD Kota Bekasi, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi, Polsek Bantargebang, hingga Koramil 05/Bantargebang.
“Begitu kejadian dilaporkan, kami langsung mengaktifkan operasi tanggap darurat. Prioritas utama kami di lapangan saat ini adalah keselamatan petugas, penanganan korban, serta percepatan evakuasi kendaraan yang tertimbun material longsoran,” tegas Asep Kuswanto.
Identitas Korban Jiwa dan Luka Akibat Longsor
Pihak DLH DKI Jakarta juga menyampaikan rasa duka yang sangat mendalam atas jatuhnya korban jiwa dalam musibah ini.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun di lapangan, insiden longsor TPST Bantargebang ini telah menyebabkan tiga orang meninggal dunia.
Ketiga korban tewas tersebut adalah Ibu Sumini (60) yang merupakan pemilik warung di sekitar lokasi, Dedi Sutrisno selaku pengemudi truk Suku Dinas (Sudin) LH Jakarta Pusat, serta Endah Widayati (25) yang berprofesi sebagai pemulung.
Selain korban jiwa, satu orang pengemudi truk Sudin LH Jakarta Selatan bernama Slamet dilaporkan mengalami luka ringan.
Korban telah dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis di fasilitas kesehatan terdekat dan saat ini sudah diperbolehkan pulang.
Jaminan Santunan dan Biaya Perawatan
Pemerintah berkomitmen penuh untuk hadir memberikan bantuan bagi para korban. Asep memastikan bahwa seluruh hak-hak korban akan dipenuhi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
”Seluruh petugas PJLP yang meninggal dunia akan mendapatkan santunan melalui BPJS Ketenagakerjaan. Sementara itu, biaya pengobatan bagi korban luka sepenuhnya ditanggung oleh Pemerintah Daerah. Kami juga akan memberikan santunan sosial bagi korban terdampak lainnya yang bukan berstatus PJLP, termasuk pemilik warung dan pemulung,” ungkapnya merinci.
Pengerahan Ekskavator untuk Evakuasi Truk Sampah
Bencana longsor ini juga berdampak pada armada pengangkut. Dari total tujuh truk yang tertimbun material longsor, sebanyak lima unit telah berhasil dievakuasi oleh tim gabungan.
Saat ini, fokus evakuasi masih tertuju pada dua truk tersisa yang dikemudikan oleh Riki Supriyadi (Sudin LH Jakarta Utara) dan Irwan Supriyatin.
Guna mempercepat proses pembukaan timbunan material, DLH bersama tim gabungan telah mengerahkan 13 unit ekskavator yang bekerja secara simultan, didukung oleh dua unit ambulans yang bersiaga penuh.
Pengiriman Sampah Jakarta Ditunda Sementara
Bersamaan dengan upaya penyelamatan, tim di lapangan juga melakukan langkah stabilisasi area untuk mencegah terjadinya longsor susulan.
Penataan dan penguatan zona timbunan sampah dikerjakan secara bertahap agar struktur kembali kokoh.
“Keselamatan dalam pengoperasian layanan sampah di TPST Bantargebang adalah hal mutlak. Setelah area dinilai benar-benar aman, kami baru akan melakukan stabilisasi dan penataan zona timbunan,” jelas Asep.
Meskipun dalam kondisi darurat, DLH memastikan pengelolaan sampah publik tetap terkendali. Satu titik buang sementara di TPST Bantargebang telah dibuka pada malam hari demi menjaga kelancaran ritase dari Jakarta, sementara dua titik lainnya masih dalam tahap perapihan.
Sebagai langkah antisipasi kemacetan dan risiko tambahan, DLH telah menginstruksikan seluruh jajaran Sudin LH Provinsi DKI Jakarta untuk menunda pengiriman sampah ke TPST Bantargebang hingga proses evakuasi dinyatakan selesai secara menyeluruh.
“Fokus kami adalah keselamatan dan penanganan korban. Kami berkomitmen menangani situasi ini dengan cepat dan hati-hati agar operasional pengelolaan sampah Jakarta dapat segera pulih dengan aman,” tutup Asep.
Bagikan informasi penting ini agar masyarakat luas dan para pengemudi armada logistik mengetahui update penanganan darurat di TPST Bantargebang. Terus pantau perkembangan berita terkini, akurat, dan terpercaya hanya di portal kami!
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




















