Tenaga Kesehatan Jadi Prioritas Utama Vaksin Cacar Monyet

- Jurnalis

Kamis, 22 September 2022 - 08:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nakes jadi prioritas utama vaksin cacar monyet (foto: kemkes.go.id)

Nakes jadi prioritas utama vaksin cacar monyet (foto: kemkes.go.id)

JAKARTA – Ketua Satuan Tugas Monkeypox (Cacar Monyet) Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Hanny Nilasari merekomendasikan tenaga kesehatan (nakes) sebagai penerima prioritas vaksin cacar monyet.

“Sama seperti yang sebelumnya pemberian vaksin tidak untuk semua yang bersifat massal. Tapi indikasi terbatas, artinya pasien kontak erat, tenaga kesehatan, serta populasi risiko tinggi, misalnya untuk kasus yang di-tracing. Jadi vaksin memang bukan untuk meniadakan penyakit tapi untuk meminimalisir,” kata Hanny dalam pertemuan secara virtual, Rabu (21/09/2022) siang.

“Kan ada 15 laboratorium seluruh Indonesia yang mendapatkan tugas untuk melakukan pemeriksaan untuk identifikasi virus monkeypox ini. Jadi, terutama untuk tenaga-tenaga kesehatan di lokasi-lokasi tersebut,” lanjut Hanny.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, pasien dengan populasi risiko tinggi khusus seperti kelompok homoseksual dan biseksual, juga masuk kategori penerima vaksin cacar monyet.

Dimana berdasarkan penelitian, penyakit menular ini dominan terjadi di kalangan homoseksual dan biseksual.

“Kalau hal itu diakui oleh pasien tentunya akan kita golongkan dalam kelompok yang berisiko atau prioritas untuk mendapatkan vaksin,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan Indonesia telah memesan 2.000 dosis vaksin monkeypox produksi Bavarian Nordic untuk melindungi masyarakat dari risiko penularan.

“Dari vaksinasi, kita sudah memesan vaksinnya 2.000 dosis dari Bavarian Nordic dibantu KBRI Denmark, karena ada vaksin monkeypox di sana,” kata Budi.

Sementara terkait pengobatan terhadap pasien monkeypox, ia mengaku cukup dengan obat-obatan yang masih relevan dengan cacar biasa. (*)


Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Skandal Suap HGB Bogor: KPK Bidik Tersangka Korporasi, Dirut PT Summarecon Agung Terseret!
OTT KPK di Kementerian ATR/BPN: Uang Rp106 Miliar Disita, Dirut Summarecon dan Pejabat BPN Bogor Jadi Tersangka
Skandal HGB Summarecon: KPK Jebloskan 8 Tersangka ke Tahanan, Ada Pejabat BPN hingga Elit Golkar!
Lawan Ketimpangan Tanah! DPP GMNI Buka Petisi Publik Desak Pengesahan RUU Reforma Agraria
OTT KPK: Menelisik Jejak Jaringan Pejabat ATR/BPN, Fahd Arafiq dan Neksus Nusron Wahid
Skandal Suap HGB di BPN Kabupaten Bogor: KPK OTT Fahd A Rafiq
Viral Modus Pemerasan Koruptor, Dugaan Korupsi Febrie Ardiansyah dan Yusuf Ateh Wajib Diusut Tuntas
Resmi Naik! Pertamina Kerek Harga BBM Non Subsidi per 1 September 2026
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 05:06 WIB

Skandal Suap HGB Bogor: KPK Bidik Tersangka Korporasi, Dirut PT Summarecon Agung Terseret!

Rabu, 16 September 2026 - 04:34 WIB

OTT KPK di Kementerian ATR/BPN: Uang Rp106 Miliar Disita, Dirut Summarecon dan Pejabat BPN Bogor Jadi Tersangka

Selasa, 15 September 2026 - 23:03 WIB

Skandal HGB Summarecon: KPK Jebloskan 8 Tersangka ke Tahanan, Ada Pejabat BPN hingga Elit Golkar!

Selasa, 15 September 2026 - 15:51 WIB

Lawan Ketimpangan Tanah! DPP GMNI Buka Petisi Publik Desak Pengesahan RUU Reforma Agraria

Selasa, 15 September 2026 - 09:26 WIB

OTT KPK: Menelisik Jejak Jaringan Pejabat ATR/BPN, Fahd Arafiq dan Neksus Nusron Wahid

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x