Upaya Damai BK Buntu, Ahmadi Lanjutkan Laporan Polisi Terhadap Arif Rahman Hakim

- Jurnalis

Rabu, 24 September 2025 - 17:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Kota Bekasi Arif Rahman Hakim (tengah) diapit oleh Ketua Badan Kehormatan Agus Rohadi (kiri) dan Ketua Fraksi Pdi Perjuangan Oloan Nababan.

Anggota DPRD Kota Bekasi Arif Rahman Hakim (tengah) diapit oleh Ketua Badan Kehormatan Agus Rohadi (kiri) dan Ketua Fraksi Pdi Perjuangan Oloan Nababan.

Ahmadi dari Fraksi PKB tegaskan proses hukum jalan terus demi ‘marwah partai’, meski Badan Kehormatan umumkan kesepakatan damai yang ditandatangani sepihak oleh Arif Rahman Hakim.

BEKASI – Upaya mediasi yang diinisiasi Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Bekasi terkait insiden bentrok antar-anggota dewan menemui jalan buntu. Anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Ahmadi, menegaskan akan melanjutkan Laporan Polisi (LP) terhadap rekannya, Arif Rahman Hakim dari Fraksi PDI Perjuangan.

Sikap tegas ini diambil Ahmadi meskipun BK DPRD, pada hari yang sama, telah mengumumkan adanya kesepakatan damai yang sudah ditandatangani oleh pihak Arif Rahman Hakim.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perkembangan ini menandakan konflik internal dewan tersebut kini bergeser dari mediasi politik ke proses hukum.

Proses Hukum Tetap Berjalan

​Konfirmasi mengenai kelanjutan proses hukum ini disampaikan langsung oleh Ahmadi saat berada di Mapolres Metro Bekasi Kota pada Rabu (24/09/2025) sore. Ia menegaskan tidak akan mencabut laporannya.

​”Proses Laporan Kepolisian dilanjut, ini saya di polres,” ucap Ahmadi singkat saat dihubungi awak media.

​Laporan Polisi tersebut secara resmi terdaftar dengan nomor: LP/B/2359/IX/2025/SPKT/Polres Metro Bekasi Kota/Polda Metro Jaya. Langkah ini menunjukkan keseriusan Ahmadi untuk menyelesaikan insiden yang terjadi pada Rapat Banggar RAPBD 2026, Senin (22/09) lalu, melalui jalur hukum.

Alasan ‘Marwah Partai’

​Lebih jauh, pria yang akrab disapa Madong ini menyatakan bahwa keputusannya tidak hanya bersifat personal, tetapi juga menyangkut kehormatan institusi partainya. Menurutnya, permintaan maaf dari pihak lawan tidak akan menghentikan proses hukum yang sudah berjalan.

​”Silakan (untuk minta maaf), itu hak dia untuk minta maaf, tapi pada prosesnya saya akan terus. Karena hari ini bicaranya Marwah Partai,” tegas Ahmadi, mengisyaratkan bahwa insiden tersebut telah melukai martabat fraksi dan partainya.

Kontras dengan Upaya Damai BK

Langkah hukum yang ditempuh Ahmadi ini sangat kontras dengan hasil konferensi pers yang digelar oleh BK DPRD Kota Bekasi beberapa jam sebelumnya.

Dalam keterangan resminya, Ketua BK Agus Rohadi menyatakan bahwa pihak Arif Rahman Hakim telah sepakat berdamai dan menandatangani surat perdamaian.

​BK telah mengundang kedua belah pihak untuk mediasi formal pada hari Rabu. Namun, hanya pihak Arif Rahman Hakim yang hadir dan menandatangani kesepakatan.

​”Saudara Arif dari Fraksi PDIP sepakat untuk berdamai,” kata Agus Rohadi. “Namun sampai dengan jam ini dari Bang Ahmadi maupun dari Fraksi PKB tidak hadir,” jelasnya saat itu.

Menurut BK, ketidakhadiran pihak Ahmadi disebabkan oleh miskomunikasi terkait jadwal undangan.

Namun, dengan kehadiran Ahmadi di Polres Metro Bekasi Kota pada sore harinya, terlihat jelas bahwa jalur yang dipilihnya berbeda dengan skema mediasi internal dewan.

Langkah Berikutnya

​Untuk memberikan penjelasan yang lebih komprehensif mengenai sikapnya, Ahmadi dijadwalkan akan menggelar konferensi pers di Kantor DPC PKB Kota Bekasi, Rabu (24/09/2025) malam.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa insiden di rapat Banggar tidak hanya akan diselesaikan melalui jalur mediasi, tetapi juga berpotensi berlanjut ke ranah pidana, menyeret dua politisi dan institusi DPRD Kota Bekasi ke dalam sorotan publik yang lebih tajam.

Dapatkan informasi terbaru dan mendalam mengenai kasus ini dengan mengikuti berita selanjutnya di Rakyatbekasi.com.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wamenhaj Sidak Tenda Jemaah Haji, Spanduk Wali Kota Bekasi Dicopot Paksa!
Bikin Kumuh! Satpol PP Bekasi Tertibkan Lapak Hewan Kurban Liar
4.382 Jemaah Haji Kota Bekasi Tiba di Mekkah, Kemenhaj Ingatkan Cuaca Ekstrem
Jadi Syarat Wajib SPMB 2026, 59 Ribu Warga Serbu Layanan KIA Pemkot Bekasi
GMNI Geruduk BGN Desak Evaluasi Program MBG Kota Bekasi
JPO Stasiun Bekasi Kelar Akhir Juni: Solusi Semrawut Jalan Juanda
Lelang Supercar EDC Cash Kejari Kota Bekasi Tembus Belasan Miliar
Abaikan Warga, Izin Operasional RS Budi Lestari Terancam Ditunda
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 20:51 WIB

Wamenhaj Sidak Tenda Jemaah Haji, Spanduk Wali Kota Bekasi Dicopot Paksa!

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:18 WIB

Bikin Kumuh! Satpol PP Bekasi Tertibkan Lapak Hewan Kurban Liar

Jumat, 22 Mei 2026 - 21:07 WIB

4.382 Jemaah Haji Kota Bekasi Tiba di Mekkah, Kemenhaj Ingatkan Cuaca Ekstrem

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:00 WIB

GMNI Geruduk BGN Desak Evaluasi Program MBG Kota Bekasi

Jumat, 22 Mei 2026 - 14:16 WIB

JPO Stasiun Bekasi Kelar Akhir Juni: Solusi Semrawut Jalan Juanda

Berita Terbaru

Sejumlah pengendara sepeda motor dan petugas tampak menunggu Kereta Rel Listrik (KRL) melintas di salah satu perlintasan sebidang di Kota Bekasi. Mengantisipasi kemacetan imbas proyek DDT Bekasi-Cikarang pada 2027, DPRD mendesak Pemkot Bekasi segera memetakan lokasi perlintasan rawan dan menyiapkan jalur alternatif. (Foto: RakyatBekasi.Com).

Parlementaria

Proyek DDT 2027: DPRD Desak Pemkot Bekasi Petakan Perlintasan Sebidang

Minggu, 24 Mei 2026 - 13:56 WIB

Suasana jalur perlintasan rel kereta api di wilayah stasiun kawasan Bekasi dilihat dari area peron pejalan kaki. Pembangunan lanjutan Double-Double Track (DDT) rute Bekasi-Cikarang yang ditargetkan bergulir pada 2027 dipastikan akan berimbas pada perlintasan sebidang dan berpotensi membebani APBD untuk pembebasan lahan. (Foto: Jurnalis RakyatBekasi.Com)

Parlementaria

​Proyek DDT Bekasi-Cikarang, DPRD Ingatkan Pemkot Soal APBD

Minggu, 24 Mei 2026 - 13:16 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x