Wali Kota Bekasi Sebut Kabel Semrawut “Bom Waktu”, Desak Solusi Permanen ‘Ducting’ Demi Keselamatan Warga

- Jurnalis

Sabtu, 27 September 2025 - 13:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pihak provider diharapkan agar memperhatikan keamanan, estetika dalam pemasangan kabel Fiber Optik yang acap kali membahayakan masyarakat luas karena minimnya pengawasan dan pemeliharaan..

Pihak provider diharapkan agar memperhatikan keamanan, estetika dalam pemasangan kabel Fiber Optik yang acap kali membahayakan masyarakat luas karena minimnya pengawasan dan pemeliharaan..

BEKASI – Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, melontarkan peringatan keras terkait kondisi kabel udara yang carut-marut di berbagai sudut kota. Ia secara tegas menyebut tumpukan kabel yang tidak teratur itu sebagai “bom waktu” yang setiap saat dapat mengancam keselamatan dan kenyamanan warga. Pernyataan ini menjadi penegasan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi untuk menuntaskan masalah infrastruktur yang telah menahun tersebut.

​”Kabel semrawut adalah bom waktu yang nyata bagi kita semua. Setiap kali hujan deras disertai angin kencang, risikonya semakin besar, mulai dari potensi korsleting listrik, kebakaran, hingga kecelakaan fatal akibat kabel yang menjuntai atau tiang yang miring,” tegas Tri Adhianto di hadapan awak media di Plaza Pemkot Bekasi, Selasa (25/09/2025).

​Menurut Tri, bahaya yang ditimbulkan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga merusak estetika dan citra Bekasi sebagai kota metropolitan yang modern dan tertata.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Solusi Jangka Pendek Dinilai Belum Cukup

​Selama ini, upaya penertiban telah dilakukan oleh Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi.

Namun, langkah-langkah seperti merapikan atau mengikat kabel hanya bersifat sementara dan tidak menyelesaikan akar permasalahan.

​”Apa yang telah dikerjakan oleh dinas terkait adalah langkah reaktif yang penting, namun itu hanya solusi jangka pendek. Kita tidak bisa terus-menerus ‘memadamkan kebakaran’ kecil. Sudah saatnya kita mencari solusi permanen,” jelas Tri.

​Solusi permanen yang menjadi fokus utama Pemkot Bekasi adalah program ducting, yaitu pemindahan seluruh jaringan kabel udara ke dalam infrastruktur bawah tanah.

Dengan sistem ini, kota akan terlihat lebih rapi, terhindar dari potensi bahaya, dan memudahkan proses perawatan di masa depan.

​”Solusi permanen adalah pemindahan kabel udara ke bawah tanah agar rapi, aman, dan sesuai standar kota modern. Ini bukan lagi soal keindahan semata, tetapi sudah menjadi standar keselamatan publik,” tambahnya.

Tantangan Koordinasi dan Regulasi

​Meskipun memiliki visi yang jelas, Wali Kota Bekasi mengakui bahwa realisasi program ducting menghadapi tantangan yang kompleks.

Hambatan terbesar adalah koordinasi dengan berbagai pihak pemilik utilitas, seperti provider telekomunikasi (internet dan telepon) serta PLN.

​Selain itu, banyak ruas jalan utama di Kota Bekasi yang statusnya merupakan jalan provinsi atau nasional. Hal ini berarti kewenangan penataan infrastrukturnya tidak sepenuhnya berada di tangan Pemkot Bekasi, sehingga memerlukan izin dan sinergi dengan pemerintah di tingkat yang lebih tinggi.

​”Kami butuh dukungan regulasi dan pendanaan dari pemerintah provinsi Jawa Barat dan pemerintah pusat. Kami tidak bisa bekerja sendiri. Perlu ada aturan yang mengikat semua provider untuk bersama-sama memindahkan jaringannya ke bawah tanah,” pinta Tri Adhianto.

Peran Aktif Masyarakat Diharapkan

​Untuk mempercepat identifikasi titik-titik rawan, Pemkot Bekasi juga mengajak partisipasi aktif dari masyarakat.

Warga diimbau untuk tidak ragu melaporkan jika menemukan instalasi kabel yang tampak berbahaya, menjuntai rendah, atau berpotensi menimbulkan kecelakaan.

“Jika melihat ada kabel yang membahayakan di lingkungan Anda, segera laporkan melalui kanal pengaduan resmi kami. Laporan dari warga sangat membantu tim kami di lapangan untuk melakukan penanganan awal,” imbau Wali Kota Bekasi.

​Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, pihak swasta (provider), dan masyarakat, Pemkot Bekasi optimis dapat mengubah wajah kota menjadi lebih aman, tertib, dan nyaman untuk dihuni oleh seluruh warganya. Penertiban kabel semrawut ini menjadi salah satu prioritas utama dalam mewujudkan Bekasi yang maju dan berstandar internasional.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tak Cuma Duduk Manis di Meja, Nakes Posyandu Kotabaru ‘Jemput Bola’ Rawat Lansia Sakit!
Masuk Asrama Pertengahan Mei 2026, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Berangkat Haji Tahun Ini
Klaim 99 Persen Siap! 4.405 Jemaah Haji Kota Bekasi Serbu Embarkasi Mulai 21 April
Disnaker Limpahkan Kasus 22 Perusahaan Nakal Tak Bayar THR ke Jawa Barat
Disparbud dan Satpol PP Tutup Mata? Obral Syahwat di Kota Santri, ‘Be Glow’ Tak Tersentuh
Awas Penipuan Haji via WhatsApp, Calhaj Bekasi Diminta Jangan Kirim Data KTP
BRIN Prediksi Kemarau Ekstrem, BPBD Bekasi Klaim Masih Aman!
Realisasi PBB Kota Bekasi Lesu Darah, Lebaran Jadi ‘Kambing Hitam’?

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 14:36 WIB

Tak Cuma Duduk Manis di Meja, Nakes Posyandu Kotabaru ‘Jemput Bola’ Rawat Lansia Sakit!

Rabu, 8 April 2026 - 13:41 WIB

Masuk Asrama Pertengahan Mei 2026, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Berangkat Haji Tahun Ini

Rabu, 8 April 2026 - 13:06 WIB

Klaim 99 Persen Siap! 4.405 Jemaah Haji Kota Bekasi Serbu Embarkasi Mulai 21 April

Rabu, 8 April 2026 - 11:38 WIB

Disnaker Limpahkan Kasus 22 Perusahaan Nakal Tak Bayar THR ke Jawa Barat

Selasa, 7 April 2026 - 18:50 WIB

Disparbud dan Satpol PP Tutup Mata? Obral Syahwat di Kota Santri, ‘Be Glow’ Tak Tersentuh

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca