DPRD Kota Bekasi Desak Kajian Ulang Menyeluruh TPST Bantargebang

- Jurnalis

Jumat, 31 Oktober 2025 - 13:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana Rapat Paripurna DPRD Kota Bekasi, Kamis (30/10/2025).

Suasana Rapat Paripurna DPRD Kota Bekasi, Kamis (30/10/2025).

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi mendorong Pemerintah Kota untuk segera melakukan kajian ulang yang komprehensif terhadap sistem pengelolaan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumurbatu. Desakan ini menguat seiring dengan momentum negosiasi perpanjangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Pemprov DKI Jakarta yang akan berakhir pada 2026, serta adanya “rapor merah” dari warga yang merasakan dampak langsung operasional TPA.

BEKASI – Suara kritis datang dari parlemen Kota Bekasi menjelang babak baru kerja sama pengelolaan sampah dengan DKI Jakarta. Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi, Latu Har Hary, secara tegas merekomendasikan Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, untuk mengevaluasi total tata kelola sampah di dua lokasi vital, yakni TPST Bantargebang dan TPA Sumurbatu.

​Rekomendasi ini bukan tanpa alasan. Menurut Latu, langkah ini merupakan tindak lanjut langsung dari aspirasi dan keluhan masyarakat di sekitar lokasi, khususnya warga Bantargebang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Suara Warga dan ‘Rapor Merah’ Pengelolaan Sampah

​Warga yang tinggal di sekitar TPST Bantargebang telah lama menyuarakan berbagai permasalahan yang timbul. Keluhan ini terakumulasi menjadi sebuah “rapor merah” yang menjadi sinyal kuat bagi pemerintah untuk segera bertindak.

​”Ini menjadi perhatian kita semua, khususnya kami di Komisi II, untuk bisa menyampaikan kepada Pemerintah Kota Bekasi selaku pemangku kebijakan,” ujar Latu saat menyampaikan interupsi dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Bekasi, Kamis (30/10/2025).

​Meskipun tidak dirinci, rapor merah dari warga umumnya mencakup isu-isu krusial seperti:

  • Dampak Lingkungan: Pencemaran air tanah, polusi udara akibat bau tidak sedap, dan potensi kerusakan ekosistem sekitar.
  • Masalah Kesehatan: Peningkatan risiko penyakit pernapasan dan kulit bagi warga sekitar.
  • Infrastruktur: Kerusakan jalan akibat lalu lintas truk sampah yang padat.

Momen Kritis Jelang Negosiasi Ulang dengan DKI Jakarta

​Desakan untuk melakukan kajian ini menjadi sangat relevan karena Kota Bekasi dan Pemprov DKI Jakarta akan segera duduk bersama untuk membahas perpanjangan PKS terkait pemanfaatan TPST Bantargebang. PKS yang ada saat ini akan berakhir pada tahun 2026.

​”Apalagi saat ini kita sedang melakukan negosiasi ulang terkait dengan Perjanjian Kerja Sama Bantuan DKI untuk Tahun 2026,” tambah Latu.

​Menurutnya, hasil dari kajian komprehensif ini harus menjadi modal dan posisi tawar utama bagi Pemkot Bekasi. Catatan dan temuan dari evaluasi tersebut diharapkan dapat dimasukkan ke dalam klausul perjanjian kerja sama yang baru untuk memastikan pengelolaan sampah yang lebih baik dan berkeadilan.

Memastikan Aspirasi Terdengar

​Latu menegaskan bahwa melibatkan aspirasi warga terdampak adalah kunci untuk solusi jangka panjang. Dengan demikian, permasalahan sampah yang selama ini membebani Kota Bekasi dapat ditangani secara efektif.

​”Aspirasi dari warga yang terdampak langsung di Bantargebang bisa memaksimalkan upaya perbaikan, sehingga permasalahan sampah yang ada di Kota Bekasi bisa diatasi dengan baik dan benar,” jelasnya.

Menuntut Keadilan Ekologis bagi Bantargebang

​Lebih jauh, Latu menyoroti beban ganda yang ditanggung oleh masyarakat Bantargebang. Selama puluhan tahun, mereka hidup berdampingan dengan dampak lingkungan dari sampah yang tidak hanya berasal dari DKI Jakarta, tetapi juga dari Kota Bekasi sendiri.

​”Kita punya kontribusi besar, karena kita ikut menyumbang sampah di dalamnya. Oleh karenanya, mereka menuntut keadilan yang sudah lama terabaikan,” tegasnya.

​Ia menutup pernyataannya dengan seruan yang kuat untuk pemulihan lingkungan dan penegakan keadilan bagi wilayah yang telah banyak berkorban.

​”Sudah saatnya keadilan ekologis ditegakkan. Bantargebang harus kita pulihkan, bukan terus dikorbankan,” pungkasnya.

​Kajian komprehensif yang didorong oleh DPRD ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi kebijakan pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan dan adil, baik bagi warga Bekasi maupun dalam hubungan kerja sama dengan DKI Jakarta di masa depan.


Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Junaedi Pensiun Oktober Mendatang, Komisi I Bongkar Kriteria Krusial Calon Sekda Kota Bekasi
Kali Bekasi Tercemar 3 Kali di 2026, Komisi II DPRD Jadwalkan Pemanggilan DLH Kota Bekasi
Kali Bekasi Tiga Kali Tercemar dalam Setahun, DPRD Desak Bentuk Satgas Lintas Sektoral Anti Saling Tunjuk!
Jangan Cuma Jadi Penonton! DPRD Kota Bekasi Desak Pemuda Bangkit Kawal Revolusi Prabowo
Komisi III Ultimatum PTMP Bereskan Infrastruktur Relokasi PKL Pasar Baru Bekasi dalam Sepekan
Status Lahan Tanggul PML Jatiasih “Clear and Clean”, DPRD Kota Bekasi Desak Pemkot Segera Bongkar Bangunan Liar!
Bahas KUA-PPAS Perubahan, Ketua DPRD Kota Bekasi Pasang Target Realisasi PAD 90 Persen
DPRD Kota Bekasi Desak Kementerian PKP Verifikasi Ketat Program Bedah Rumah Presiden Prabowo
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 15:31 WIB

Junaedi Pensiun Oktober Mendatang, Komisi I Bongkar Kriteria Krusial Calon Sekda Kota Bekasi

Jumat, 4 September 2026 - 10:47 WIB

Kali Bekasi Tercemar 3 Kali di 2026, Komisi II DPRD Jadwalkan Pemanggilan DLH Kota Bekasi

Jumat, 4 September 2026 - 09:45 WIB

Kali Bekasi Tiga Kali Tercemar dalam Setahun, DPRD Desak Bentuk Satgas Lintas Sektoral Anti Saling Tunjuk!

Kamis, 3 September 2026 - 21:58 WIB

Jangan Cuma Jadi Penonton! DPRD Kota Bekasi Desak Pemuda Bangkit Kawal Revolusi Prabowo

Kamis, 3 September 2026 - 18:29 WIB

Komisi III Ultimatum PTMP Bereskan Infrastruktur Relokasi PKL Pasar Baru Bekasi dalam Sepekan

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x