Banjir, Jalan Rusak dan Minim PJU: Infrastruktur Buruk Hantui Warga Babelan

- Jurnalis

Rabu, 24 Desember 2025 - 18:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infrastruktur yang buruk Hantui warga Babelan saat beraktivitas.

Infrastruktur yang buruk Hantui warga Babelan saat beraktivitas.

KABUPATEN BEKASI – Keluhan mengenai buruknya infrastruktur kembali terdengar nyaring dari wilayah utara Kabupaten Bekasi. Warga Perumahan Taman Kebalen Indah dan Vila Mutiara Gading 3, Kecamatan Babelan, kini hidup dalam kecemasan akibat paket lengkap permasalahan lingkungan: banjir langganan, jalan rusak parah, hingga minimnya Penerangan Jalan Umum (PJU).

​Kawasan padat penduduk yang mencakup 9 RW dan 57 RT ini seolah luput dari perhatian serius pemerintah daerah. Padahal, kondisi infrastruktur buruk di Babelan ini dinilai sudah dalam tahap membahayakan keselamatan jiwa penggunanya.

Drainase Buruk dan Banjir Kiriman Jadi Penyebab Utama

​Banjir di kawasan Kebalen bukan lagi cerita baru. Genangan air hampir dipastikan muncul setiap kali hujan turun dengan intensitas sedang hingga tinggi. Situasi kian pelik ketika wilayah Bogor mengirimkan debit air berlebih melalui aliran sungai yang melintasi Bekasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Ketua Forum Kerukunan Kebalen Peduli (FKKP), Kusnawang, mengungkapkan bahwa sistem drainase yang ada saat ini sudah tidak mumpuni menampung debit air.

​”Kalau hujan deras sudah pasti tergenang. Saluran air tidak berfungsi optimal karena pendangkalan dan kurangnya perawatan. Apalagi jika ada kiriman air dari Bogor, banjir hampir tidak bisa dihindari dan surutnya lama,” ujar Kusnawang kepada awak media, Rabu (24/12/2025).

Jalan Berlubang dan Gelap Ancam Keselamatan Pengendara

​Dampak dari genangan air yang terus-menerus ini merembet pada kerusakan fisik jalan. Aspal mengelupas dan menciptakan lubang-lubang besar yang sering kali tidak terlihat saat tertutup air banjir.

​Kondisi ini diperparah saat malam hari. Minimnya lampu PJU membuat jalanan di perumahan tersebut gelap gulita. Kombinasi antara jalan rusak, licin, dan gelap menciptakan “jebakan maut” bagi pengendara motor.

​”Banyak warga yang jadi korban. Ada yang terjatuh karena masuk lubang yang tidak terlihat, ada juga kendaraan yang rusak berat. Ini bukan sekadar ketidaknyamanan, tapi sudah mengancam nyawa,” tambah Kusnawang dengan nada prihatin.

Warga Desak Pemkab Bekasi Prioritaskan Perbaikan

​Warga menilai permasalahan infrastruktur ini sudah berlangsung bertahun-tahun tanpa solusi konkret. Mereka mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi untuk tidak menutup mata dan segera melakukan tindakan nyata, meliputi:

  1. Betonisasi atau perbaikan jalan secara menyeluruh.
  2. Normalisasi saluran drainase untuk mencegah genangan.
  3. Pemasangan dan perbaikan PJU di titik-titik rawan.

​Menyikapi isu efisiensi anggaran yang mungkin sedang diterapkan pemerintah pusat maupun daerah, Kusnawang berharap Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi tetap bijak dalam menentukan skala prioritas.

​“Meski pemerintah pusat sedang melakukan efisiensi anggaran, kebutuhan dasar masyarakat yang berdampak langsung pada keselamatan seharusnya tetap diutamakan. Jangan sampai menunggu ada korban jiwa baru bertindak,” tegasnya.

​Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari dinas terkait maupun Pemkab Bekasi mengenai rencana perbaikan di kawasan tersebut. Warga Babelan kini hanya bisa berharap aspirasi mereka didengar sebelum musim hujan mencapai puncaknya.

Punya keluhan serupa terkait infrastruktur di lingkungan Anda? Sampaikan di kolom komentar agar menjadi perhatian bersama.

Visited 80 times, 1 visit(s) today

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Venue Porprov Jabar 2026 di Kota Bekasi 98% Siap
Ustadz Abu Fayadh: Ini Lima Cara Konkret Warga Bekasi Bela Palestina
Jelang Ground Breaking PSEL Sumurbatu, Pemkot Bekasi Kembangkan Teknologi Pirolisis
7 Tahun Mangkrak! Pedagang Pasar Kranji Laporkan Pemkot Bekasi dan PT ABB ke Kejagung RI
Waspadai Dampak Kemarau Kering, BPBD Kota Bekasi Imbau Warga Tak Boros Air
Pemkot Bekasi Jamin Kejelasan Nasib 3.442 PPPK Paruh Waktu, Skema Pengangkatan Dikebut Tahun Ini
6.000 LGBT di Kota Bekasi: MUI Desak Pemkot Bertindak Tegas
PSEL Sumurbatu Masuk Tahap Realisasi, Ground Breaking Dijadwalkan 8 Juli 2026
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:57 WIB

Venue Porprov Jabar 2026 di Kota Bekasi 98% Siap

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:09 WIB

Ustadz Abu Fayadh: Ini Lima Cara Konkret Warga Bekasi Bela Palestina

Rabu, 10 Juni 2026 - 15:04 WIB

7 Tahun Mangkrak! Pedagang Pasar Kranji Laporkan Pemkot Bekasi dan PT ABB ke Kejagung RI

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:00 WIB

Waspadai Dampak Kemarau Kering, BPBD Kota Bekasi Imbau Warga Tak Boros Air

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:46 WIB

Pemkot Bekasi Jamin Kejelasan Nasib 3.442 PPPK Paruh Waktu, Skema Pengangkatan Dikebut Tahun Ini

Berita Terbaru

Tanggul tak berizin Grand Galaxy City.

Parlementaria

DPRD Desak Pemkot Bekasi Bongkar Paksa Tanggul Grand Galaxy City

Rabu, 10 Jun 2026 - 20:27 WIB

Ilustrasi. (Nano Banana Pro2)

Bekasi

Venue Porprov Jabar 2026 di Kota Bekasi 98% Siap

Rabu, 10 Jun 2026 - 17:57 WIB

error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x