Wali Kota Tri Adhianto Identifikasi Banjir Kiriman di Perbatasan Bekasi

- Jurnalis

Senin, 19 Januari 2026 - 10:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, saat doorstop oleh Jurnalis RakyatBekasi usai memimpin Apel Aparatur, Senin (19/01/2026) pagi.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, saat doorstop oleh Jurnalis RakyatBekasi usai memimpin Apel Aparatur, Senin (19/01/2026) pagi.

Poin Utama:

  • Wilayah Terdampak: Banjir terkonsentrasi di area perbatasan seperti Kecamatan Rawalumbu, Bekasi Utara, Kelurahan Aren Jaya, dan Duren Jaya.
  • Dampak Warga: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mencatat 101 Kepala Keluarga (KK) mengungsi dengan ketinggian air 20 hingga 100 cm.
  • Penyebab Ganda: Kombinasi curah hujan lokal tinggi sejak Sabtu (17/01) dan limpahan air (banjir kiriman) dari wilayah Kabupaten Bekasi.
  • Isu Koordinasi: Komunikasi sektoral penanganan banjir antara Pemkot Bekasi dengan Bupati Bekasi baru, Asep Surya Atmaja, belum terjalin.

​Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengidentifikasi bahwa banjir yang merendam sejumlah titik vital di Kota Bekasi sejak akhir pekan lalu bukan hanya disebabkan oleh curah hujan lokal, melainkan diperparah oleh kiriman air dari wilayah Kabupaten Bekasi.

Fenomena ini mengakibatkan genangan signifikan di wilayah perbatasan dengan ketinggian muka air mencapai satu meter, memaksa ratusan warga mengungsi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Apa Penyebab Utama Banjir di Perbatasan Kota Bekasi?

​Analisa Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi menemukan adanya faktor ganda dalam insiden banjir yang terjadi sejak Sabtu (17/01/2026) malam hingga Minggu pagi.

Selain intensitas hujan yang tinggi, posisi geografis wilayah perbatasan menjadi titik rawan akumulasi air.

​”Jadi secara umum banjir itu kemarin yang mengalami dampak, itu wilayah-wilayah yang memang berbatasan dengan Kabupaten Bekasi dan juga terkait dengan kinerja sungai pendukungnya,” kata Tri Adhianto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com dalam keterangan persnya di Bekasi, Senin (19/01/2026).

​Tri menegaskan bahwa infrastruktur tata kelola air di wilayah perbatasan kini menjadi sorotan utama evaluasi pemerintah daerah.

​Di Mana Saja Titik Banjir Terparah dan Berapa Jumlah Korban?

​Berdasarkan pemetaan lapangan (mapping) dan laporan BPBD Kota Bekasi, wilayah yang terdampak paling parah berada di zona yang berisan langsung dengan Kabupaten Bekasi. Genangan air dilaporkan bervariasi mulai dari 20 cm hingga mencapai 100 cm di titik terdalam.

​Wilayah terdampak meliputi:

  • ​Kecamatan Rawalumbu
  • ​Kecamatan Bekasi Utara
  • ​Kelurahan Aren Jaya (Bekasi Timur)
  • ​Kelurahan Duren Jaya (Bekasi Timur)

​Dampak sosial dari bencana hidrometeorologi ini cukup signifikan, di mana tercatat sebanyak 101 Kepala Keluarga (KK) terpaksa meninggalkan rumah mereka untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.

​Mengapa Infrastruktur Drainase Belum Mampu Menampung Debit Air?

​Selain faktor kiriman, Tri Adhianto mengakui adanya kendala teknis infrastruktur di dalam kota. Persoalan drainase yang tidak optimal, hambatan aliran air (crossing) di area Kalimalang dan bawah Jalan Tol, serta kapasitas polder yang terbatas menjadi pemicu air lambat surut.

​”Persoalannya beragam, baik dari drainase, kendala crossing di area Kalimalang dan Tol, maupun daerah resapan polder yang tidak bisa menampung debit air yang tinggi. Dan beberapa persoalan tersebut yang kini tengah kita benahi segera,” jelasnya.

​Bagaimana Koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bekasi?

​Penanganan banjir di wilayah perbatasan memerlukan sinergi lintas daerah. Namun, Tri Adhianto mengungkapkan bahwa komunikasi strategis dengan pimpinan daerah tetangga, yakni Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja, belum terlaksana secara efektif pasca pergantian kepemimpinan.

​”Karena dengan pemerintahan yang baru kita belum bangun lagi komunikasi,” tuturnya, mengisyaratkan perlunya segera dibangun dialog antara Pemkot Bekasi dan Pemkab Bekasi untuk solusi banjir jangka panjang yang terintegrasi.

​Pemkot Bekasi berkomitmen untuk segera melakukan pembenahan infrastruktur di titik-titik krusial sembari menjajaki koordinasi ulang dengan wilayah tetangga. Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan.

Warga Kota Bekasi yang membutuhkan bantuan evakuasi atau logistik banjir dapat segera menghubungi Layanan Darurat Call Center 112 atau melapor melalui aplikasi layanan pengaduan Pemkot Bekasi.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tak Disangka, Evakuasi Cincin jadi Salah Satu Layanan Tersibuk Disdamkarmat Kota Bekasi
Warga Perumnas 1 Desak Copot Lurah Kayuringin dan Kepala BPKAD
Wawali Dampingi AHY Resmikan Groundbreaking Stasiun Extension Bekasi di Kawasan Summarecon
Be Glow Langgar Peraturan Wali Kota Bekasi Nomor 32 tahun 2017, Satpol PP Tak Berotak
Tergiur Sembako Murah di Bekasi, Belasan Emak-emak Tertipu Miliaran Rupiah
Bapenda Siapkan 20 Jurusita untuk Blokir Rekening Pengusaha Penunggak Pajak di Kota Bekasi
Keren! Investasi di Kota Bekasi Tembus Rp9,4 Triliun di Semester I 2026
Wali Kota Bekasi Targetkan Sisa Temuan BPK Sejak 2003 Tuntas dalam 3,5 Tahun
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 15:55 WIB

Tak Disangka, Evakuasi Cincin jadi Salah Satu Layanan Tersibuk Disdamkarmat Kota Bekasi

Minggu, 26 Juli 2026 - 00:00 WIB

Warga Perumnas 1 Desak Copot Lurah Kayuringin dan Kepala BPKAD

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:21 WIB

Wawali Dampingi AHY Resmikan Groundbreaking Stasiun Extension Bekasi di Kawasan Summarecon

Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:51 WIB

Be Glow Langgar Peraturan Wali Kota Bekasi Nomor 32 tahun 2017, Satpol PP Tak Berotak

Jumat, 24 Juli 2026 - 23:25 WIB

Tergiur Sembako Murah di Bekasi, Belasan Emak-emak Tertipu Miliaran Rupiah

Berita Terbaru

Ketua Komisi 3 DPRD Kota Bekasi Arif Rahman Hakim.

Parlementaria

Tata Kelola Awut-awutan, DPRD Desak Pemkot Bekasi Bangun Pasar Mandiri

Minggu, 26 Jul 2026 - 15:10 WIB

Wakil Ketua Bapemperda DPRD Kota Bekasi, Samuel Sitompul, saat memberikan laporan di Gedung DPRD Kota Bekasi. Bapemperda menargetkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pencegahan Penyimpangan Seksual dapat disahkan dalam waktu dua hingga tiga bulan ke depan. (Foto: Dok. RakyatBekasi.com)

Parlementaria

Raperda Pencegahan Penyimpangan Seksual Masuk Babak Penentuan

Minggu, 26 Jul 2026 - 14:40 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x