Kurs Rupiah Hari Ini: Ditutup Melemah, Pasar “Wait and See” Jelang RDG BI

- Jurnalis

Selasa, 20 Januari 2026 - 22:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mata uang Rupiah dan Dollar AS.

Mata uang Rupiah dan Dollar AS.

JAKARTA – Pergerakan nilai tukar rupiah di pasar spot harus puas berakhir di zona merah pada perdagangan Selasa (20/1/2026). Di tengah fluktuasi pasar global dan dinamika sentimen domestik, mata uang Garuda tercatat melemah tipis.

​Berdasarkan data pasar, rupiah terkoreksi 1 poin atau setara 0,01 persen ke level Rp16.956 per dolar Amerika Serikat (AS). Pelemahan ini menunjukkan tekanan yang masih membayangi mata uang domestik meskipun indeks dolar AS di pasar global cenderung bervariasi.

​Posisi Rupiah di Kurs Tengah BI (Jisdor)

​Kondisi serupa juga tercermin pada kurs referensi Bank Indonesia (BI), yakni Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor). Data BI menempatkan rupiah pada posisi Rp16.981 per dolar AS pada perdagangan sore ini, sedikit melemah dibandingkan perdagangan sebelumnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Posisi ini mengonfirmasi bahwa tekanan terhadap rupiah terjadi secara merata, baik di pasar spot maupun kurs tengah.

​Peta Pergerakan Mata Uang Asia dan Global

​Di kawasan Asia, pergerakan mata uang terhadap the greenback (dolar AS) cenderung bervariasi (mixed). Beberapa mata uang berhasil mencatatkan penguatan, sementara yang lain justru terperosok ke zona merah.

​Tren Asia:

  • Baht Thailand: Menguat 0,36 persen.
  • Yuan China: Menguat tipis 0,05 persen.
  • Won Korea Selatan: Memimpin pelemahan dengan anjlok 0,43 persen.
  • Yen Jepang: Tertekan sebesar 0,26 persen.
  • Dolar Singapura: Turun 0,09 persen.

​Tren Negara Maju:

​Berbanding terbalik dengan mayoritas mata uang Asia, mata uang negara maju justru kompak menekan dolar AS. Dolar Australia memimpin apresiasi dengan kenaikan 0,42 persen, disusul oleh Franc Swiss yang naik 0,35 persen, Euro Eropa menguat 0,32 persen, serta Poundsterling Inggris yang terapresiasi 0,24 persen.

​Sentimen Pasar: Menanti RDG BI dan Isu Independensi

​Pelemahan rupiah hari ini tidak lepas dari kombinasi faktor teknikal dan sentimen fundamental dari dalam negeri. Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, memberikan pandangannya terkait pemicu utama koreksi ini.

​1. Sikap Wait and See Jelang RDG

​Menurut Lukman, para investor cenderung mengambil sikap wait and see atau menahan diri menjelang pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia. Rapat bulanan ini sangat dinanti pasar untuk mengetahui arah kebijakan suku bunga acuan (BI Rate) di awal tahun 2026, yang akan diumumkan esok hari.

​2. Kekhawatiran Independensi Bank Indonesia

​Selain faktor kebijakan moneter murni, pasar juga tengah mencermati dinamika politik domestik yang sensitif. Sorotan utama tertuju pada isu transisi kepemimpinan di tubuh bank sentral.

​”Rupiah terbebani oleh berita pencalonan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI. Hal ini memicu kekhawatiran pasar terkait aspek independensi Bank Indonesia ke depannya,” ungkap Lukman, Selasa (20/1/2026).

​Isu independensi bank sentral merupakan hal krusial bagi investor asing. Kekhawatiran akan adanya intervensi fiskal dalam kebijakan moneter dapat menurunkan kepercayaan pasar terhadap aset berdenominasi rupiah.

​Proyeksi Pergerakan Rupiah

​Secara teknikal, pergerakan kurs rupiah diprediksi masih akan fluktuatif dalam jangka pendek. Pelaku pasar disarankan untuk tetap waspada hingga pengumuman resmi suku bunga acuan BI dirilis. Respons pasar terhadap isu transisi di otoritas moneter juga akan menjadi penentu arah mata uang Garuda dalam beberapa hari ke depan.

Ingin mendapatkan update terbaru seputar ekonomi dan kebijakan moneter? Pantau terus perkembangan berita terkini hanya di portal berita kami.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sejarah Jalan Sultan Agung: Raja Mataram Penakluk VOC
Sejarah Jalan Latuharhary: Mengenal Sosok Pahlawan Maluku Penjaga NKRI
Sejarah Jalan Dr Kusuma Atmaja: Ketua MA Pertama RI
Satu-satunya di Jabodetabek, STAH Dharma Nusantara Buka Magister S2 Pendidikan Agama Hindu
Cegah Stunting, Alfamidi Salurkan 160 Ribu Telur ke 26 Kota dan Kabupaten di 15 Provinsi
​Sejarah Jalan Jusuf Adiwinata Menteng: Bapak Imigrasi RI
Sejarah Jalan Sam Ratulangi: Sang Doktor Jenius dari Timur
Sejarah Jalan Raden Saleh: Sang Maestro Pelukis Raja Eropa
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 12:13 WIB

Sejarah Jalan Sultan Agung: Raja Mataram Penakluk VOC

Minggu, 26 Juli 2026 - 16:46 WIB

Sejarah Jalan Latuharhary: Mengenal Sosok Pahlawan Maluku Penjaga NKRI

Sabtu, 25 Juli 2026 - 23:29 WIB

Sejarah Jalan Dr Kusuma Atmaja: Ketua MA Pertama RI

Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:47 WIB

Satu-satunya di Jabodetabek, STAH Dharma Nusantara Buka Magister S2 Pendidikan Agama Hindu

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:12 WIB

Cegah Stunting, Alfamidi Salurkan 160 Ribu Telur ke 26 Kota dan Kabupaten di 15 Provinsi

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x