Bau Amis Gratifikasi Alkes Rp1,8 Miliar, KOAR Bekasi Desak APH ‘Sikat’ Dirut RSUD Teluk Pucung

- Jurnalis

Senin, 13 April 2026 - 17:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Massa aksi dari Koalisi Aliansi Rakyat (KOAR) Bekasi menggeruduk Kantor Dinas Kesehatan Kota Bekasi dan menggelar orasi di hadapan barikade petugas, mendesak penuntasan dugaan gratifikasi pengadaan alat kesehatan senilai Rp1,8 miliar di rsud Teluk Pucung, Senin (13/04/2026).

Massa aksi dari Koalisi Aliansi Rakyat (KOAR) Bekasi menggeruduk Kantor Dinas Kesehatan Kota Bekasi dan menggelar orasi di hadapan barikade petugas, mendesak penuntasan dugaan gratifikasi pengadaan alat kesehatan senilai Rp1,8 miliar di rsud Teluk Pucung, Senin (13/04/2026).

Poin Utama:

  • ​Dugaan gratifikasi membelit proyek Belanja Modal Alat Kedokteran Umum senilai Rp1,8 miliar di RSUD Tipe D Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara.
  • ​Pengadaan USG khusus jantung (echocardiograph) Tahun Anggaran 2025 ini dimenangkan oleh PT IDS Medical System Indonesia.
  • ​Koalisi Aliansi Rakyat (KOAR) Bekasi menemukan indikasi proses tender yang sarat patgulipat dan tidak transparan.
  • ​Massa menuntut Aparat Penegak Hukum (APH) segera memeriksa PPK, PPTK, serta mencopot Direktur Utama RSUD Tipe D Teluk Pucung.

​Aroma tak sedap kembali menguap dari sektor fasilitas kesehatan milik Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi.

Dalam aksi demonstrasinya di Kantor Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Koalisi Aliansi Rakyat (KOAR) Bekasi secara terang-terangan membongkar dugaan praktik gratifikasi pengadaan alat kesehatan senilai Rp1,8 miliar di RSUD Tipe D Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara, pada Senin (13/04/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Skandal miris ini mencuat ke publik tepat di tengah jeritan masyarakat yang masih kesulitan mendapat pelayanan medis memadai.

​Apa Kasus Dugaan Gratifikasi di RSUD Teluk Pucung Bekasi Utara?

​Kasus ini bermula dari temuan janggal pada proyek Belanja Modal Alat Kedokteran Umum Tahun Anggaran 2025.

Proyek krusial tersebut berfokus pada pengadaan USG khusus jantung (echocardiograph) dengan pagu anggaran fantastis menembus Rp1,8 miliar.

Berdasarkan data yang dihimpun, PT IDS Medical System Indonesia keluar sebagai pemenang tender, sebuah proses yang dinilai aktivis penuh dengan ruang gelap dan sarat kepentingan.

​Mengapa KOAR Bekasi Mendesak APH Turun Tangan?

​Kekecewaan publik memuncak akibat proses pengadaan yang terindikasi cacat prosedur. Tim investigasi lapangan KOAR mengendus sejumlah celah yang mengarah kuat pada praktik kongkalikong antara oknum pejabat rumah sakit dan pihak swasta. Mereka menilai anggaran sebesar itu rawan menguap ke kantong pribadi jika tidak diawasi ketat.

​”Di saat masyarakat masih kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak karena keterbatasan fasilitas, justru muncul dugaan praktik yang mencederai kepercayaan publik,” kata Dian Arba selaku Koordinator Lapangan KOAR Bekasi kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di sela aksi demonstrasinya di Kantor Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Senin (13/04/2026).

​Apa Saja Tuntutan Kepada Pemkot Bekasi dan Penegak Hukum?

​Guna membersihkan birokrasi dari benalu korupsi, KOAR Bekasi melayangkan empat tuntutan keras. Mereka menargetkan evaluasi total hingga pemecatan pejabat di lingkaran RSUD Tipe D Teluk Pucung. Berikut daftar tuntutan KOAR Bekasi dalam aksinya:

  • ​Mengusut tuntas dugaan gratifikasi pengadaan alat Echocardiograph yang melibatkan PT IDS Medical System Indonesia dan pimpinan rumah sakit.
  • ​Mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) agar segera menyeret dan memeriksa Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) serta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
  • ​Memanggil paksa Direktur Utama RSUD Tipe D Teluk Pucung, pihak swasta pelaksana, dan oknum-oknum yang bermain dalam proyek tersebut.
  • ​Mendesak Wali Kota Bekasi mencopot segera Direktur Utama RSUD Tipe D Teluk Pucung dari kursi jabatannya.

​KOAR Bekasi memastikan tak akan mundur selangkah pun. Mereka berkomitmen mengawal penuh kasus dugaan gratifikasi ini hingga aparat memberikan kepastian hukum yang transparan. Kasus ini jelas menjadi tamparan keras sekaligus ujian nyata bagi integritas pengelolaan anggaran kesehatan di Kota Bekasi.

Bagaimana pendapat Anda mengenai maraknya dugaan kebocoran anggaran fasilitas kesehatan di Kota Bekasi?

Bagikan artikel ini agar kasusnya terus terkawal APH, dan sampaikan opini kritis Anda di kolom komentar! Jangan lewatkan update investigasi berita politik dan pemerintahan lainnya hanya di [RakyatBekasi.Com].

Visited 1329 times, 8 visit(s) today

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Banjir Duren Jaya: Warga Desak Pemkot Bekasi Evaluasi Camat
Semen Padang FC Ngotot Kandang di Patriot: Kami Fatsun Wali Kota Bekasi!
Proyek Pedestrian Rp7,6 Miliar Jalan Sudirman Lanjut Usai Insiden Pipa PGN Bocor
Kemenhaj Kota Bekasi Pantau Kesehatan Jemaah Haji Selama 20 Hari Pasca Kepulangan
Pekan Depan, 25 Petugas Dishub Kota Bekasi Digembleng Kemenhub
Tragedi Maut Tewaskan Pedagang di Bekasi, Sopir Mobil MBG Resmi Tersangka
Kenaikan Gaji Semu? RSUD Jatisampurna Diduga Akali Iuran BPJS Kesehatan
Daya Beli Lesu, Libur Panjang Gagal Ramaikan Mall di Bekasi
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 16:18 WIB

Banjir Duren Jaya: Warga Desak Pemkot Bekasi Evaluasi Camat

Sabtu, 6 Juni 2026 - 15:43 WIB

Semen Padang FC Ngotot Kandang di Patriot: Kami Fatsun Wali Kota Bekasi!

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:38 WIB

Proyek Pedestrian Rp7,6 Miliar Jalan Sudirman Lanjut Usai Insiden Pipa PGN Bocor

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:13 WIB

Kemenhaj Kota Bekasi Pantau Kesehatan Jemaah Haji Selama 20 Hari Pasca Kepulangan

Kamis, 4 Juni 2026 - 17:04 WIB

Tragedi Maut Tewaskan Pedagang di Bekasi, Sopir Mobil MBG Resmi Tersangka

Berita Terbaru

error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x