Skandal Alkes RSUD Teluk Pucung, KOAR Serahkan Bukti Kuat ke Kejari Kota Bekasi

- Jurnalis

Selasa, 21 April 2026 - 15:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Koar Bekasi, Dian Arba, memegang pelantang suara dan lembaran dokumen saat membeberkan bukti dugaan gratifikasi alkes RSUD Teluk Pucung di hadapan perwakilan Kejaksaan Negeri Kota Bekasi, Selasa (21/04/2026). Tampak pula petugas berseragam Kejaksaan mengawal jalannya penyampaian aspirasi.

Ketua Koar Bekasi, Dian Arba, memegang pelantang suara dan lembaran dokumen saat membeberkan bukti dugaan gratifikasi alkes RSUD Teluk Pucung di hadapan perwakilan Kejaksaan Negeri Kota Bekasi, Selasa (21/04/2026). Tampak pula petugas berseragam Kejaksaan mengawal jalannya penyampaian aspirasi.

Poin Utama:

  • ​Dugaan gratifikasi pengadaan alat kesehatan (alkes) jantung TA 2025 menjerat RSUD Tipe D Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara.
  • ​Koalisi Aliansi Rakyat (Koar) Bekasi menyerahkan bukti rekam jejak komunikasi oknum RSUD dan pengusaha ke Kejari Kota Bekasi.
  • ​Mahasiswa menolak mentah-mentah upaya lobi dan ajakan pertemuan tertutup dari Dirut RSUD Teluk Pucung.
  • ​Perwakilan Kejari Kota Bekasi menerima berkas tuntutan dan berjanji segera menindaklanjuti kasus tersebut.

​Koalisi Aliansi Rakyat (Koar) Bekasi kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bekasi pada Selasa (21/04/2026).

Aksi massa ini merupakan buntut dari dugaan praktik mafia gratifikasi dalam proyek pengadaan alat kesehatan (alkes) jantung tahun anggaran 2025 di RSUD Tipe D Teluk Pucung.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Alih-alih merespons tuntutan awal di Dinas Kesehatan pada 13 April lalu, pihak RSUD justru dituding panik dan bermanuver melakukan lobi-lobi di ruang gelap untuk membungkam suara mahasiswa.

​Mengapa Koar Bekasi Mendemo RSUD Teluk Pucung?

​Massa Koar Bekasi menyoroti keras dugaan gratifikasi antara oknum pejabat RSUD Tipe D Teluk Pucung dengan pihak vendor dalam pengadaan alkes jantung. Ketertutupan akses informasi dinilai menjadi celah maraknya praktik korupsi yang merugikan masyarakat.

​”Dalam aksi kedua ini kami ingin menyuarakan kepada seluruh masyarakat dan penegak hukum bahwa di tengah sulitnya masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan, mereka yang kita percayakan sebagai pemangku kebijakan malah menganggap dunia kesehatan adalah ladang bisnis,” kata Ketua KOAR Bekasi Dian Arba kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di depan Kantor Kejari Kota Bekasi, Selasa (21/04/2026).

​Apa Bukti Dugaan Korupsi yang Diserahkan ke Kejari Kota Bekasi?

​Mahasiswa tidak datang dengan tangan kosong. Mereka mengklaim telah mengantongi dan menyerahkan bukti kuat yang membongkar permainan kotor di balik meja pengadaan proyek tersebut.

​Fakta krusial yang dibeberkan mahasiswa dalam aksinya meliputi:

  • ​Rekam jejak komunikasi intens antara oknum RSUD Teluk Pucung dengan pihak pengusaha pengadaan alkes.
  • ​Indikasi kuat keterlibatan langsung Direktur Utama (Dirut) RSUD Teluk Pucung dalam proses pelolosan tender TA 2025.
  • ​Dugaan komersialisasi dan penyalahgunaan wewenang di instansi pelayanan kesehatan milik Pemkot Bekasi.

​Benarkah Dirut RSUD Teluk Pucung Mencoba Membungkam Mahasiswa?

​Menjelang demonstrasi lanjutan ini, gelagat kepanikan dari petinggi RSUD mulai tercium. Ketua Koar Bekasi membeberkan adanya upaya intervensi lewat pihak ketiga untuk mencegah aksi unjuk rasa di Kejari Kota Bekasi.

​”Jujur menuju aksi yang kedua ini, Dirut RSUD berulang kali mengajak kami untuk bertemu lewat beberapa pihak yang disuruh untuk mengintervensi agar kami tidak melakukan aksi. Namun hari ini kami membuktikan bahwa mahasiswa masih setia pada garis perjuangan untuk melawan seluruh praktik korupsi di Kota Bekasi,” beber Dian Arba.

​Bagaimana Tanggapan Kejari Kota Bekasi atas Laporan Tersebut?

​Tuntutan kritis dari mahasiswa akhirnya direspons oleh otoritas hukum. Perwakilan Kejari Kota Bekasi, Nico, turun langsung menemui kerumunan massa aksi di depan gerbang.

Nico mengaku pihaknya sangat mengapresiasi keberanian serta hasil temuan investigasi dari rekan-rekan mahasiswa, dan berjanji akan segera memproses laporan tersebut guna menyeret oknum-oknum nakal ke meja hijau.

​Kasus dugaan korupsi alkes ini seolah menjadi tamparan keras bagi reformasi birokrasi di tubuh Pemkot Bekasi, khususnya dalam upaya menghadirkan layanan kesehatan prima yang bersih dari praktik kotor.

​Bagaimana pandangan Anda mengenai maraknya dugaan gratifikasi di sektor kesehatan ini? Bagikan pendapat Anda di kolom komentar dan ikuti terus perkembangan pengusutan kasus RSUD Teluk Pucung hanya di RakyatBekasi.Com.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Disdagperin Pastikan Stok Minyakita di Kota Bekasi Aman, Warga Diminta Tak Panic Buying
ASN “Alergi” Plat Merah? Satpol PP Bekasi Ancam Tarik Mobil Dinas!
Kloter Perdana Haji Bekasi Masuk Embarkasi, Fisik Bakal Dikuras 99%
Fantastis! Usia 94 Tahun Pimpin Kloter Perdana Haji Bekasi
445 Jemaah Haji Bekasi Kloter Pertama Masuk Embarkasi, Terbang ke Madinah 22 April 2026
PAD Jeblok! DPRD Sentil Pemkot Bekasi Lewat 267 Rekomendasi
Pemkot Bekasi Skakmat Pekerja PT Airkon Pratama yang Ngaku Dipecat Sepihak!
Kejam! Baru Sembuh Stroke, Pekerja Lanskap PT Airkon Pratama Di-PHK Sepihak

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 16:35 WIB

Disdagperin Pastikan Stok Minyakita di Kota Bekasi Aman, Warga Diminta Tak Panic Buying

Selasa, 21 April 2026 - 15:52 WIB

Skandal Alkes RSUD Teluk Pucung, KOAR Serahkan Bukti Kuat ke Kejari Kota Bekasi

Selasa, 21 April 2026 - 14:32 WIB

ASN “Alergi” Plat Merah? Satpol PP Bekasi Ancam Tarik Mobil Dinas!

Selasa, 21 April 2026 - 11:58 WIB

Fantastis! Usia 94 Tahun Pimpin Kloter Perdana Haji Bekasi

Selasa, 21 April 2026 - 11:13 WIB

445 Jemaah Haji Bekasi Kloter Pertama Masuk Embarkasi, Terbang ke Madinah 22 April 2026

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca