APBD Kota Bekasi Cekak, Pemkot Bidik Pembiayaan Pusat demi Underpass Baru

- Jurnalis

Minggu, 31 Mei 2026 - 03:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tahap awal pembuatan badan jalan untuk proyek underpass baru di Jalan Nonon Sonthanie, Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Sabtu (30/05/2026). Pembangunan yang diinisiasi oleh Pemkot Bekasi di atas lahan Perum Jasa Tirta ini merupakan upaya strategis untuk mengantisipasi penutupan perlintasan sebidang akibat lonjakan operasional DDT KAI.

Tahap awal pembuatan badan jalan untuk proyek underpass baru di Jalan Nonon Sonthanie, Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Sabtu (30/05/2026). Pembangunan yang diinisiasi oleh Pemkot Bekasi di atas lahan Perum Jasa Tirta ini merupakan upaya strategis untuk mengantisipasi penutupan perlintasan sebidang akibat lonjakan operasional DDT KAI.

Poin Utama:

  • Lokasi Proyek: Jalan Nonon Sonthanie, Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, memanfaatkan lahan milik Perum Jasa Tirta (PJT).
  • Kendala Anggaran: Keterbatasan APBD Kota Bekasi memaksa Pemkot Bekasi mengajukan proposal bantuan dana ke Kementerian PU dan Kementerian Perhubungan.
  • Target Waktu: Pembangunan jalan akses penghubung (pendekat) ditargetkan mulai berjalan pada tahun 2027.
  • Pemicu Utama: Antisipasi kemacetan total akibat proyek Double-Double Track (DDT) PT KAI yang akan menutup seluruh perlintasan sebidang.

​Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi membidik kucuran dana dari Pemerintah Pusat untuk membiayai proyek pembangunan Underpass di Jalan Nonon Sonthanie, Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur.

Langkah strategis ini diambil lantaran keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bekasi dalam menanggulangi dampak perluasan jalur Double-Double Track (DDT) PT KAI.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Idi Sutanto, menargetkan kelanjutan proyek pembenahan akses jalan pendekat ini dapat terealisasi pada tahun depan.

​Mengapa Pemkot Bekasi meminta bantuan dana pusat untuk Underpass Jalan Nonon Sonthanie?

​Pemkot Bekasi mengajukan permohonan anggaran ke Pemerintah Pusat karena keterbatasan dana daerah (APBD) untuk membiayai proyek infrastruktur skala besar secara mandiri.

Langkah tolakan anggaran ini dinilai krusial agar penataan transportasi akibat proyek strategis nasional tidak membebani kas daerah.

​”Untuk usulan Underpass-nya itu kita coba usulin ke Kementerian Perhubungan ataupun Kementerian PU secara anggaran. Karena, kita di Kota sendiri keterbatasan anggaran dan harus cari opsional lain secara pendanaan lainnya,” kata Idi Sutanto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Sabtu (30/05/2026).

​Apa dampak proyek Double-Double Track PT KAI di Bekasi Timur?

​Kehadiran jalur Double-Double Track (DDT) oleh PT KAI diprediksi akan melumpuhkan mobilitas kendaraan bermotor jika perlintasan sebidang ditutup total tanpa jalur alternatif.

Peningkatan intensitas perjalanan kereta api membuat pembuatan underpass atau flyover menjadi harga mati bagi kelancaran lalu lintas lokal.

​Idi menjelaskan bahwa tantangan kemacetan akibat DDT ini sudah diprediksi oleh Pemerintah Daerah sejak tiga hingga empat tahun terakhir.

Kondisi ini kian mendesak untuk diselesaikan, berkaca pada insiden kecelakaan fatal perkeretaapian yang sempat terjadi di wilayah Bekasi Timur pada akhir April lalu.

Bagaimana tahapan pembangunan Underpass Jalan Nonon Sonthanie saat ini?

​DBMSDA Kota Bekasi saat ini tengah memprioritaskan pembangunan fisik badan jalan sebagai tahap awal sebelum masuk ke konstruksi utama underpass.

Proyek ini akan menggunakan lahan milik Perum Jasa Tirta (PJT) yang secara luasan dinilai sudah mencukupi kebutuhan lapangan.

​”Kita tahun depan lanjutin dikit-dikit lah, jalan aksesnya kita benerin dulu. Secara proyeksi, lahan yang dibutuhkan mencukupi. Kita tinggal bikin jalan pendekatnya saja nanti dari arah Utara ke arah Selatan,” sambung Idi.

​Selain titik Jalan Nonon Sonthanie, Pemkot Bekasi juga menyiapkan beberapa skema mitigasi kemacetan sejenis, di antaranya:

  • ​Pengoperasian Flyover Bulak Kapal untuk mengurai simpul kepadatan timur.
  • ​Rencana usulan pembangunan Underpass Bulan-bulan di area pusat kota.
  • ​Pembuatan jalur alternatif (frontage road) baru yang dibangun sejajar dengan rel kereta api.

​Langkah jemput bola ke kementerian ini diharapkan mampu mempercepat realisasi proyek demi mencegah stagnasi lalu lintas parah di kawasan Bekasi Timur.

​Bagaimana pendapat Anda mengenai langkah Pemkot Bekasi yang mengandalkan dana pusat ini? Tulis komentar Anda di bawah dan bagikan artikel ini ke media sosial Anda!


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemarau Panjang is Coming! Debit Kali Bekasi Menyusut Drastis
Bau Limbah Metamorfosa Sumurbatu Lenyap, DLH Kini Bidik Kelengkapan Izin
Halangi Jarak Pandang Pengendara, Pemkot Bekasi Segera Tata Ulang Pagar GGC
Kejagung Ambil Alih Kasus Dugaan Korupsi Rp278 Miliar KSO PD Migas Kota Bekasi dan Foster Oil
Siap-Siap! Kejari Bidik Tersangka Baru Pungli MCK Pasar Bantargebang
Tinggal Finishing, DBMSDA Kota Bekasi Optimis Proyek Jembatan Kemang Pratama Segera Rampung
Jika Tak Berani Usut Tuntas Mafia SPMB 2026, GMNI Desak Wali Kota Bekasi Pakai Rok Saja
Skandal SPMB Kota Bekasi 2026, GMNI: Batalkan Siswa Jalur Siluman dan Titipan Anggota DPRD
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 12:08 WIB

Kemarau Panjang is Coming! Debit Kali Bekasi Menyusut Drastis

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:32 WIB

Bau Limbah Metamorfosa Sumurbatu Lenyap, DLH Kini Bidik Kelengkapan Izin

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:38 WIB

Halangi Jarak Pandang Pengendara, Pemkot Bekasi Segera Tata Ulang Pagar GGC

Jumat, 17 Juli 2026 - 08:46 WIB

Kejagung Ambil Alih Kasus Dugaan Korupsi Rp278 Miliar KSO PD Migas Kota Bekasi dan Foster Oil

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:35 WIB

Tinggal Finishing, DBMSDA Kota Bekasi Optimis Proyek Jembatan Kemang Pratama Segera Rampung

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x