Pemkot Bekasi Usulkan Anggaran APBN Rp150 Miliar untuk Bangun Underpass di Jalan Nonon Sonthanie

- Jurnalis

Senin, 1 Juni 2026 - 11:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Idi Sutanto, saat ditemui di lingkungan Plaza Pemkot Bekasi, Senin (01/06/2026).

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Idi Sutanto, saat ditemui di lingkungan Plaza Pemkot Bekasi, Senin (01/06/2026).

Poin Utama:

  • ​Pemkot Bekasi membidik kucuran APBN senilai Rp150 miliar untuk proyek underpass baru di Jalan Nonon Sonthanie, Bekasi Timur.
  • ​Proyek infrastruktur ini ditargetkan mulai masuk tahap persiapan pada tahun 2027 mendatang dengan estimasi pengerjaan selama 7–8 bulan.
  • ​Pembangunan underpass menjadi solusi mendesak guna mencegah kelumpuhan lalu lintas akibat penutupan perlintasan sebidang oleh proyek Double-Double Track (DDT) PT KAI.

​Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) tengah melobi pemerintah pusat guna mencairkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) senilai Rp150 miliar.

Kucuran dana bernilai fantastis ini diusulkan khusus untuk mendanai proyek pembangunan underpass di Jalan Nonon Sonthanie, Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah taktis ini terpaksa segera diambil demi menyelamatkan mobilitas warga dari ancaman kelumpuhan arus lalu lintas imbas dari beroperasinya jalur perkeretaapian Double-Double Track (DDT) PT KAI.

​Mengapa Pembangunan Underpass Jalan Nonon Sonthanie Mendesak Dilakukan?

​Pembangunan underpass di kawasan Bekasi Timur ini menjadi solusi krusial yang tidak bisa lagi ditunda.

Meningkatnya intensitas dan volume perjalanan kereta api di masa depan akan memaksa seluruh perlintasan sebidang di wilayah tersebut ditutup secara permanen demi aspek keselamatan masyarakat.

​Pemkot Bekasi menilai, tanpa adanya penambahan infrastruktur baru, penutupan perlintasan oleh PT KAI tersebut berpotensi menciptakan kemacetan akut.

Oleh karenanya, pembangunan underpass maupun flyover menjadi kewajiban mutlak untuk menyambung akses warga sekitar.

​Kapan Target Pembangunan Underpass Bekasi Timur Dimulai?

​Proyek fisik underpass ini digagas untuk mulai masuk tahap realisasi pada tahun 2027 mendatang, sembari menunggu penyelesaian Flyover Bulak Kapal.

Saat ini, DBMSDA Kota Bekasi tengah mematangkan konsep rancangan detail atau Detail Engineering Design (DED) secara komprehensif.

​”Dan kurang lebih penggunaan dana yang dibutuhkan mencapai Rp150 Miliar. Rencananya, secara pekerjaan konstruksi membutuhkan waktu 7 sampai 8 bulan lamanya,” kata Kepala DBMSDA Kota Bekasi Idi Sutanto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di Gedung Plaza Pemkot Bekasi, Senin (01/06/2026).

​Berikut adalah detail teknis dari usulan proyek underpass tersebut:

  • Estimasi Anggaran: Rp150 Miliar
  • Sumber Dana: Usulan APBN Pusat (Kementerian PU & Kementerian Perhubungan)
  • Target Realisasi: Tahun 2027
  • Durasi Konstruksi: 7 hingga 8 bulan kalender
  • Lokasi Titik: Jalan Nonon Sonthanie, Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur

​Bagaimana Skema Pembiayaan Proyek Underpass Nonon Sonthanie?

​Mengingat besarnya nilai konstruksi, Pemkot Bekasi tidak akan menyedot dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Mereka telah menyiapkan skema kolaborasi dengan mengusulkan pembiayaan penuh kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Kementerian Perhubungan.

Hal ini juga didasarkan pada tata letak proyek yang berdiri di atas aset milik negara.

​”Karena itu kan lahannya lahan Kementerian PU, tanah milik dari Perum Jasa Tirta (PJT). Jadi yang penting Pemkot Bekasi sesuai kewenangan kita, kita jalanin yang menjadi tanggung jawab kita, dan untuk konstruksinya kita usulin ke pusat,” tegas Idi.

​Percepatan infrastruktur di wilayah Duren Jaya dan sekitarnya menjadi ujian krusial bagi Pemkot Bekasi dalam menjamin kenyamanan mobilitas warga.

Keberhasilan lobi anggaran triliunan ini ke pemerintah pusat di Jakarta tentu sangat dinantikan agar publik terbebas dari ancaman kemacetan permanen.

Bagaimana tanggapan Anda terkait usulan proyek underpass senilai Rp150 miliar ini? Apakah Anda setuju langkah ini efektif mengurai macet?

Tinggalkan komentar Anda di bawah dan bagikan tautan berita ini ke warga Bekasi lainnya! Pastikan Anda terus mengikuti pantauan isu infrastruktur dan kebijakan publik terbaru hanya di RakyatBekasi.Com.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Halangi Jarak Pandang Pengendara, Pemkot Bekasi Segera Tata Ulang Pagar GGC
Kejagung Ambil Alih Kasus Dugaan Korupsi Rp278 Miliar KSO PD Migas Kota Bekasi dan Foster Oil
Siap-Siap! Kejari Bidik Tersangka Baru Pungli MCK Pasar Bantargebang
Tinggal Finishing, DBMSDA Kota Bekasi Optimis Proyek Jembatan Kemang Pratama Segera Rampung
Jika Tak Berani Usut Tuntas Mafia SPMB 2026, GMNI Desak Wali Kota Bekasi Pakai Rok Saja
Skandal SPMB Kota Bekasi 2026, GMNI: Batalkan Siswa Jalur Siluman dan Titipan Anggota DPRD
Pemkot Bekasi Tolak Bela Pejabat Tersangka Pungli MCK Pasar Bantargebang!
Kejari Bekasi Libatkan Ahli Forensik Bongkar Pungli MCK Pasar Bantargebang
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:38 WIB

Halangi Jarak Pandang Pengendara, Pemkot Bekasi Segera Tata Ulang Pagar GGC

Jumat, 17 Juli 2026 - 08:46 WIB

Kejagung Ambil Alih Kasus Dugaan Korupsi Rp278 Miliar KSO PD Migas Kota Bekasi dan Foster Oil

Jumat, 17 Juli 2026 - 08:18 WIB

Siap-Siap! Kejari Bidik Tersangka Baru Pungli MCK Pasar Bantargebang

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:35 WIB

Tinggal Finishing, DBMSDA Kota Bekasi Optimis Proyek Jembatan Kemang Pratama Segera Rampung

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:58 WIB

Skandal SPMB Kota Bekasi 2026, GMNI: Batalkan Siswa Jalur Siluman dan Titipan Anggota DPRD

Berita Terbaru

BAPAK PENDIDIKAN AGAMA: Suasana lalu lintas dan aktivitas masyarakat di sekitar Jalan K.H. Wahid Hasyim yang terletak di kawasan Menteng, tidak jauh dari Stasiun Gondangdia, Jakarta Pusat. Nama jalan strategis ini didedikasikan untuk menghormati Pahlawan Nasional K.H. Abdul Wahid Hasyim, arsitek Piagam Jakarta, ayahanda Gus Dur, sekaligus Menteri Agama pertama Republik Indonesia yang memelopori integrasi kurikulum pendidikan nasional. (Foto: Ilustrasi/RakyatBekasi.com)

Ekstra

Sejarah Jalan KH Wahid Hasyim: Menteri Agama Pertama RI

Jumat, 17 Jul 2026 - 03:47 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x