- Target Selesai: Proyek Jembatan Kemang Pratama ditargetkan beroperasi penuh pada bulan Agustus 2026.
- Pembagian Tugas: Kementerian PUPR membangun fisik jembatan, sementara Pemkot Bekasi fokus pada pelebaran akses jalan.
- Spesifikasi: Menggunakan struktur steel box girder sepanjang 78 meter dan lebar 7 meter.
- Latar Belakang: Jembatan ini dibangun ulang pasca hancur akibat terjangan banjir besar pada Maret 2025.
Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi memastikan progres perbaikan Jembatan Kemang Pratama di Kecamatan Bekasi Selatan kini telah memasuki tahap akhir penyelesaian.
Pembangunan infrastruktur vital yang sempat hancur diterjang banjir besar pada Maret 2025 lalu ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada bulan Agustus 2026 mendatang.
Kapan Jembatan Kemang Pratama Selesai Dibangun?
Kepala DBMSDA Kota Bekasi, Idi Sutanto, menegaskan bahwa perbaikan Jembatan Kemang Pratama berjalan sesuai jadwal dan diyakini tuntas pada Agustus 2026. Saat ini, fokus pengerjaan telah beralih pada tahap finishing dan penyelesaian jalan penghubung (oprit).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
”Karena kemarin kita masih optimis penyelesaian jembatannya itu Agustus bisa. Karena, kan secara progres pengerjaan tinggal di Jalan Pendekatnya aja. Baik, disisi kiri dan kanan kita idealis kan sekalian ke jalan pendekatnya,” kata Idi Sutanto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Jumat (17/07/2026).
Idi menambahkan, proses perakitan komponen konstruksi (erection) utama yang dilakukan oleh Tim Kementerian PUPR sudah hampir paripurna. Tahap ini menjadi lompatan signifikan setelah jembatan lama dibongkar total.
Apa Peran Pemkot Bekasi dalam Pembangunan Jembatan Ini?
Pembangunan fisik jembatan utama sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pemerintah Pusat melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta-Jawa Barat.
Sementara itu, Pemkot Bekasi mengambil peran vital dalam penyesuaian mobilitas warga dan infrastruktur pendukung di sekitar lokasi.
Idi menjelaskan, pihaknya tengah menyiapkan pelebaran jalan yang berada di sisi utara menuju kawasan Pekayon.
Langkah ini krusial untuk mencegah penumpukan kendaraan (bottleneck) ketika jembatan mulai dioperasikan.
”Secara pekerjaan fisik jembatan itu memang tanggungjawab dari Pemerintah Pusat. Di Kota Bekasi sendiri untuk akses pelebaran jalan yang memang menjadi tanggung jawab dari Pemkot lah,” tuturnya lebih lanjut.
Bagaimana Spesifikasi Teknis Jembatan Kemang Pratama Terbaru?
Berdasarkan data dari Kementerian PUPR, progres pengerjaan fisik telah menembus angka 92,91 persen sejak akhir Mei 2026.
Proyek Multi Years Contract (MYC) berdurasi 300 hari ini dibangun dengan standar ketahanan tinggi terhadap beban lalu lintas perkotaan yang padat.
Berikut adalah rincian spesifikasi teknis Jembatan Kemang Pratama yang baru:
- Struktur Utama: Memakai steel box girder dengan panjang bentang utama 78 meter.
- Pondasi: Menggunakan borepile berdiameter 80 sentimeter dengan mutu beton FC’30 yang sangat kokoh.
- Dimensi Jalan: Total panjang penanganan mencapai 410 meter dengan lebar jembatan 7 meter.
- Akses Penghubung (Oprit): Mencakup Oprit A1 sepanjang 20 meter dan Oprit A2 sepanjang 230 meter.
Penyelesaian Jembatan Kemang Pratama diharapkan segera memulihkan urat nadi perekonomian dan mobilitas warga Kecamatan Bekasi Selatan yang sempat tersendat selama lebih dari setahun terakhir. Sinergi antara pusat dan daerah ini menjadi kunci percepatan penanganan infrastruktur di wilayah penyangga ibukota.
Bagaimana tanggapan Anda mengenai kelancaran proyek Jembatan Kemang Pratama ini? Bagikan artikel ini ke rekan atau grup keluarga Anda, dan terus perbarui informasi terkini seputar pembangunan dan layanan publik di Kota Bekasi hanya di RakyatBekasi.com!
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







