Pelaku Pencabulan 6 Santriwati Ponpes Al-Qona’ah Bekasi Tewas Dikeroyok di Sel

- Jurnalis

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. (Nano Banana Pro2)

Ilustrasi. (Nano Banana Pro2)

Poin Utama:

  • ​Aki Udin (52), tersangka pencabulan 6 santriwati di Ponpes Al-Qona’ah, dilaporkan tewas di sel tahanan pada Selasa (08/10/2024).
  • ​Kematian mendadak ini diwarnai dugaan kuat bahwa tersangka tewas diamuk kawanan narapidana lain yang geram atas kasusnya.
  • ​Tragedi terjadi hanya berselang sepekan setelah ratusan massa menggeruduk pondok pesantren di Kecamatan Karangbahagia, Kabupaten Bekasi.
  • ​Kepolisian memastikan penyelidikan serta proses hukum kasus pencabulan ini akan terus berjalan untuk mengusut keterlibatan tersangka lain.

Kabar mengejutkan datang dari balik jeruji besi. Aki Udin (52), pengasuh Pondok Pesantren Al-Qona’ah sekaligus tersangka kasus dugaan pencabulan terhadap enam santriwati di Karangmukti, Kecamatan Karangbahagia, Kabupaten Bekasi, tewas di dalam sel tahanan pada Selasa (08/10/2024).

Kematian mendadak ini memicu sorotan tajam publik, menyusul dugaan adanya amukan dari kawanan narapidana lain yang geram mengetahui aksi bejat pelaku.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Mengapa Tersangka Pencabulan Santriwati Tewas di Dalam Sel?

​Kematian Aki Udin yang terbilang mendadak menyisakan tanda tanya besar, dengan dugaan kuat ia tewas dihajar napi lain yang emosi terhadap kejahatannya.

Menurut keterangan awal pihak kepolisian, tersangka sempat mengeluhkan sesak napas. Tahanan yang berada dalam satu sel kemudian segera melaporkan kondisi tersebut kepada petugas jaga.

Nahas, nyawa pengasuh Ponpes Al-Qona’ah tersebut tidak terselamatkan sebelum mendapatkan intervensi medis lebih lanjut.

​Bagaimana Kronologi Penangkapan Pengasuh Ponpes Al-Qona’ah?

​Hanya berselang satu minggu sebelum tewas, pelaku berhasil diamankan aparat usai ratusan warga memblokade dan menggeruduk Ponpes Al-Qona’ah.

Kemarahan warga memuncak setelah borok dugaan pelecehan yang melibatkan Aki Udin dan anaknya, MH, akhirnya terbongkar.

Pihak kepolisian bahkan sempat kewalahan meredam emosi massa yang mendesak penegakan keadilan di wilayah hukum Pemkab Bekasi.

​”Massa berjumlah sekitar 300 orang menuntut pertanggungjawaban atas dugaan tindak pencabulan terhadap anak yang dilakukan oleh pimpinan pesantren, S, dan seorang guru ngaji, MH,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam, Sabtu (28/09/2024).

​Apakah Kasus Pencabulan Tetap Berlanjut Meski Pelaku Meninggal?

​Proses hukum dan penyelidikan kasus kekerasan seksual di Karangbahagia ini dipastikan akan terus berjalan sesuai prosedur, kendati tersangka utama telah wafat.

Kepolisian berkomitmen penuh untuk mengusut tuntas keterlibatan pihak lain, termasuk MH yang merupakan anak kandung dari Aki Udin.

Berikut adalah fakta perkembangan kasus hingga saat ini:

  • ​Sebanyak 6 santriwati diyakini kuat menjadi korban pelecehan seksual di ponpes tersebut.
  • ​Baru 3 orang santriwati beserta keluarganya yang memberanikan diri membuka laporan resmi ke pihak Kepolisian.
  • ​Proses pendampingan psikologis korban dan pengumpulan alat bukti terus digenjot oleh penyidik.

Insiden ini menjadi tamparan keras bagi sistem pengawasan institusi pendidikan agama di wilayah Pemkab Bekasi.

Pemerintah daerah serta penegak hukum dituntut bekerja ekstra guna memastikan trauma para korban tertangani dan predator anak tak lagi mendapat ruang bernaung.

​Bagaimana tanggapan Anda mengenai nasib yang menimpa pengasuh ponpes cabul ini? Bagikan pendapat Anda di kolom komentar, dan pastikan Anda selalu membaca update investigasi kriminal, layanan publik, dan kebijakan strategis pemerintah hanya di RakyatBekasi.Com.​


Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bidik Potensi Aset Rp83 Triliun, Pemkot Bekasi dan BPN Integrasikan Data Pertanahan Guna Dongkrak PAD
PJJ Resmi Dicabut! Wali Kota Bekasi Wajibkan Seluruh Sekolah Tatap Muka Mulai Besok
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Angkat Bicara Soal Nasib 3.442 PPPK Penuh Waktu 2027
Junaedi Pensiun Oktober, Wali Kota Bekasi Jangan Sampai “Pilih Sekda dalam Karung”!
Penerbangan Batal Imbas Erupsi Anak Krakatau, Imigrasi Bekasi Bebaskan Denda Overstay 5 WNA
Dampak Erupsi Anak Krakatau: Pemkot Bekasi Siapkan Skenario WFH Darurat Bagi ASN
Pemkot Bekasi Kebut Perbaikan Jalan Mohammad Yamin, Drainase Dibongkar Sebelum Pengaspalan
Lama Menghilang dari Jalanan, Kapan Bus Trans Beken Beroperasi Lagi? Ini Jawaban Wali Kota Bekasi
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 18:59 WIB

Bidik Potensi Aset Rp83 Triliun, Pemkot Bekasi dan BPN Integrasikan Data Pertanahan Guna Dongkrak PAD

Rabu, 9 September 2026 - 14:16 WIB

PJJ Resmi Dicabut! Wali Kota Bekasi Wajibkan Seluruh Sekolah Tatap Muka Mulai Besok

Rabu, 9 September 2026 - 11:56 WIB

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Angkat Bicara Soal Nasib 3.442 PPPK Penuh Waktu 2027

Rabu, 9 September 2026 - 05:56 WIB

Junaedi Pensiun Oktober, Wali Kota Bekasi Jangan Sampai “Pilih Sekda dalam Karung”!

Selasa, 8 September 2026 - 17:03 WIB

Penerbangan Batal Imbas Erupsi Anak Krakatau, Imigrasi Bekasi Bebaskan Denda Overstay 5 WNA

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x