Poin Utama:
- Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Bekasi ditargetkan mampu memusnahkan 1.500 ton sampah per hari.
- Perusahaan asal Tiongkok, Wangneng Environment Co. Ltd, dinilai sangat layak menjadi operator fasilitas pengelolaan sampah modern ini.
- Total volume sampah harian warga Kota Bekasi yang bermuara ke kawasan Bantargebang saat ini menyentuh angka sekitar 1.800 ton.
- DPRD dan Pemkot Bekasi telah melakukan kunjungan langsung untuk meninjau teknologi fasilitas Wangneng di Tiongkok.
Rencana pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Bekasi kian menemui titik terang guna mengatasi krisis penumpukan limbah harian.
Pimpinan DPRD bersama perwakilan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi baru saja meninjau fasilitas Wangneng Environment Co. Ltd di Tiongkok atas undangan dari pihak Danantara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Komisi 2 DPRD Kota Bekasi, Latu Har Hary, menegaskan bahwa perusahaan pemenang tender tersebut dinilai sangat layak dan siap mengolah sampah perkotaan menjadi energi hijau.
Apa Itu Proyek PSEL di Kota Bekasi?
Proyek PSEL merupakan solusi strategis jangka panjang untuk menekan volume limbah rumah tangga yang terus menggunung di kawasan Bantargebang.
Fasilitas canggih ini dirancang untuk membakar dan mengubah ribuan ton limbah perkotaan menjadi pasokan energi listrik terbarukan.
”Undangan dari Danantara untuk meninjau pengolahan sampah menjadi energi listrik di China menjadi pengalaman berharga. Sehingga Pemerintah Kota dan DPRD mengetahui bahwa Wangneng selaku pemenang pengelolaan PSEL di Kota Bekasi memang layak. Setelah melihat langsung di sana, kami paham bahwa mereka sangat layak mengelola PSEL di Kota Bekasi,” kata Latu Har Hary kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangan resminya, Jumat (03/07/2026).
Berapa Kapasitas Pengolahan Sampah PSEL Wangneng?
Fasilitas pengolahan dari Wangneng Environment ditargetkan mampu mengeksekusi sedikitnya 1.500 ton limbah harian.
Angka ini dinilai cukup krusial dan signifikan, mengingat produksi sampah harian dari seluruh kecamatan di Kota Bekasi kini menembus angka 1.800 ton.
”Apa yang menjadi harapan kita, baik dari Danantara, Pemerintah Kota Bekasi maupun warga, agar sampah Kota Bekasi yang mencapai 1.800 ton per hari dapat berkurang. Wangneng memiliki kesiapan mengelola sekitar 1.500 ton sampah per hari menjadi energi listrik,” katanya.
Bagaimana Kesiapan Pemkot dan Target Wali Kota Bekasi?
Pemkot Bekasi menaruh harapan besar agar beban lingkungan ini lekas tertangani secara representatif oleh pihak swasta yang berpengalaman.
Keinginan Wali Kota Bekasi juga sejalan dengan target ambisius agar infrastruktur PSEL mampu menangani porsi terbesar dari total volume produksi sampah daerah.
”Target Pak Wali Kota memang 1.500 ton. Kalau bisa Wangneng mengelola 1.400 sampai 1.500 ton per hari. Dari hasil peninjauan, mereka memiliki kesiapan untuk itu,” jelas politisi asal PKS tersebut.
Menurut Latu, metode modern yang diaplikasikan di luar negeri dapat diadaptasi untuk membawa manfaat nyata di tingkat daerah.
“Kami melihat pengelolaan di sana sangat representatif. Apa yang dilakukan Pemerintah China melalui pengelolaan sampah oleh pihak swasta sangat luar biasa. Jika diterapkan di Kota Bekasi, tentu menjadi keuntungan bagi masyarakat dan pemerintah daerah,” ujarnya.
Siapa yang Mengawasi Proyek PSEL di Kota Bekasi?
Pengawasan ketat secara berjenjang akan diberlakukan sejak proses pembangunan hingga operasional, melibatkan pemerintah pusat maupun daerah.
DPRD Kota Bekasi berkomitmen untuk mengawal penuh pelaksanaan proyek infrastruktur vital ini agar tidak menyisakan masalah lingkungan baru di masa depan.
”Kami dari DPRD akan melakukan pengawasan. Memang nantinya pengawasan juga dilakukan oleh pemerintah pusat melalui kementerian terkait, tetapi kami akan mengawasi seluruh kewenangan yang menjadi bagian Pemerintah Kota Bekasi,” pungkasnya.
Hadirnya fasilitas PSEL di Kota Bekasi diharapkan bukan lagi sekadar wacana, melainkan langkah aksi yang nyata untuk menyelamatkan tata ruang kota dari krisis darurat sampah di kawasan Bantargebang.
Bagaimana tanggapan Anda mengenai rencana proyek pengolahan sampah PSEL ini? Bagikan artikel ini ke media sosial Anda dan baca terus portal berita terpercaya RakyatBekasi.Com untuk mendapatkan informasi eksklusif lainnya seputar kebijakan publik di Kota Bekasi.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







