Poin Utama:
- Proyek Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Stasiun Bekasi di Jalan Ir. H. Juanda gagal rampung sesuai target awal pada akhir Juni 2026.
- Pelemahan rupiah terhadap dolar AS dan kendala teknis lapangan menjadi faktor utama keterlambatan.
- Progres fisik bangunan saat ini telah mencapai 75–80 persen, berfokus pada pemasangan lantai dan tangga.
- Pemkot Bekasi segera memanggil pelaksana proyek dan menargetkan penyelesaian maksimal dalam 2 bulan ke depan.
Pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di area Stasiun Bekasi, tepatnya di Jalan Ir. H. Juanda, Kelurahan Marga Mulya, Kecamatan Bekasi Utara, dipastikan meleset dari jadwal.
Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Pemkot Bekasi sebelumnya memproyeksikan infrastruktur pengurai kemacetan ini rampung pada akhir Juni 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, lonjakan nilai tukar dolar dan temuan sejumlah masalah teknis di lapangan memaksa tenggat waktu proyek mundur hingga dua bulan.
Mengapa Proyek JPO Stasiun Bekasi Gagal Rampung Tepat Waktu?
Keterlambatan penyelesaian infrastruktur JPO Stasiun Bekasi utamanya dipicu oleh fluktuasi ekonomi makro yang berimbas pada belanja material, serta tantangan operasional harian.
Kepala DBMSDA Kota Bekasi, Idi Sutanto, membenarkan bahwa target optimis penyelesaian pada akhir Juni tidak dapat terealisasi.
”Memang dulu rencana awal kita, target optimis kan akhir Juni selesai, saya pernah statement juga kan. Nah, namun kan memang seiring berjalan waktu kan ada beberapa persoalan lah. Ternyata mungkin kan dolar-nya juga naik, terus mungkin apa kemarin di lapangan juga masih ada beberapa masalah,” kata Idi Sutanto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Jumat (03/07/2026).
Kapan JPO Stasiun Bekasi Selesai dan Bisa Digunakan?
Meski meleset dari target Juni, Pemkot Bekasi memastikan pengerjaan proyek tetap berjalan dan ditargetkan rampung paling lambat dalam dua bulan ke depan. Secara fisik, progres pembangunan telah mencapai angka 75 hingga 80 persen.
Saat ini, kontraktor memfokuskan pekerjaan pada tahap penyelesaian akhir (finishing). Beberapa detail pengerjaan yang tersisa meliputi:
- Pemasangan lantai lintasan pejalan kaki.
- Pembuatan dan perakitan struktur tangga utama.
- Persiapan ruang bagi fasilitas pendukung.
”Ini kita lagi mau panggil pihak pelaksananya nanti mungkin minggu depan, kita update schedule perubahannya untuk kepastian kapan selesainya. Biasalah kalau molor-molor tapi masih on the track sih, masih kerja kok dia,” jelas Idi.
Apakah JPO Stasiun Bekasi Dilengkapi Fasilitas Lift?
Pemkot Bekasi telah merencanakan pengadaan lift guna menunjang aksesibilitas masyarakat berkebutuhan khusus.
Fasilitas ini dinilai sangat krusial agar JPO ramah bagi penyandang disabilitas, lansia, maupun pengguna kursi roda yang kerap kesulitan melintas di jalan raya yang padat.
”Dan nantinya turut direncanakan dilengkapi lift untuk membantu penyandang disabilitas, lansia, dan pengguna kursi roda. Namun, untuk hal itu masih menunggu kepastian apakah dapat diakomodasi dalam pelaksanaan proyek atau tidak,” sambungnya.
Kehadiran JPO ini amat dinanti warga tidak hanya untuk menjamin keselamatan pejalan kaki, tetapi juga memecah volume kepadatan lalu lintas yang kerap mengular di depan Stasiun Bekasi setiap jam sibuk.
Kejelasan nasib serta kepastian operasional JPO Stasiun Bekasi kini bergantung pada hasil evaluasi antara DBMSDA dan pihak pelaksana proyek pada pekan depan. Publik tentu berharap tidak ada lagi penundaan agar fasilitas umum tersebut bisa segera dimanfaatkan.
Bagaimana pendapat Anda mengenai molornya penyelesaian proyek JPO Stasiun Bekasi ini? Sampaikan tanggapan Anda di kolom komentar dan bagikan artikel ini. Pantau terus pembaruan berita infrastruktur dan layanan publik Pemkot Bekasi hanya di RakyatBekasi.Com.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







