Skandal SPMB Kota Bekasi 2026, GMNI: Batalkan Siswa Jalur Siluman dan Titipan Anggota DPRD

- Jurnalis

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam GMNI menggelar aksi unjuk rasa menuntut transparansi pelaksanaan SPMB 2026 di depan gerbang Gedung B Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi, Kamis (16/07/2026). Tampak aparat kepolisian mengawal ketat jalannya penyampaian aspirasi.

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam GMNI menggelar aksi unjuk rasa menuntut transparansi pelaksanaan SPMB 2026 di depan gerbang Gedung B Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi, Kamis (16/07/2026). Tampak aparat kepolisian mengawal ketat jalannya penyampaian aspirasi.

  • ​Puluhan mahasiswa GMNI berunjuk rasa di depan Gedung B Kantor Disdik Kota Bekasi pada Kamis (16/07/2026).
  • ​Massa menuntut transparansi, objektivitas, dan pengusutan tuntas dugaan kecurangan sistem penerimaan murid baru (SPMB) 2026.
  • ​Terdapat desakan keras untuk membatalkan ‘jalur siluman’ dan mencopot PLT Kadisdik Kota Bekasi.
  • ​Aksi berjalan kondusif dengan pengawalan aparat kepolisian, meski sempat memicu antrean kendaraan di sekitar lokasi.

Puluhan mahasiswa dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Komisariat Ubhara Jaya menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung B Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi, Kamis (16/07/2026).

Aksi unjuk rasa ini dipicu oleh dugaan kecurangan dan minimnya transparansi dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026.

Massa mendesak agar praktik manipulasi data dan ‘jalur siluman’ segera diusut tuntas demi menyelamatkan wajah pendidikan di Kota Patriot.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Mengapa Mahasiswa Demo di Disdik Kota Bekasi?

​Aksi turun ke jalan ini terjadi sebagai bentuk akumulasi kekecewaan atas pelaksanaan SPMB 2026 yang dinilai sarat dengan dugaan penyimpangan.

Massa aksi dari GMNI menyoroti lambatnya respons penyelenggara terhadap keluhan masyarakat terkait indikasi ketidakadilan penerimaan siswa baru.

​“Kami hadir untuk menyuarakan aspirasi masyarakat. Pendidikan harus bersih, transparan, objektif, dan tidak boleh ada ruang bagi siapa pun yang mencoba mencederai keadilan dalam proses penerimaan siswa baru,” kata Rafi kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di sela-sela aksi, Kamis (16/07/2026).

​Menurut Rafi selaku koordinator aksi, masyarakat memiliki hak penuh untuk mendapatkan kepastian hukum dan keterbukaan informasi.

Setiap tahapan penerimaan siswa baru, tegasnya, wajib mematuhi peraturan perundang-undangan demi menjaga prinsip keadilan, bukan justru menjadi ladang transaksi oknum yang tidak bertanggung jawab.

​Apa Saja Tuntutan Aksi GMNI Terkait SPMB 2026?

​Di bawah terik matahari, massa secara bergantian menyuarakan orasi menggunakan pengeras suara dan membentangkan spanduk protes.

Merujuk pada fakta di lapangan dan seruan aksi yang dibawa, terdapat sejumlah tuntutan tajam yang ditujukan langsung kepada Pemkot Bekasi.

​Berikut adalah sejumlah tuntutan krusial dari massa aksi GMNI:

  • ​Mengusut tuntas dugaan skandal kecurangan pelaksanaan SPMB 2026 di tubuh Disdik Kota Bekasi.
  • ​Memberantas oknum yang diduga terlibat dalam manipulasi data penerimaan peserta didik baru.
  • ​Membatalkan seluruh siswa yang lolos melalui ‘jalur siluman’ atau praktik titipan, termasuk dugaan intervensi dari oknum Anggota DPRD.
  • ​Mendesak pencopotan PLT Kadisdik Kota Bekasi, Chondro Wibowo, karena dinilai gagal dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya.
  • ​Meminta aparat penegak hukum segera mengusut dan menindaklanjuti laporan masyarakat secara profesional jika ditemukan pelanggaran pidana.

​Bagaimana Respons Disdik Kota Bekasi terhadap Aksi Ini?

​Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Pendidikan Kota Bekasi belum memberikan tanggapan resmi ke hadapan publik atas rentetan aspirasi yang disampaikan massa GMNI.

Pintu gerbang utama Gedung B Disdik tampak tertutup dan dijaga ketat oleh aparat kepolisian serta Satpol PP guna menjaga kondusivitas.

​Unjuk rasa yang melibatkan puluhan mahasiswa ini sempat menimbulkan perlambatan arus lalu lintas di sekitar area Kantor Disdik Kota Bekasi, namun situasi tetap dapat dikendalikan.

Aparat gabungan terus bersiaga memastikan ketertiban umum tidak terganggu selama penyampaian pendapat berlangsung.

​Sebelumnya, Pemkot Bekasi melalui Disdik sempat menyatakan komitmennya untuk menyelenggarakan SPMB yang objektif, transparan, akuntabel, bebas pungli, serta bebas gratifikasi.

Pemkot juga mengaku telah membuka kanal pengaduan bagi masyarakat jika menemukan indikasi pelanggaran, meski pembuktian akhirnya tetap menjadi ranah aparat penegak hukum berdasarkan asas praduga tak bersalah.

Publik kini menanti langkah konkret dari Pemkot Bekasi untuk menjawab tantangan transparansi ini dengan tindakan nyata, bukan sekadar janji di atas kertas. Dunia pendidikan tidak boleh dijadikan arena kompromi bagi kepentingan segelintir pihak.

​Bagaimana tanggapan Anda mengenai sengkarut pelaksanaan SPMB di Kota Bekasi tahun ini? Bagikan artikel ini untuk mengawal isu pendidikan di kota kita dan tinggalkan komentar Anda di bawah. Baca terus update berita Bekasi terbaru hanya di RakyatBekasi.com!


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jika Tak Berani Usut Tuntas Mafia SPMB 2026, GMNI Desak Wali Kota Bekasi Pakai Rok Saja
Pemkot Bekasi Tolak Bela Pejabat Tersangka Pungli MCK Pasar Bantargebang!
Kejari Bekasi Libatkan Ahli Forensik Bongkar Pungli MCK Pasar Bantargebang
Bekasi Utara Peringkat Kelima Penjudi Online Terbanyak se-Jabodetabek! Ini Kata Wali Kota Tri Adhianto
Celah Kecurangan Terbuka Lebar, Zonasi SPMB Kota Bekasi Nodai Akal Sehat
Target Tuntas Akhir September, JPO Stasiun Bekasi Bakal Dilengkapi Lift
Kasus Pungli MCK Pasar Bantargebang: Kejari Bidik Tersangka Baru!
Cacat Logika Plt Kadisdik Jadi Lelucon, Pengamat Desak Aparat Usut Mafia SPMB Kota Bekasi!
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 20:10 WIB

Jika Tak Berani Usut Tuntas Mafia SPMB 2026, GMNI Desak Wali Kota Bekasi Pakai Rok Saja

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:58 WIB

Skandal SPMB Kota Bekasi 2026, GMNI: Batalkan Siswa Jalur Siluman dan Titipan Anggota DPRD

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:55 WIB

Pemkot Bekasi Tolak Bela Pejabat Tersangka Pungli MCK Pasar Bantargebang!

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:28 WIB

Kejari Bekasi Libatkan Ahli Forensik Bongkar Pungli MCK Pasar Bantargebang

Kamis, 16 Juli 2026 - 12:55 WIB

Bekasi Utara Peringkat Kelima Penjudi Online Terbanyak se-Jabodetabek! Ini Kata Wali Kota Tri Adhianto

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x