- Pelaksanaan ground breaking Proyek Strategis Nasional (PSN) Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kelurahan Sumurbatu, Kecamatan Bantargebang, dijadwalkan pada Selasa, 4 Agustus 2026.
- Proyek sempat tertunda akibat kesiapan lahan operasional yang belum memadai untuk alat berat.
- Pemkot Bekasi tengah mengebut tahap kedua pematangan lahan dengan alokasi anggaran mencapai hampir Rp25 Miliar.
- Rapat lintas kementerian, termasuk Menko Pangan, masih membahas kepastian kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam agenda peresmian tersebut.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto memastikan pelaksanaan ground breaking (peletakan batu pertama) Proyek Strategis Nasional (PSN) Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kelurahan Sumurbatu, Kecamatan Bantargebang, akan dilangsungkan awal Agustus mendatang.
Sempat mengalami penundaan akibat minimnya kesiapan lahan operasional, kini Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mengebut proses pematangan area.
Puncak peresmian mega proyek penanganan limbah ini dijadwalkan secara teknis pada Selasa, 4 Agustus 2026, jika seluruh persiapan berjalan lancar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kejar Target, Persiapan Ground Breaking PSEL oleh Wali Kota Bekasi
Pengerjaan tahap awal untuk PSEL Bantargebang kini berfokus penuh pada pematangan area konstruksi.
Tahapan ini sangat krusial agar alat berat dan instalasi pengolahan limbah berskala besar dapat dibangun di atas struktur tanah yang solid.
”Hari ini kan tinggal proses, kemarin yang kurang adalah pematangan lahan. Mudah-mudahan hari ini akan ditetapkan pematangan tahap yang kedua, Nilainya kurang lebih hampir Rp 25 Miliar. Dan mudah-mudahan besok sudah bisa dilakukan pekerjaan di lapangan,” kata Wali Kota Bekasi Tri Adhianto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di Gedung Plaza Pemkot Bekasi, Senin (27/07/2026).
Guna mengejar ketertinggalan waktu, instansi terkait diminta mempercepat birokrasi dan pengerjaan fisik. Wali Kota Bekasi menegaskan bahwa tenggat waktu awal bulan depan harus terealisasi.
”Sehingga targetnya, mudah-mudahan tanggal 4 Agustus tidak mundur lagi terkait dengan groundbreaking yang sudah direncanakan,” sambungnya.
Mengapa Ground Breaking PSEL Bantargebang Sempat Tertunda?
Penundaan proyek pengelolaan sampah ini murni karena kendala teknis kesiapan kontur tanah di lapangan, bukan persoalan administratif.
Pematangan lahan untuk infrastruktur sekelas PSN membutuhkan standarisasi tinggi sebelum bangunan utama didirikan, sehingga Pemkot Bekasi harus menganggarkan pengerjaan tahap kedua senilai hampir Rp25 Miliar.
Apakah Presiden Prabowo Subianto Akan Hadir di Bantargebang?
Belum ada kepastian mutlak mengenai kehadiran Kepala Negara dalam seremoni ground breaking PSEL Bantargebang, mengingat agenda ini masih dikoordinasikan secara lintas sektoral di tingkat pusat.
”Saya enggak tahu, karena hari ini kan nanti baru rapat lagi nih. Rapat finalnya nanti siang jam 4 di Menko Pangan,” katanya.
Secara teknis administratif, kepanitiaan acara peresmian di tingkat dinas terus berjalan tanpa hambatan. Koordinasi jadwal telah dirumuskan secara internal untuk menyambut awal bulan depan.
”Aku udah tahu tapi tanggal pastinya masih dirahasiakan. Tpi pasti awal Agustus, Karena kami udah bahas mengenai acara untuk peresmian ground breaking,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi Kiswatiningsih kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com secara terpisah, Senin (27/07/2026).
Dengan berjalannya proses pematangan lahan tahap kedua, masyarakat Kecamatan Bantargebang tentu berharap mega proyek PSEL ini dapat segera beroperasi tepat waktu.
Fasilitas ini diproyeksikan menjadi solusi nyata nan modern dalam menekan volume tumpukan sampah yang terus menggunung di Kota Bekasi.
Bagaimana tanggapan Anda tentang dimulainya proyek energi ramah lingkungan di Bantargebang ini? Bagikan opini Anda di kolom komentar dan pastikan untuk terus membaca update berita seputar kebijakan dan infrastruktur terbaru hanya di RakyatBekasi.Com!
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.






