Proyek TOD Stasiun Bekasi Extension Dimulai, Wali Kota Tri Adhianto Kebut Integrasi Angkutan

- Jurnalis

Senin, 27 Juli 2026 - 10:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infografis TOD Stasiun Bekasi Extension.

Infografis TOD Stasiun Bekasi Extension.

  • ​Pembangunan kawasan Transit Oriented Development (TOD) Stasiun Bekasi Extension senilai Rp78 miliar resmi dimulai usai groundbreaking.
  • ​Pemkot Bekasi fokus mengintegrasikan angkutan lanjutan seperti Trans Patriot, Angkot, dan Ojol dengan stasiun baru.
  • ​Proyek infrastruktur yang menghubungkan stasiun dan pusat keramaian via skybridge ini ditargetkan rampung dalam waktu 1,5 tahun.
  • ​Bertujuan menjadi solusi jangka panjang pengurai kemacetan di kawasan Bekasi Utara dan sekitarnya.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi kini dihadapkan pada tugas besar untuk menyiapkan jaringan transportasi terintegrasi menyusul dimulainya pembangunan kawasan Transit Oriented Development (TOD) di Summarecon Stasiun Bekasi Extension, Marga Mulya, Bekasi Utara.

Proyek infrastruktur senilai Rp78 miliar ini resmi beroperasi usai peletakan batu pertama oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono pada Jumat (24/07/2026) lalu.

Kehadiran kawasan terpadu ini menuntut Pemkot Bekasi agar segera menyiapkan angkutan lanjutan (feeder) yang efektif guna melayani mobilitas warga secara komprehensif.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Wali Kota Bekasi Soroti Pentingnya Transportasi Lanjutan di Kawasan TOD

​Mengapa Integrasi Transportasi Menjadi PR Utama Pemkot Bekasi?

​Menyediakan transportasi lanjutan bagi pendatang maupun komuter merupakan tantangan paling krusial ketika sebuah kawasan TOD beroperasi.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menyadari penuh bahwa pembangunan fisik infrastruktur stasiun harus berjalan selaras dengan kesiapan armada penghubung untuk masyarakat.

​”Catatan tentu pada saat pendatang yang kemudian hadir di Kota Bekasi, tentu harus ada transportasi lanjutannya. Nah, itu yang saya kira masih menjadi PR (Pekerjaan Rumah),” kata Tri Adhianto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com usai pelaksanaan Apel Pagi di Gedung Plaza Pemkot Bekasi, Senin (27/07/2026).

​Lebih lanjut, Tri menegaskan bahwa Pemkot Bekasi terus mematangkan skema agar berbagai moda transportasi dapat saling terhubung di kawasan Summarecon tersebut.

Rencananya, kawasan ini juga akan didukung oleh integrasi Sky Train guna memudahkan pergerakan antarsimpul keramaian.

​Apa Saja Moda Transportasi yang Akan Terhubung di Stasiun Bekasi Extension?

​Kawasan TOD dirancang untuk memangkas jarak perpindahan penumpang menuju berbagai jenis angkutan umum yang sudah beroperasi di wilayah Kota Bekasi. Desain integrasi ini diyakini akan memberikan nilai efisiensi mobilitas tinggi bagi para pengguna KRL.

​”Tapi mudah-mudahan secara desain lebih memudahkan terkait dengan kesiapan kawasan TOD-nya. Yang nantinya akan tetap terlayani oleh para angkutan umum yang memang hari ini sudah ada. Termasuk, dari Angkot, Ojol dan lain sebagainya. Dan juga Trans Patriot Bekasi Keren,” sambung Tri Adhianto.

​Bagaimana Dampak Proyek TOD Rp78 Miliar Ini bagi Warga Kota Bekasi?

​Proyek inisiasi Summarecon bersama PT KAI ini bukan sekadar penambahan peron atau bangunan stasiun, melainkan sebuah transformasi masif menuju tata kota yang modern.

Berikut adalah beberapa dampak langsung dari proyek yang ditargetkan selesai dalam 1,5 tahun ke depan:

  • Aksesibilitas Tinggi: Terhubung langsung dengan Stasiun Bekasi eksisting melalui fasilitas jembatan layang pejalan kaki (skybridge).
  • Efisiensi Gaya Hidup Urban: Menyatukan kawasan permukiman, pusat perbelanjaan, dan stasiun dalam satu area terpusat.
  • Mengurai Kemacetan: Mendorong peralihan masyarakat dari penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi publik yang saling terhubung.

Pembangunan kawasan TOD ini diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang dalam mengurai benang kusut kemacetan yang kerap menghantui kawasan penyangga ibu kota.

Integrasi yang mulus antara jalur kereta api dan angkutan kota tentu menjadi kunci suksesnya tata kota masa depan.

Bagaimana pendapat Anda tentang pembangunan Stasiun Bekasi Extension ini? Apakah layanan transportasi umum di lingkungan Anda sudah memadai? Tinggalkan komentar Anda di bawah dan bagikan artikel ini kepada warga Bekasi lainnya!


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Seorang Warga Polisikan Disdukcapil Kota Bekasi Gegara Terbitkan KK dengan Akta Cerai Palsu
Tegas! Bapenda Kota Bekasi Tarik Piutang Pajak Rp36 Miliar
Pematangan Lahan PSEL Bantargebang Tahap II Telan Rp25 Miliar
​Sempat Tertunda, PSEL Bantargebang Groundbreaking 4 Agustus
Pemkot Bekasi Targetkan Angka Pengangguran Turun di Bawah 7,3 Persen
Tak Disangka, Evakuasi Cincin jadi Salah Satu Layanan Tersibuk Disdamkarmat Kota Bekasi
Warga Perumnas 1 Desak Copot Lurah Kayuringin dan Kepala BPKAD
Wawali Dampingi AHY Resmikan Groundbreaking Stasiun Extension Bekasi di Kawasan Summarecon
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 11:47 WIB

Seorang Warga Polisikan Disdukcapil Kota Bekasi Gegara Terbitkan KK dengan Akta Cerai Palsu

Senin, 27 Juli 2026 - 11:12 WIB

Tegas! Bapenda Kota Bekasi Tarik Piutang Pajak Rp36 Miliar

Senin, 27 Juli 2026 - 10:53 WIB

Pematangan Lahan PSEL Bantargebang Tahap II Telan Rp25 Miliar

Senin, 27 Juli 2026 - 10:28 WIB

Proyek TOD Stasiun Bekasi Extension Dimulai, Wali Kota Tri Adhianto Kebut Integrasi Angkutan

Senin, 27 Juli 2026 - 09:58 WIB

​Sempat Tertunda, PSEL Bantargebang Groundbreaking 4 Agustus

Berita Terbaru

Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) Bapenda Kota Bekasi, Agustinus Prakoso, saat memaparkan capaian penarikan piutang pajak daerah sebesar Rp36 miliar di ruang kerjanya, Senin (27/07/2026). Bapenda segera menerjunkan jurusita untuk melakukan eksekusi penyitaan aset dan pemblokiran rekening bagi wajib pajak yang membandel. (Foto: RakyatBekasi.Com)

Bekasi

Tegas! Bapenda Kota Bekasi Tarik Piutang Pajak Rp36 Miliar

Senin, 27 Jul 2026 - 11:12 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x