Dilema Prabowo dan Manuver Jokowi: RUU Perampasan Aset Picu Perang Proksi

- Jurnalis

Rabu, 26 Agustus 2026 - 15:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi.

Ilustrasi.

  • ​Aksi massa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menuntut pengesahan regulasi perampasan aset pada Kamis (27/8/2026).
  • ​DPR RI menargetkan perumusan RUU rampung pada Desember 2026.
  • ​Tuntutan demonstran mencakup desakan reformasi kepolisian dan penggantian Kapolri.
  • ​Pengamat menilai isu ini memicu keretakan dan perang proksi elite politik nasional.

Eskalasi perpolitikan nasional kembali memanas menjelang aksi unjuk rasa besar-besaran oleh Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) pada Kamis (27/08/2026) mendatang di Jakarta.

Gelombang protes ekstra-parlementer ini secara tegas menuntut DPR RI agar segera mengesahkan regulasi penyitaan aset koruptor serta mendesak reformasi menyeluruh di tubuh Kepolisian.

Dinamika ini memunculkan spekulasi tajam di ruang publik mengenai adanya benturan kepentingan antara gerbong politik pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dengan sisa kekuatan rezim Joko Widodo.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Implikasi Politik RUU Perampasan Aset bagi Rezim Pemerintahan

​”Rakyat pada dasarnya tidak dirugikan dengan UU semacam itu, karena memang rakyat tidak punya banyak aset. Dapat disimpulkan isu UU ini merupakan pertarungan antar elit politik dan ekonomi,” kata Pengamat Gerakan Massa, Syahrul E Dasopang kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangan tertulisnya, Rabu (26/08/2026).

​Mengapa RUU Perampasan Aset Menjadi Arena Perang Proksi Elite Politik?

​Pengesahan instrumen hukum perampasan aset berpotensi besar menjadi senjata pamungkas untuk mengeliminasi kelompok oposisi maupun elite pesaing.

Situasi politik saat ini sangat rentan karena susunan kabinet Presiden Prabowo masih diwarnai oleh loyalis Jokowi yang dinilai cenderung pro-oligarki.

Akibatnya, kelompok elite saling mencurigai dan menggunakan gerakan massa di akar rumput sebagai proksi atau alat pelindung kepentingan mereka.

​Dampak Apa yang Ditimbulkan dari Aksi Massa AMPB pada 27 Agustus 2026?

​Gerakan massa sipil seperti AMPB diprediksi mampu menggeser keseimbangan status quo perpolitikan nasional tanpa harus bergantung pada afiliasi partai politik resmi.

Organisasi independen yang sebelumnya sukses melengserkan mantan Bupati Pati, Sadewo, kini memperluas jangkauan tekanannya ke level nasional.

Target utama dari desakan massa militan ini mencakup tiga poin krusial:

  • ​Pengesahan RUU Perampasan Aset sebelum akhir tahun 2026.
  • ​Pembenahan dan reformasi struktural di tubuh Polri.
  • ​Evaluasi kinerja dan tuntutan penggantian Kapolri.

​Bagaimana Respons DPR RI Menghadapi Desakan Massa Tersebut?

​Ketua Komisi III DPR RI langsung merespons tekanan ini dengan menyatakan komitmen untuk merampungkan undang-undang tersebut pada target penyelesaian Desember 2026.

Sikap tanggap dari parlemen di Senayan ini mengindikasikan bahwa kekuatan mobilisasi massa yang dimotori AMPB sangat diperhitungkan secara faktual.

Meskipun demikian, publik masih menunggu langkah nyata dari legislatif agar isu ini tidak sekadar menjadi alat tarik-ulur komoditas politik antarfaksi semata.

Praktik adu domba dan eksploitasi rakyat demi merebut pengaruh politik hanyalah warisan kolonial yang menghambat kemajuan demokrasi bangsa.

Publik kini menanti ketegasan Presiden Prabowo dalam menjaga independensi kabinetnya dari rongrongan kepentingan elite yang ingin mengamankan aset kekayaannya sendiri.

​Mari suarakan kepedulian Anda terhadap tata kelola pemerintahan yang bersih! Bagikan artikel ini, berikan tanggapan di kolom komentar, dan ikuti Saluran WhatsApp RakyatBekasi [Follow WhatsApp Channel RakyatBekasi di sini] agar selalu update dengan berita politik terkini.


Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Penulis : Syahrul E Dasopang

Editor : Bung Ewox

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bakal Jadi Nama Kapal Induk TNI AL, Inilah Sejarah Kerajaan Sriwijaya Penguasa Tol Laut Kuno Nusantara
Puluhan Ribu Anak Jadi Korban, LBH Fraksi ’98 Soroti Kasus Keracunan MBG Sebagai Kejahatan Negara
Aniesfobia Jelang Pilpres 2029: Mengapa Rezim Takut pada Anies?
Buku ‘Islam Ala Prabowo’ Disebut Sekadar Kosmetik Politik dan Cuci Tangan Sejarah
Pesan Abu Vulkanik Krakatau: Alarm Keras Alam untuk Kaum Politisi yang Gila Kuasa
Menguak Sejarah Intelijen Indonesia: Kisah Jenderal Soemitro Tegur Keras Ali Moertopo karena Isu Cawe-Cawe Kekuasaan
Panas! Musda Golkar Kota Bekasi Jadi Bola Liar, Pertarungan Dua Srikandi Bikin Penguasa Ketar-ketir
Mengupas Tuntas Politik Gerakan Islam: Dari Target Intelijen Orde Baru Hingga Terjebak Jadi Proksi Kekuasaan
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 05:36 WIB

Bakal Jadi Nama Kapal Induk TNI AL, Inilah Sejarah Kerajaan Sriwijaya Penguasa Tol Laut Kuno Nusantara

Selasa, 15 September 2026 - 05:18 WIB

Puluhan Ribu Anak Jadi Korban, LBH Fraksi ’98 Soroti Kasus Keracunan MBG Sebagai Kejahatan Negara

Kamis, 10 September 2026 - 05:42 WIB

Aniesfobia Jelang Pilpres 2029: Mengapa Rezim Takut pada Anies?

Selasa, 8 September 2026 - 13:02 WIB

Buku ‘Islam Ala Prabowo’ Disebut Sekadar Kosmetik Politik dan Cuci Tangan Sejarah

Selasa, 8 September 2026 - 10:27 WIB

Pesan Abu Vulkanik Krakatau: Alarm Keras Alam untuk Kaum Politisi yang Gila Kuasa

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x