Awas Hoaks AI Tunggangi Aksi Demonstrasi 27 Agustus 2026

- Jurnalis

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum DPP Persaudaraan PENA, Achmad Suhawi, saat memberikan peringatan keras kepada publik terkait ancaman provokasi hoaks dan manipulasi AI menjelang demonstrasi esok hari, Rabu (26/08/2026).

Ketua Umum DPP Persaudaraan PENA, Achmad Suhawi, saat memberikan peringatan keras kepada publik terkait ancaman provokasi hoaks dan manipulasi AI menjelang demonstrasi esok hari, Rabu (26/08/2026).

  • ​Maraknya hoaks berbasis Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) berpotensi merusak demokrasi jelang demonstrasi.
  • ​Ancaman anarkisme sengaja dipicu untuk mengganggu Kamtibmas dan program strategis pemerintah pusat.
  • ​Terdapat dugaan kuat bahwa ‘kelompok serakahnomik’ (koruptor) sengaja menunggangi aksi guna menghindari perampasan aset.
  • ​DPP Persaudaraan PENA mengimbau masyarakat menjaga kondusifitas dan tak terprovokasi demi kedaulatan bangsa.

Ketua Umum DPP Persaudaraan PENA, Achmad Suhawi, mengeluarkan peringatan keras terkait maraknya aksi provokasi dan penyebaran hoaks di media sosial menjelang demonstrasi esok hari.

Kampanye hitam yang memanfaatkan algoritma serta kecerdasan buatan ini dinilai sebagai upaya terstruktur untuk merusak ekosistem demokrasi di Indonesia.

Peringatan tersebut dikeluarkan guna memastikan stabilitas keamanan dan kelancaran program pembangunan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto tetap terjaga dengan baik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Ancaman Hoaks AI Jelang Aksi 27 Agustus 2026

​Mengapa Konten Provokasi Sangat Berbahaya Jelang Demonstrasi?

​Konten manipulatif yang tersebar di ruang digital dirancang secara khusus untuk memicu kemarahan publik dan mengganggu ketertiban umum. Pola ini sangat rentan memicu tindakan vandalisme di lapangan.

​”Sedang marak terjadi aksi provokasi dan hoaks diberbagai platform sosial media, yang kontennya berisi ajakan agar melakukan perbuatan yang dapat merusak ekosistem demokrasi dengan cara mengganggu ketertiban masyarakat, aksi anarkisme, vandalisme, dan sejumlah perbuatan yang bisa mengganggu KAMTIBMAS, program strategis dan jalannya pemerintahan,” kata Achmad Suhawi kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Rabu (26/08/2026).

​Pihaknya juga menyoroti penggunaan teknologi canggih oleh oknum tidak bertanggung jawab. “Kami berharap agar masyarakat mewaspadai kontent – kontent hasil rekayasa Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Think (IoT) yang dikelola melalui Algoritma dan Engagement agar berdemonstrasi tanggal 27 Agustus 2026,” sambungnya.

​Apa Dampak Penyebaran Hoaks Terhadap Kerukunan Bangsa?

​Provokasi digital berpotensi membelah persatuan antaretnis dan mengancam stabilitas ekonomi nasional yang tengah dibangun oleh pemerintah saat ini. Oleh karena itu, kewaspadaan kolektif menjadi kunci utama.

​”Oleh karena itu DPP Persaudaraan PENA menyerukan kepada setiap elemen etnis dan kedaerahan di seluruh Indonesia agar tidak turut menyebarluaskan aksi – aksi hoaks, hasut, provokasi dan fitnah yang ditebar untuk memecah belah kerukunan dan ketentraman bangsa Indonesia dalam rangka mewujudkan kemandirian ekonomi dan kedaulatan bangsa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto,” tegasnya.

​Penyampaian aspirasi sejatinya adalah hak konstitusional, namun harus dilakukan sesuai koridor hukum.

“DPP Persaudaraan PENA mengharapkan agar penyampaian aspirasi dilakukan dengan tertib, damai, substantif dan menjaga kondusifitas pembangunan agar tidak ditunggangi oleh kelompok – kelompok serakahnomik yang rakus,” papar Suhawi.

​Siapa Kelompok ‘Serakahnomik’ di Balik Layar?

​Aktor intelektual di balik provokasi ini diyakini berasal dari kalangan koruptor dan mafia ekonomi yang merasa posisinya terancam oleh ketegasan penegak hukum.

​Menurut alumni GMNI ini, kelompok tersebut memiliki motif ekonomi yang kuat. “Kelompok serakahnomik sedang berupaya menyelamatkan diri dari perampasan aset koruptor yang sedang dilancarkan oleh pemerintah, para pelaku underpricing & underinvoicing makin tersudut,” ungkapnya.

​Demonstrasi massal dilihat sebagai celah terbaik bagi mereka untuk melarikan diri dari jerat hukum.

“Karena itu kami menduga kelompok – kelompok tersebut bermaksud menunggangi aksi 27 Agustus 2026, agar bisa kabur, menyembunyikan aset hasil perampokan atas kekayaan Indonesia selama ini,” pungkas Suhawi.

Masyarakat diimbau untuk tidak mudah menelan mentah-mentah informasi yang beredar di media sosial, serta selalu melakukan verifikasi (cek fakta) sebelum membagikan sebuah berita.

Stabilitas nasional dan kerukunan warga merupakan prioritas utama yang tidak boleh dikorbankan demi kepentingan segelintir elite politik atau mafia ekonomi.

​Ingin mendapatkan informasi terkini, objektif, dan terpercaya seputar kebijakan publik dan isu strategis lainnya? Jangan lupa ikuti Saluran WhatsApp RakyatBekasi di [Sini] agar Anda selalu update dengan berita-berita pilihan kami.


Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bakal Jadi Nama Kapal Induk TNI AL, Inilah Sejarah Kerajaan Sriwijaya Penguasa Tol Laut Kuno Nusantara
Puluhan Ribu Anak Jadi Korban, LBH Fraksi ’98 Soroti Kasus Keracunan MBG Sebagai Kejahatan Negara
Aniesfobia Jelang Pilpres 2029: Mengapa Rezim Takut pada Anies?
Buku ‘Islam Ala Prabowo’ Disebut Sekadar Kosmetik Politik dan Cuci Tangan Sejarah
Pesan Abu Vulkanik Krakatau: Alarm Keras Alam untuk Kaum Politisi yang Gila Kuasa
Menguak Sejarah Intelijen Indonesia: Kisah Jenderal Soemitro Tegur Keras Ali Moertopo karena Isu Cawe-Cawe Kekuasaan
Panas! Musda Golkar Kota Bekasi Jadi Bola Liar, Pertarungan Dua Srikandi Bikin Penguasa Ketar-ketir
Mengupas Tuntas Politik Gerakan Islam: Dari Target Intelijen Orde Baru Hingga Terjebak Jadi Proksi Kekuasaan
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 05:36 WIB

Bakal Jadi Nama Kapal Induk TNI AL, Inilah Sejarah Kerajaan Sriwijaya Penguasa Tol Laut Kuno Nusantara

Selasa, 15 September 2026 - 05:18 WIB

Puluhan Ribu Anak Jadi Korban, LBH Fraksi ’98 Soroti Kasus Keracunan MBG Sebagai Kejahatan Negara

Kamis, 10 September 2026 - 05:42 WIB

Aniesfobia Jelang Pilpres 2029: Mengapa Rezim Takut pada Anies?

Selasa, 8 September 2026 - 13:02 WIB

Buku ‘Islam Ala Prabowo’ Disebut Sekadar Kosmetik Politik dan Cuci Tangan Sejarah

Selasa, 8 September 2026 - 10:27 WIB

Pesan Abu Vulkanik Krakatau: Alarm Keras Alam untuk Kaum Politisi yang Gila Kuasa

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x