- Maraknya hoaks berbasis Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) berpotensi merusak demokrasi jelang demonstrasi.
- Ancaman anarkisme sengaja dipicu untuk mengganggu Kamtibmas dan program strategis pemerintah pusat.
- Terdapat dugaan kuat bahwa ‘kelompok serakahnomik’ (koruptor) sengaja menunggangi aksi guna menghindari perampasan aset.
- DPP Persaudaraan PENA mengimbau masyarakat menjaga kondusifitas dan tak terprovokasi demi kedaulatan bangsa.
Ketua Umum DPP Persaudaraan PENA, Achmad Suhawi, mengeluarkan peringatan keras terkait maraknya aksi provokasi dan penyebaran hoaks di media sosial menjelang demonstrasi esok hari.
Kampanye hitam yang memanfaatkan algoritma serta kecerdasan buatan ini dinilai sebagai upaya terstruktur untuk merusak ekosistem demokrasi di Indonesia.
Peringatan tersebut dikeluarkan guna memastikan stabilitas keamanan dan kelancaran program pembangunan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto tetap terjaga dengan baik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ancaman Hoaks AI Jelang Aksi 27 Agustus 2026
Mengapa Konten Provokasi Sangat Berbahaya Jelang Demonstrasi?
Konten manipulatif yang tersebar di ruang digital dirancang secara khusus untuk memicu kemarahan publik dan mengganggu ketertiban umum. Pola ini sangat rentan memicu tindakan vandalisme di lapangan.
”Sedang marak terjadi aksi provokasi dan hoaks diberbagai platform sosial media, yang kontennya berisi ajakan agar melakukan perbuatan yang dapat merusak ekosistem demokrasi dengan cara mengganggu ketertiban masyarakat, aksi anarkisme, vandalisme, dan sejumlah perbuatan yang bisa mengganggu KAMTIBMAS, program strategis dan jalannya pemerintahan,” kata Achmad Suhawi kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Rabu (26/08/2026).
Pihaknya juga menyoroti penggunaan teknologi canggih oleh oknum tidak bertanggung jawab. “Kami berharap agar masyarakat mewaspadai kontent – kontent hasil rekayasa Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Think (IoT) yang dikelola melalui Algoritma dan Engagement agar berdemonstrasi tanggal 27 Agustus 2026,” sambungnya.
Apa Dampak Penyebaran Hoaks Terhadap Kerukunan Bangsa?
Provokasi digital berpotensi membelah persatuan antaretnis dan mengancam stabilitas ekonomi nasional yang tengah dibangun oleh pemerintah saat ini. Oleh karena itu, kewaspadaan kolektif menjadi kunci utama.
”Oleh karena itu DPP Persaudaraan PENA menyerukan kepada setiap elemen etnis dan kedaerahan di seluruh Indonesia agar tidak turut menyebarluaskan aksi – aksi hoaks, hasut, provokasi dan fitnah yang ditebar untuk memecah belah kerukunan dan ketentraman bangsa Indonesia dalam rangka mewujudkan kemandirian ekonomi dan kedaulatan bangsa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto,” tegasnya.
Penyampaian aspirasi sejatinya adalah hak konstitusional, namun harus dilakukan sesuai koridor hukum.
“DPP Persaudaraan PENA mengharapkan agar penyampaian aspirasi dilakukan dengan tertib, damai, substantif dan menjaga kondusifitas pembangunan agar tidak ditunggangi oleh kelompok – kelompok serakahnomik yang rakus,” papar Suhawi.
Siapa Kelompok ‘Serakahnomik’ di Balik Layar?
Aktor intelektual di balik provokasi ini diyakini berasal dari kalangan koruptor dan mafia ekonomi yang merasa posisinya terancam oleh ketegasan penegak hukum.
Menurut alumni GMNI ini, kelompok tersebut memiliki motif ekonomi yang kuat. “Kelompok serakahnomik sedang berupaya menyelamatkan diri dari perampasan aset koruptor yang sedang dilancarkan oleh pemerintah, para pelaku underpricing & underinvoicing makin tersudut,” ungkapnya.
Demonstrasi massal dilihat sebagai celah terbaik bagi mereka untuk melarikan diri dari jerat hukum.
“Karena itu kami menduga kelompok – kelompok tersebut bermaksud menunggangi aksi 27 Agustus 2026, agar bisa kabur, menyembunyikan aset hasil perampokan atas kekayaan Indonesia selama ini,” pungkas Suhawi.
Masyarakat diimbau untuk tidak mudah menelan mentah-mentah informasi yang beredar di media sosial, serta selalu melakukan verifikasi (cek fakta) sebelum membagikan sebuah berita.
Stabilitas nasional dan kerukunan warga merupakan prioritas utama yang tidak boleh dikorbankan demi kepentingan segelintir elite politik atau mafia ekonomi.
Ingin mendapatkan informasi terkini, objektif, dan terpercaya seputar kebijakan publik dan isu strategis lainnya? Jangan lupa ikuti Saluran WhatsApp RakyatBekasi di [Sini] agar Anda selalu update dengan berita-berita pilihan kami.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

















