BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mengambil langkah tegas untuk mengatasi maraknya aksi balap liar yang meresahkan masyarakat.
Solusi yang diterapkan adalah pemasangan pita penggaduh atau rumble strip di empat titik strategis di sepanjang Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan.
Pemasangan ini merupakan respons langsung terhadap keluhan warga dan temuan di lapangan mengenai aktivitas balap liar yang kerap terjadi pada malam hari, terutama di akhir pekan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Jalan Ahmad Yani, dengan kondisi aspal yang mulus dan trek yang lurus, sering disalahgunakan menjadi arena adu kecepatan ilegal yang membahayakan pengguna jalan lain.
Lokasi Strategis dan Detail Pemasangan
Kepala Bidang Teknik Lalu Lintas Dishub Kota Bekasi, Teguh Indrianto, menjelaskan bahwa penentuan lokasi pemasangan didasarkan pada hasil rapat koordinasi dan survei lapangan bersama pihak kepolisian dan Satpol PP.
”Akan segera dipasang pita penggaduh atau rumble strip sebanyak empat titik di ruas Jalan Ahmad Yani, mulai dari depan kompleks Pemerintah Kota Bekasi hingga sekitar Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi Barat,” ujar Teguh kepada jurnalis rakyatbekasi.com, Kamis (25/09/2025).
Pita penggaduh ini dipasang dengan perhitungan cermat untuk memaksimalkan efektivitasnya dalam meredam laju kendaraan, namun tetap aman bagi pengguna jalan umum.
”Jumlah dan titiknya sudah diperhitungkan. Jarak antara satu titik dengan titik yang lain berkisar antara 170 hingga 200 meter, sesuai dengan hasil tinjau lapangan kami,” tambahnya.
Upaya Kolaboratif dan Pengawasan Berkelanjutan
Teguh menegaskan bahwa pemasangan rumble strip ini adalah bagian dari strategi penertiban yang lebih besar dan bukan satu-satunya solusi.
Pihaknya akan terus melakukan pengawasan secara intensif, bahkan setelah pita penggaduh terpasang.
”Ini adalah upaya awal. Petugas kami akan tetap berpatroli secara rutin di kawasan Jalan Ahmad Yani. Tim yang sudah dibentuk akan langsung melakukan penertiban jika ditemukan gerombolan yang terindikasi akan melakukan balap liar,” jelasnya.
Pemasangan infrastruktur fisik ini diharapkan dapat secara signifikan mengurangi niat para pelaku balap liar, karena getaran yang dihasilkan rumble strip akan sangat mengganggu kenyamanan dan stabilitas kendaraan saat melaju dalam kecepatan tinggi.
Uji Efektivitas dan Harapan ke Depan
Proses pemasangan pita penggaduh dijadwalkan selesai sebelum akhir pekan ini, momen yang sering dimanfaatkan untuk kegiatan balap liar. Dishub akan segera mengevaluasi dampak dari pemasangan tersebut.
”Pemasangan kami targetkan selesai sebelum hari Sabtu. Harapannya, kita bisa langsung melihat pada hari Sabtu nanti apakah langkah ini efektif atau tidak untuk meredam aktivitas mereka,” kata Teguh.
Dengan adanya intervensi ini, Pemerintah Kota Bekasi berharap dapat mengembalikan fungsi utama Jalan Ahmad Yani sebagai akses publik yang aman dan nyaman, serta menciptakan ketertiban umum bagi seluruh warga.
Bagaimana pendapat Anda mengenai pemasangan pita penggaduh ini sebagai solusi mengatasi balap liar di Bekasi? Bagikan pandangan Anda di kolom komentar.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.






































