Atasi Maraknya Balap Liar, Dishub Pasang 4 Titik Pita Penggaduh di Jalan Ahmad Yani Bekasi

- Jurnalis

Kamis, 25 September 2025 - 14:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Dishub Kota Bekasi sedang meninjau lokasi pemasangan Pita Penggaduh di Jalan Ahmad Yani, Kamis (25/09/2025).

Petugas Dishub Kota Bekasi sedang meninjau lokasi pemasangan Pita Penggaduh di Jalan Ahmad Yani, Kamis (25/09/2025).

BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mengambil langkah tegas untuk mengatasi maraknya aksi balap liar yang meresahkan masyarakat.

Solusi yang diterapkan adalah pemasangan pita penggaduh atau rumble strip di empat titik strategis di sepanjang Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan.

Pemasangan ini merupakan respons langsung terhadap keluhan warga dan temuan di lapangan mengenai aktivitas balap liar yang kerap terjadi pada malam hari, terutama di akhir pekan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jalan Ahmad Yani, dengan kondisi aspal yang mulus dan trek yang lurus, sering disalahgunakan menjadi arena adu kecepatan ilegal yang membahayakan pengguna jalan lain.

Lokasi Strategis dan Detail Pemasangan

​Kepala Bidang Teknik Lalu Lintas Dishub Kota Bekasi, Teguh Indrianto, menjelaskan bahwa penentuan lokasi pemasangan didasarkan pada hasil rapat koordinasi dan survei lapangan bersama pihak kepolisian dan Satpol PP.

​”Akan segera dipasang pita penggaduh atau rumble strip sebanyak empat titik di ruas Jalan Ahmad Yani, mulai dari depan kompleks Pemerintah Kota Bekasi hingga sekitar Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi Barat,” ujar Teguh kepada jurnalis rakyatbekasi.com, Kamis (25/09/2025).

​Pita penggaduh ini dipasang dengan perhitungan cermat untuk memaksimalkan efektivitasnya dalam meredam laju kendaraan, namun tetap aman bagi pengguna jalan umum.

​”Jumlah dan titiknya sudah diperhitungkan. Jarak antara satu titik dengan titik yang lain berkisar antara 170 hingga 200 meter, sesuai dengan hasil tinjau lapangan kami,” tambahnya.

Upaya Kolaboratif dan Pengawasan Berkelanjutan

Teguh menegaskan bahwa pemasangan rumble strip ini adalah bagian dari strategi penertiban yang lebih besar dan bukan satu-satunya solusi.

Pihaknya akan terus melakukan pengawasan secara intensif, bahkan setelah pita penggaduh terpasang.

​”Ini adalah upaya awal. Petugas kami akan tetap berpatroli secara rutin di kawasan Jalan Ahmad Yani. Tim yang sudah dibentuk akan langsung melakukan penertiban jika ditemukan gerombolan yang terindikasi akan melakukan balap liar,” jelasnya.

​Pemasangan infrastruktur fisik ini diharapkan dapat secara signifikan mengurangi niat para pelaku balap liar, karena getaran yang dihasilkan rumble strip akan sangat mengganggu kenyamanan dan stabilitas kendaraan saat melaju dalam kecepatan tinggi.

Uji Efektivitas dan Harapan ke Depan

​Proses pemasangan pita penggaduh dijadwalkan selesai sebelum akhir pekan ini, momen yang sering dimanfaatkan untuk kegiatan balap liar. Dishub akan segera mengevaluasi dampak dari pemasangan tersebut.

​”Pemasangan kami targetkan selesai sebelum hari Sabtu. Harapannya, kita bisa langsung melihat pada hari Sabtu nanti apakah langkah ini efektif atau tidak untuk meredam aktivitas mereka,” kata Teguh.

​Dengan adanya intervensi ini, Pemerintah Kota Bekasi berharap dapat mengembalikan fungsi utama Jalan Ahmad Yani sebagai akses publik yang aman dan nyaman, serta menciptakan ketertiban umum bagi seluruh warga.

Bagaimana pendapat Anda mengenai pemasangan pita penggaduh ini sebagai solusi mengatasi balap liar di Bekasi? Bagikan pandangan Anda di kolom komentar.


Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Skandal Rp2 Triliun Korupsi PT Migas Kota Bekasi, Kejagung Didesak Ringkus Aktor Intelektual!
Negara Rugi Rp2 Triliun, Kejagung Terus Geledah Titik Baru Kasus Korupsi KSO PT Migas Kota Bekasi
Wali Kota Tri Adhianto Pastikan Pemkot Bekasi Kooperatif dan Layanan Publik Normal
Digeledah Kejagung Usut Korupsi KSO PT Migas, Pemkot Bekasi Jamin Pelayanan Publik Tak Terganggu
Digeledah Kejagung RI Terkait Korupsi KSO PT Migas, Pemkot Bekasi Janji Kooperatif Serahkan Dokumen
Menakar Isu Nepotisme Calon Sekda Kota Bekasi, YAMSI Bela Keras Adik Ipar Tri Adhianto
Kejagung RI Geledah Pemkot Bekasi, Makota Sesalkan Bau Sampah Kini Ditambah Busuknya Kasus Korupsi
Detiya Agus Sandi Bidik Kursi Ketua Karang Taruna Rawalumbu, Bawa Visi Besar Berdayakan Pemuda Bekasi
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 16:03 WIB

Skandal Rp2 Triliun Korupsi PT Migas Kota Bekasi, Kejagung Didesak Ringkus Aktor Intelektual!

Jumat, 18 September 2026 - 15:34 WIB

Negara Rugi Rp2 Triliun, Kejagung Terus Geledah Titik Baru Kasus Korupsi KSO PT Migas Kota Bekasi

Jumat, 18 September 2026 - 15:13 WIB

Wali Kota Tri Adhianto Pastikan Pemkot Bekasi Kooperatif dan Layanan Publik Normal

Jumat, 18 September 2026 - 14:08 WIB

Digeledah Kejagung RI Terkait Korupsi KSO PT Migas, Pemkot Bekasi Janji Kooperatif Serahkan Dokumen

Jumat, 18 September 2026 - 02:53 WIB

Menakar Isu Nepotisme Calon Sekda Kota Bekasi, YAMSI Bela Keras Adik Ipar Tri Adhianto

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x