Poin Utama:
- Pemkot Bekasi menyiapkan skema rekayasa lalu lintas situasional di jalur arteri guna mencegah kelumpuhan akibat arus balik Lebaran 1447 H.
- Skenario penanganan dirancang berjenjang dari Plan 1 hingga 3, meliputi opsi contra flow hingga pemberlakuan sistem satu arah (one way).
- Dinas Perhubungan (Dishub) akan mempertebal jumlah personel di lapangan serta memanipulasi durasi lampu lalu lintas di persimpangan padat.
- Fokus pengamanan mencakup jalan raya utama dan wilayah yang berbatasan langsung dengan pergerakan pemudik.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mulai menyiagakan skenario manajemen rekayasa lalu lintas demi menjegal ancaman kemacetan parah di jalur arteri selama periode arus balik Lebaran 1447 Hijriah.
Langkah situasional dan strategis ini diambil secara cepat untuk menjamin mobilitas pergerakan warga tetap mengalir lancar melintasi kawasan Bekasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kapan Rekayasa Lalu Lintas Arus Balik Diterapkan di Kota Bekasi?
Pemkot Bekasi akan memberlakukan rekayasa lalu lintas ini secara situasional dengan memantau lonjakan volume kendaraan pemudik secara real-time.
Pelaksanaannya difokuskan pada jalur-jalur arteri utama yang diprediksi menjadi titik kumpul kemacetan, termasuk jalur-jalur perlintasan perbatasan yang krusial.
”Saya rasa untuk di Kota Bekasi sendiri. Kita sudah siapkan beberapa ruas jalan untuk implementasi Rekayasa Lalin, Tentu sifatnya situasional yang ada di lapangan,” kata Wali Kota Bekasi Tri Adhianto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangan tertulisnya, Minggu (22/03/2026).
Apa Saja Skenario Pengaturan Jalan yang Disiapkan Pemkot Bekasi?
Untuk mencegah stagnasi arus pergerakan roda dua maupun roda empat, Dishub Kota Bekasi telah mematangkan skema berjenjang.
Mulai dari Plan A, hingga penjagaan Plan 1 sampai 3. Jika volume kendaraan meluap melampaui kapasitas jalan, opsi ekstrem seperti contra flow hingga sistem lalu lintas satu arah (one way) akan langsung dieksekusi oleh petugas di lapangan.
Selain taktik pengaturan arah, intervensi rekayasa lalu lintas juga menyasar sarana prasarana infrastruktur di jalan-jalan sibuk.
”Termasuk Manajemen Rekayasa Lalin sendiri, mungkin ada opsional penutupan jalan, dan dilakukan penebalan butir-butir personel Dishub yang dikerahkan dan Lamanya Waktu Pendek dan Panjang Traffic Line untuk mengatur agar tidak terjadi kepadatan arus lalu lintas yang padat,” tambah Tri Adhianto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com seraya merinci skema tersebut.
Titik Mana Saja yang Menjadi Fokus Penjagaan Ekstra?
Meski penerapan sifatnya fleksibel, Pemkot Bekasi menginstruksikan atensi khusus pada simpang arteri padat kendaraan lintas wilayah.
Kawasan strategis dengan mobilitas tinggi seperti jalan utama penghubung di wilayah Rawalumbu, hingga persimpangan krusial menuju akses Pondokgede akan mendapat pantauan ekstra.
Penyesuaian durasi hijau dan merah pada lampu lalu lintas (Traffic Light) di area-area persimpangan tersebut akan dimaksimalkan demi mengurai tumpukan antrean pemudik agar tidak merugikan aktivitas warga lokal.
Kesiapan langkah antisipatif Pemkot Bekasi dalam meredam lonjakan arus balik 1447 H menjadi ujung tombak agar jalur arteri tidak berubah menjadi neraka kemacetan.
Bagaimana situasi arus lalu lintas di kawasan tempat tinggal Anda hari ini? Bagikan artikel ini kepada kerabat yang sedang bersiap pulang dari kampung halaman, dan tinggalkan laporan pantauan jalan Anda di kolom komentar!
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




















