Poin Utama:
- Status Siaga: Tinggi Muka Air (TMA) di pertemuan Cileungsi-Cikeas (P2C) mencapai 660 cm (Top Level) pada pukul 23.00 WIB.
- Wilayah Terdampak: Bantaran Kali Bekasi di Kecamatan Rawalumbu, Bekasi Timur, dan Bekasi Utara.
- Kendala: Tumpukan sampah kayu dan plastik menghambat aliran di Bendung Presdo.
- Tindakan: Warga diminta evakuasi mandiri barang berharga sebelum air tiba di hilir.
Ancaman banjir kiriman dari wilayah hulu Bogor kembali menghantui warga Kota Bekasi, Rabu (11/02/2026) malam.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mencatat kenaikan drastis Tinggi Muka Air (TMA) di titik pertemuan Sungai Cileungsi dan Cikeas (P2C) hingga mencapai level 660 sentimeter pada pukul 23.00 WIB.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berapa Tinggi Muka Air Kali Bekasi Saat Ini?
Kondisi debit air di Kali Bekasi kini berada dalam status waspada tinggi. Kenaikan TMA di P2C menjadi indikator utama bahwa volume air dalam jumlah besar sedang bergerak menuju hilir Kota Bekasi.
Biasanya, air kiriman ini memiliki jeda waktu perjalanan (travel time) sekitar 3 hingga 4 jam dari titik pertemuan Cileungsi-Cikeas hingga sampai ke permukiman warga di Kota Bekasi.
Pantauan lapangan di Pintu Air Bendung Presdo, Jalan Mayor M. Hasibuan, Bekasi Timur, menunjukkan arus air yang sangat deras.
Situasi diperparah dengan material sampah kiriman berupa batang kayu dan plastik yang menumpuk di bibir pintu air, berpotensi menghambat aliran dan memicu limpasan air ke jalanan serta rumah warga.
Wilayah Mana Saja yang Rawan Banjir Kiriman?
Berdasarkan data historis dan topografi wilayah, luapan Kali Bekasi diprediksi akan berdampak pada sejumlah kecamatan yang dilintasi aliran sungai tersebut. Wilayah yang paling rawan meliputi:
- Kecamatan Rawalumbu: Terutama area perumahan yang berada di cekungan dekat bantaran.
- Kecamatan Bekasi Timur: Wilayah Margahayu dan sekitarnya.
- Kecamatan Bekasi Utara: Kawasan Teluk Pucung hingga perbatasan Babelan.
BPBD telah menginstruksikan Camat dan Lurah di wilayah tersebut untuk mengaktifkan posko siaga banjir dan memantau perkembangan air per jam.
Apa Imbauan Wali Kota Bekasi Terkait Siaga Banjir?
Merespons kondisi kritis ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi langsung mengeluarkan peringatan dini.
Kepala daerah meminta warga tidak lengah, mengingat banjir kiriman seringkali datang saat warga sedang terlelap tidur.
”Kami meminta warga yang tinggal di bantaran kali dan wilayah rendah agar meningkatkan kewaspadaan. Jangan menunggu air masuk ke rumah untuk bersiap. Amankan dokumen penting, siapkan kebutuhan darurat, dan lakukan langkah antisipasi sejak dini,” kata Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di Kota Bekasi, Rabu (11/02/2026).
Tri menegaskan bahwa seluruh aparatur gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI-Polri, dan relawan kemanusiaan telah disiagakan di titik-titik rawan untuk membantu proses evakuasi jika diperlukan.
Ia juga menekankan pentingnya warga mematuhi arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama.
Hingga berita ini diturunkan, petugas masih terus memantau pergerakan air dan berupaya membersihkan sampah yang menyumbat pintu air.
Warga diimbau untuk terus memantau informasi resmi dan menghindari aktivitas di pinggir sungai pada malam hari.
Butuh bantuan darurat banjir? Hubungi Call Center BPBD Kota Bekasi atau lapor kondisi terkini di lingkungan Anda melalui layanan pengaduan Pemkot Bekasi.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.














