Disdik Kota Bekasi Siapkan Merger 50 Sekolah Dasar: Target Selesai Agustus 2025

- Jurnalis

Senin, 30 Juni 2025 - 17:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Upacara SDN teluk Pucung VI Bekasi Utara.

Petugas Upacara SDN teluk Pucung VI Bekasi Utara.

Proyeksi Merger Sekolah Didorong Demi Efisiensi dan Pemerataan Pendidikan

Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Pendidikan (Disdik) tengah memfinalisasi proyeksi penggabungan atau merger sekolah dasar (SD) serta penyelarasan pengawasan pendidikan tingkat kecamatan.

Langkah ini ditargetkan rampung pada Agustus 2025, termasuk finalisasi regulasi melalui keputusan Wali Kota Bekasi.

Sekretaris Disdik Kota Bekasi, Warsim Suryana, menjelaskan bahwa proses ini saat ini masih dalam tahap inventarisasi dan sosialisasi ke seluruh satuan pendidikan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saat ini kita tengah melakukan pendataan dan sosialisasi. Insyaallah target selesai di bulan Agustus, termasuk terbitnya keputusan Wali Kota,” ujar Warsim kepada RakyatBekasi.com, Senin (30/06/2025).

Sekolah dengan Jumlah Murid Minim Jadi Prioritas Merger

Menurut Warsim, rencana merger akan difokuskan pada SD negeri dengan jumlah siswa kurang dari 500 orang. Total sekitar 50 sekolah dasar dan 6 wilayah pengawasan diusulkan masuk dalam tahap awal restrukturisasi ini.

“Banyak sekolah berada dalam satu hamparan wilayah dengan jumlah siswa yang terbatas. Ini kita dorong untuk digabung agar pemanfaatan sarana dan tenaga pendidik bisa lebih optimal,” jelasnya.

Merger ini juga membuka peluang bagi pemanfaatan gedung sekolah yang tidak lagi digunakan sebagai aset daerah.

Salah satunya berpotensi dialihfungsikan menjadi SMP Negeri baru, merespons kebutuhan pendidikan menengah pertama di kawasan tertentu.

Faktor Demografis dan Persebaran Penduduk Jadi Pertimbangan

Disdik mengakui, merger bukan dilakukan karena tidak adanya siswa, melainkan karena adanya pergeseran demografi di beberapa wilayah.

“Di banyak wilayah perumahan, anak usia 5–12 tahun sudah berkurang. Selain itu, minat terhadap sekolah swasta berbasis agama atau tematik turut memengaruhi populasi siswa SD negeri,” kata Warsim.

Wilayah-wilayah di Bekasi yang dominan perumahan menjadi titik utama rencana penggabungan. Ini berbeda dengan kawasan perkampungan yang cenderung masih memiliki populasi anak usia sekolah yang stabil.

Optimalisasi Guru dan Tata Usaha Jadi Fokus Tambahan

Selain efisiensi gedung, merger sekolah juga bertujuan mengatasi kekurangan tenaga pengajar dan staf administrasi (Tata Usaha).

“Dengan penggabungan ini, kita bisa maksimalkan guru sesuai Prodi dan juga staf TU yang selama ini tersebar di unit kecil. Ini akan menguatkan manajemen sekolah,” tambahnya.

Dari total 56 usulan sekolah yang sedang dikaji, diperkirakan akan terjadi pengurangan menjadi sekitar 28 unit sekolah melalui proses penghapusan dan penggabungan. Namun, semuanya tetap melalui tahapan komunikasi intensif dengan orang tua murid dan pihak sekolah.

“Sosialisasi menjadi kunci utama. Kita butuh kesepakatan bersama sebelum mengubah nomenklatur dan status administratif sekolah,” terang Warsim.

Orang Tua Murid Respons Positif: Lokasi Tetap, Status Administrasi Saja yang Berubah

Terkait kekhawatiran masyarakat, Disdik menyampaikan bahwa mayoritas orang tua murid tidak mempermasalahkan rencana merger, sebab letak fisik sekolah tidak berubah.

“Seandainya sekolah dimerger, hanya nomenklaturnya yang berbeda. Yang penting pelayanan dan kenyamanan tetap kami tingkatkan,” tegas Warsim.

Ikuti terus perkembangan kebijakan pendidikan di Kota Bekasi hanya di RakyatBekasi.com. Dukung upaya pemerataan dan optimalisasi layanan sekolah negeri untuk masa depan pendidikan anak-anak kita!


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

JPO Stasiun Bekasi Kelar Akhir Juni: Solusi Semrawut Jalan Juanda
Lelang Supercar EDC Cash Kejari Kota Bekasi Tembus Belasan Miliar
Abaikan Warga, Izin Operasional RS Budi Lestari Terancam Ditunda
Tolak Parkir Berbayar GGC, Warga Desak Pemkot Bekasi Ambil Alih Fasum
Rupiah Anjlok, DKPPP Jamin Stok Kedelai Kota Bekasi Aman
Bahaya! JPO Curam Tol Bekasi Barat Dibiarkan Terbengkalai Tunggu Proyek Sky Train
16 Ribu Calon Siswa Serbu SPMB Kota Bekasi 2026, Daya Tampung SMPN Terbatas!
Rupiah Tembus Rp17.667! Harga Pangan Kota Bekasi Terancam Naik
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 14:16 WIB

JPO Stasiun Bekasi Kelar Akhir Juni: Solusi Semrawut Jalan Juanda

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:49 WIB

Lelang Supercar EDC Cash Kejari Kota Bekasi Tembus Belasan Miliar

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:03 WIB

Abaikan Warga, Izin Operasional RS Budi Lestari Terancam Ditunda

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:04 WIB

Tolak Parkir Berbayar GGC, Warga Desak Pemkot Bekasi Ambil Alih Fasum

Kamis, 21 Mei 2026 - 13:15 WIB

Bahaya! JPO Curam Tol Bekasi Barat Dibiarkan Terbengkalai Tunggu Proyek Sky Train

Berita Terbaru

Antrean panjang kendaraan roda dua yang terjebak kemacetan bersama truk kontainer sumbu tiga di salah satu jalur arteri Kota Bekasi, Rabu (20/05/2026). Lemahnya pengawasan terhadap jam operasional kendaraan bertonase berat terus dikeluhkan karena menjadi biang kerok kemacetan dan mengancam keselamatan warga pada jam sibuk.

Parlementaria

Truk Raksasa Kuasai Jalan Arteri, DPRD Desak Ketegasan Dishub!

Jumat, 22 Mei 2026 - 12:30 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x