Poin Utama:
- Filsuf dan sosiolog Jerman, Jurgen Habermas, meninggal dunia pada 14 Maret 2026 di usia 96 tahun di Starnberg, Jerman.
- Habermas diakui dunia sebagai tokoh utama generasi kedua Mazhab Frankfurt dan pemikir terkemuka aliran Neo-Marxisme.
- Direktur LBH FRAKSI ’98, Naupal Al Rasyid, menilai Habermas sukses memurnikan pemikiran Marxis dari dogmatisme dengan berfokus pada rasionalisasi dan komunikasi sosial.
Dunia filsafat dan sosiologi berduka atas wafatnya Jurgen Habermas, filsuf Neo-Marxis terkemuka asal Jerman yang tutup usia pada 96 tahun di Starnberg, Sabtu (14/03/2026).
Merespons kabar tersebut, Direktur LBH FRAKSI ’98, Naupal Al Rasyid, menyoroti besarnya warisan pemikiran sang tokoh dalam mengkritisi kapitalisme dan memengaruhi arah studi ilmu sosial politik modern.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Siapa Sebenarnya Filsuf Jurgen Habermas?
Jurgen Habermas adalah salah satu filsuf dan sosiolog paling berpengaruh pasca-Perang Dunia II yang pamornya meroket saat mengajar di Universitas Frankfurt pada pertengahan era 1960-an. Ia membawa napas pembaruan dalam tradisi Mazhab Frankfurt.
”Habermas merupakan tokoh utama generasi kedua Mazhab Frankfurt, sebuah aliran pemikiran yang mengkritik kapitalisme dari sudut pandang Kiri Baru yang berbeda dari Marxisme ortodoks,” kata Naupal Al Rasyid kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Jumat (20/03/2026).
Sebagai seorang teoritikus Neo-Marxis, Habermas tidak hanya berpaku pada teks klasik. Ia menggabungkan teori Marxian dengan berbagai masukan teori lain sehingga menghasilkan deretan gagasan teoritis yang khas dan relevan dengan realitas sosial mutakhir.
Bagaimana Pandangan Habermas Terhadap Pemikiran Karl Marx?
Dalam diskursus filsafat, Habermas memposisikan dirinya sebagai pemikir yang kritis terhadap ajaran Karl Marx, termasuk menyoroti celah dari penganut Marxisme-ortodoks maupun sesama kaum Neo-Marxis.
Tujuannya adalah memurnikan gagasan tersebut dari jebakan romantisme maupun positivisme yang sering didengungkan partai komunis.
Untuk membumikan kritik tersebut, Habermas fokus mengolah dua permasalahan dasar dari ajaran Marx:
- Pertautan antara teori dan aksi (praxis): Menyatukan gagasan filosofis dengan tindakan nyata di masyarakat.
- Materialisme sejarah: Mengupas kembali konsep kerja sosial, sejarah spesies, teori superstruktur, dan dialektika produksi.
Habermas berusaha menafsirkan kembali warisan Marxisme agar bisa menjawab berbagai tuntutan persoalan di zaman modern tanpa harus kehilangan akar pemikiran kritisnya.
Apa Kritik Utama Habermas Terhadap Marxisme Ortodoks?
Habermas secara radikal membongkar beberapa ajaran klasik Marx yang menurutnya berpotensi basi atau tidak lagi bermanfaat untuk menganalisis problematika masyarakat modern.
”Prandaian metafisis yang masih menentukan ajaran Marx harus diganti dengan kritik atas masyarakat yang menghindari segala macam dogma tersebut,” tegas Naupal Al Rasyid kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di Sekretariat LBH FRAKSI ’98, Jumat (20/03/2026).
Beberapa kritik tajam yang dilontarkan Habermas meliputi:
- Sejarah filsafat materialistik Marx dinilai masih terlalu mengekor pada pemikiran Hegel.
- Menjadikan kaum proletar sebagai satu-satunya subjek revolusi adalah kekeliruan sejarah.
- Konsep pemisahan mutlak antara negara dengan masyarakat ala Marx harus ditolak.
Apa Konsep Dasar Teori Kritis Menurut Habermas?
Kedudukan pemikiran Habermas dalam teori kritis sangat kokoh karena ia menyentuh tiga dimensi esensial kehidupan bermasyarakat: kerja, aksi, dan kekuasaan.
Jika Marxisme klasik memandang perubahan masyarakat selalu bersumber dari motif ekonomi dan relasi kerja, Habermas melihat hal yang lebih mendasar.
Ia meyakini bahwa basis masyarakat yang sejati adalah komunikasi sosial. Komunikasi ini berakar langsung pada dunia kehidupan nyata yang terus bertransformasi mengiringi sejarah peradaban manusia.
Kepergian Habermas menegaskan posisinya sebagai juru bicara paling kuat dari tradisi Mazhab Frankfurt. Rekam jejak dan gagasan besarnya dipastikan akan terus bernapas sebagai referensi wajib dalam ruang-ruang diskusi akademis dan pergerakan sosial.
Apakah Anda sepakat dengan kritik Habermas terhadap kapitalisme modern? Silakan bagikan pendapat Anda di kolom komentar dan baca terus berita terkini seputar kebijakan publik serta tokoh politik hanya di RakyatBekasi.com.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



















