GMNI Jaktim Kritik Polri Fokus Pangan Usai Kasus Tual

- Jurnalis

Sabtu, 21 Februari 2026 - 04:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Poin Utama:

  • Tragedi Kota Tual: Seorang siswa MTsN 1 Maluku Tenggara (14 tahun) meninggal pada 19 Februari 2026 akibat dugaan penganiayaan oleh oknum kepolisian.
  • Fokus Institusi: Polri dinilai kehilangan fokus pada tugas utama penegakan hukum karena terlalu banyak menyerap energi di program ketahanan pangan.
  • Evaluasi Internal: Masa jabatan Kapolri yang panjang memicu sorotan terkait stagnasi karier dan tersumbatnya regenerasi struktural perwira.

​DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jakarta Timur melontarkan kritik tajam terhadap institusi Polri yang dinilai mulai kehilangan arah dalam penegakan hukum.

Sorotan ini mencuat usai tragedi meninggalnya seorang siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) di Kota Tual, Maluku, yang diduga melibatkan oknum kepolisian pada Kamis (19/02/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Mengapa GMNI Mengkritik Kinerja Polri Saat Ini?

​GMNI menilai kepolisian terlalu banyak menghabiskan energi untuk mengurus program sosial dan ketahanan pangan, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), sehingga fungsi perlindungan warga justru terabaikan.

Secara kemanusiaan langkah tersebut patut diapresiasi, namun publik tetap menuntut profesionalisme dan akuntabilitas aparat di bidang hukum.

​”Pernyataan Kapolri soal keinginan menjadi petani bagi kami adalah sebuah kejujuran sosiologis. Jika hari ini Polri lebih antusias mengurusi dapur umum dan urusan pangan, maka secara administratif institusi ini sudah sepantasnya diletakkan di bawah kendali kementerian sipil,” kata Mufty Arya Dwitama kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (20/02/2026).

​Bagi kepengurusan GMNI di bawah Jansen Henry Kurniawan ini, pernyataan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebelumnya bukanlah kelakar. Hal itu dianggap sebagai metafora jujur dari sebuah institusi yang sedang mengalami disorientasi tugas pokok.

​Apa Hubungan Tragedi Kota Tual dengan Evaluasi Polri?

​Peristiwa memilukan di Kota Tual menjadi bukti nyata bahwa fungsi utama Polri dalam mengayomi dan melindungi masyarakat masih meninggalkan pekerjaan rumah yang besar.

Dalam insiden tersebut, seorang siswa berinisial AT (14) meninggal dunia secara tragis setelah diduga menjadi korban tindak kekerasan oknum aparat keamanan.

​Bagi aktivis GMNI, hilangnya satu nyawa warga negara di sebuah negara hukum jauh lebih mendesak untuk diusut dan dilindungi dibandingkan ribuan kegiatan seremonial. Supremasi hukum harus diutamakan di atas agenda-agenda tambahan lainnya.

​Bagaimana Kondisi Regenerasi di Internal Polri?

​Selain menyoroti orientasi eksternal kepolisian, dinamika internal terkait stagnasi sirkulasi kepemimpinan juga menjadi catatan kritis.

Masa jabatan pimpinan tertinggi Polri yang terbilang panjang dinilai membawa dampak signifikan terhadap perputaran roda organisasi.

​Dampak stagnasi internal tersebut memunculkan beberapa indikasi, antara lain:

  • ​Terjadinya penyumbatan (bottleneck) karier yang menghambat regenerasi struktural para perwira menengah dan tinggi.
  • ​Munculnya persepsi publik terkait unsur subjektivitas dan kedekatan politik dalam proses promosi jabatan.
  • ​Melemahnya sistem meritokrasi yang seharusnya menjadi prinsip dasar profesionalisme di sebuah organisasi modern yang sehat.

​Polemik ini diharapkan menjadi momentum refleksi bagi institusi keamanan negara agar kembali pada amanatnya sebagai pelindung rakyat, bukan sekadar perpanjangan kekuasaan administratif.

Jika bertani adalah pilihan simbolik pengabdian, maka masyarakat tetap membutuhkan kepolisian yang menanam rasa aman dan memanen keadilan.

​Apakah Anda memiliki keluhan terkait layanan publik atau menemukan masalah infrastruktur di wilayah Anda?

Segera laporkan melalui kanal pengaduan resmi Pemkot Bekasi maupun Pemkab Bekasi, atau kirimkan informasi Anda ke redaksi RakyatBekasi.Com agar aspirasi Anda terdengar.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Penulis : Mufty Arya Dwitama (Wakabid Analisa Isu dan Kajian Strategis DPC GmnI Jakarta Timur)

Editor : Bung Ewox

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengungkap Fakta Gaji Guru Honorer dan Misteri Transparansi Dana BOS: Keadilan atau Sandera?
Menguak Dalang Tersembunyi Kasus Ijon Bekasi: Fakta Mengejutkan di Balik Skandal SRJ dan AKK
Bongkar Korupsi Berjamaah: Mengapa Hakim Berwenang Tetapkan Tersangka Baru di Persidangan?
Rahasia Ketenangan Pikiran: Mengungkap Manfaat Membaca Buku untuk Kesehatan Jiwa di Era Digital
Rahasia Fokus Belajar: Pentingnya ‘Silent Room’ Perpustakaan Sekolah di Era Digital
Sentil DPR! LBH Fraksi 98: RUU Perampasan Aset Butuh Logika Rasional, Bukan Klenik!
Bongkar! Skema Akuisisi Aset Perumda Tirta Bhagasasi dan PT MOYA: Solusi Utang atau Sekadar Isapan Jempol?
Filsuf Jurgen Habermas Wafat, LBH Fraksi ’98 Bekasi Berduka
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 12:16 WIB

Mengungkap Fakta Gaji Guru Honorer dan Misteri Transparansi Dana BOS: Keadilan atau Sandera?

Selasa, 21 April 2026 - 17:14 WIB

Menguak Dalang Tersembunyi Kasus Ijon Bekasi: Fakta Mengejutkan di Balik Skandal SRJ dan AKK

Minggu, 19 April 2026 - 20:49 WIB

Bongkar Korupsi Berjamaah: Mengapa Hakim Berwenang Tetapkan Tersangka Baru di Persidangan?

Kamis, 16 April 2026 - 15:12 WIB

Rahasia Ketenangan Pikiran: Mengungkap Manfaat Membaca Buku untuk Kesehatan Jiwa di Era Digital

Rabu, 15 April 2026 - 18:22 WIB

Rahasia Fokus Belajar: Pentingnya ‘Silent Room’ Perpustakaan Sekolah di Era Digital

Berita Terbaru

Rombongan massa buruh dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Bekasi mengenakan seragam biru saat melakukan konvoi sepeda motor menyusuri jalur Kalimalang menuju Jakarta. Pergerakan ini merupakan bagian dari aksi peringatan Hari Buruh Internasional (May Day), Jumat (01/05/2026). (Foto: Istimewa/RakyatBekasi.Com)

Bekasi

Tolak PHK! 15 Ribu Buruh FSPMI Bekasi Kepung Jakarta

Jumat, 1 Mei 2026 - 12:35 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x