Gawat! Ribuan Warga Kota Bekasi Terjangkit DBD, Usia Produktif Paling Terpukul

- Jurnalis

Senin, 8 Juni 2026 - 05:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. (Nano Banana Pro2)

Ilustrasi. (Nano Banana Pro2)

​Poin Utama:

  • ​Kasus DBD di Kota Bekasi pada 2025: Mencapai 4.045 kasus, sedikit menurun dibanding 2024 (4.167 kasus).
  • ​Kasus DBD hingga Juni 2026: Terdeteksi sebanyak 1.583 warga yang terjangkit.
  • ​Kelompok Paling Banyak Terinfeksi: Kategori usia produktif (15-44 tahun) mendominasi temuan kasus di tahun 2026.
  • ​Fokus Pemkot Bekasi: Dinkes Kota Bekasi mengandalkan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) dan kolaborasi lintas sektoral untuk mitigasi.

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat di wilayah Kota Bekasi.

Sepanjang tahun 2025, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi mencatat ribuan kasus ditemukan, meski secara statistik mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Ancaman DBD ini tidak mengenal usia, namun data menunjukkan bahwa kelompok usia produktif menjadi yang paling rentan terpapar.

Di tengah tren kasus yang fluktuatif ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi terus berupaya melakukan langkah-langkah mitigasi dan pencegahan guna memutus mata rantai penyebaran nyamuk penyebab dengue.

​Berapa Jumlah Kasus DBD di Kota Bekasi Terbaru Tahun 2026?

​Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi mencatat total terdapat sebanyak 1.583 kasus DBD yang ditemukan di wilayah Kota Bekasi sepanjang tahun 2026 berjalan, terhitung hingga per tanggal 2 Juni 2026.

​Data tersebut dihimpun berdasarkan monitoring petugas di lapangan dan laporan kewaspadaan dini dari berbagai Fasilitas Kesehatan (Faskes) yang mendeteksi pasien dengan gejala dengue.

Angka ini menegaskan perlunya kesiapsiagaan terus menerus meskipun data tahun 2025 sebelumnya menunjukkan tren penurunan.

​”Dengan angka ini terbilang menurun dibandingkan pada Tahun Sebelumnya di Tahun 2024 lalu, yang secara catatan angka Kasus DBD mencapai 4.167 Kasus,” ucap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Bekasi, Vevie Herawati, Minggu (07/06/2026).

​Siapa Kelompok Usia Paling Banyak Terjangkit DBD di Kota Bekasi?

​Kategori usia produktif merupakan kelompok usia yang paling banyak terjangkit kasus DBD di Kota Bekasi pada tahun 2026.

​Dari 1.583 kasus yang ditemukan, rincian berdasarkan kelompok usia menunjukkan:

  • ​Usia 15 hingga 44 Tahun: 775 Kasus (Paling Dominan)
  • ​Usia 5 hingga 14 Tahun: 422 Kasus
  • ​Usia 44 Tahun ke Atas: 223 Kasus
  • ​Usia 1 hingga 4 Tahun: 141 Kasus
  • ​Usia di Bawah 1 Tahun: 22 Kasus

​Fakta ini menggarisbawahi bahwa DBD tidak hanya menyerang anak-anak, tetapi juga orang dewasa di puncak usia kerja mereka.

​Apa Saja Upaya Pemkot Bekasi Menanggulangi Lonjakan Kasus DBD?

​Dinkes Kota Bekasi telah menerbitkan serangkaian regulasi dan Surat Edaran (SE) untuk mengantisipasi dan menanggulangi penyebaran kasus DBD yang fluktuatif di wilayahnya.

​Langkah-langkah strategis yang telah dilaksanakan meliputi:

  1. ​Penguatan Surveilans Kasus: Melakukan investigasi epidemiologi pada setiap kasus dengue yang ditemukan.
  2. ​Kesiapsiagaan di Fasilitas Kesehatan: Mewajibkan Rumah Sakit menyampaikan laporan Kewaspadaan Dini Rumah Sakit (KDRS) terhadap pasien dengue.
  3. ​Kolaborasi Lintas Sektoral: Melibatkan pihak kewilayahan (Kelurahan dan Kecamatan) serta pihak Sekolah dalam upaya pengendalian.
  4. ​Penyebarluasan Informasi: Mengampanyekan gejala, tanda bahaya, dan pencegahan penanggulangan dengue melalui media sosial.
  5. ​Pemenuhan Logistik Puskesmas: Memastikan ketersediaan alat uji (Rapid Test DBD), Larvasida, dan Insektisida di seluruh Puskesmas di Kota Bekasi.

​Bagaimana Cara Mencegah DBD Melalui Gerakan 3M di Kota Bekasi?

​Dinkes Kota Bekasi fokus pada penguatan kader Jumantik (Juru Pemantau Jentik) dan keterlibatan aktif masyarakat melalui gerakan 3M Plus (Menguras, Menutup, Mengubur).

​Petugas pengelola DBD terus memberikan partisipasi, pendampingan, dan sosialisasi kepada kader Jumantik tingkat kewilayahan.

Gerakan ini bertujuan mengantisipasi temuan setiap jentik nyamuk dan meminimalkan potensi penularan DBD di lingkungan tempat tinggal maupun sekolah.

​”Penguatan kader Jumantik dilakukan melalui pembinaan dan pendampingan bersama Puskesmas dalam melakukan edukasi serta pelaksanaan kegiatan pemeriksaan jentik secara rutin untuk menurunkan risiko penularan DBD di wilayah kerja masing-masing,” imbuh Vevie.

Pemkot Bekasi juga mendorong penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui kegiatan Jumat Bersih di lingkungan masyarakat.

​Kerja sama antara Pemkot Bekasi, instansi kesehatan, dan kepedulian masyarakat sangat krusial dalam memutus rantai penularan DBD di Kota Bekasi. Waspada dan rutin membersihkan lingkungan adalah kunci utama pencegahan.

​Ingin mendapatkan informasi terkini seputar Bekasi? Jangan lewatkan berita menarik lainnya dan bagikan berita ini untuk membantu menyebarkan kesadaran DBD di lingkungan Anda. Anda juga bisa memberikan komentar atau pertanyaan di bawah!


Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bongkar Biang Kerok Banjir Jatibening, Wali Kota Bekasi Instruksikan Pelebaran Saluran dan Bangun Long Storage di Crossing Tol
Naik Motor, Wali Kota Bekasi Cek 9 Titik Rawan Banjir dan Jalan Rusak
Waspada! Kandungan Mikrobiologis Sejumlah Depot Air Minum Isi Ulang Melampaui Baku Mutu
Dinding Kaca Mulai Dibongkar, Kapan JPO Stasiun Bekasi Bisa Diakses Penumpang KRL?
Krisis Lahan Parkir ASN, Disperkimtan Usulkan CCTV dan Benahi Penerangan Rooftop GOR Patriot yang Minim Fasilitas
Korupsi PT Migas Kota Bekasi Kian Mengerucut: Kejagung Kembali Cecar Saksi HR dari Foster
KADIN Fest Bekasi 2027 Siap Boyong Slank hingga Tipe-X ke Harapan Indah
​Hari Santri 2026: Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tekankan Pengawasan Ketat dan Keteladanan di Lingkungan Pesantren
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:06 WIB

Bongkar Biang Kerok Banjir Jatibening, Wali Kota Bekasi Instruksikan Pelebaran Saluran dan Bangun Long Storage di Crossing Tol

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Naik Motor, Wali Kota Bekasi Cek 9 Titik Rawan Banjir dan Jalan Rusak

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:03 WIB

Waspada! Kandungan Mikrobiologis Sejumlah Depot Air Minum Isi Ulang Melampaui Baku Mutu

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:49 WIB

Dinding Kaca Mulai Dibongkar, Kapan JPO Stasiun Bekasi Bisa Diakses Penumpang KRL?

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:35 WIB

Krisis Lahan Parkir ASN, Disperkimtan Usulkan CCTV dan Benahi Penerangan Rooftop GOR Patriot yang Minim Fasilitas

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x