Poin Utama:
- Nawal Husni resmi menjabat Ketua DPC PPP Kota Bekasi berdasarkan hasil mufakat pada Muscab IX, Minggu (3/5/2026).
- Menepis isu miring penunjukan langsung, proses pemilihan diklaim sah sesuai AD/ART lewat jalur kesepakatan PAC.
- Kepemimpinan baru akan berfokus pada regenerasi kader, transparansi, dan menghapus tradisi ‘4L’ (Lu Lagi, Lu Lagi).
- Susunan pengurus DPC PPP Kota Bekasi kini tinggal menanti Surat Keputusan (SK) resmi dari DPW Jawa Barat dan DPP.
Musyawarah Cabang (Muscab) IX Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Bekasi resmi menetapkan Nawal Husni sebagai Ketua DPC terpilih melalui mekanisme mufakat.
Pemilihan yang berlangsung pada Minggu (03/05/2026) ini menandai babak baru bagi partai berlambang Ka’bah tersebut di wilayah Kota Bekasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mengusung semangat pembaruan, Nawal bertekad merombak struktur, mendorong regenerasi, serta menciptakan transparansi organisasi guna menjawab tantangan politik ke depan.
Apakah Nawal Husni Ditunjuk Langsung Menjadi Ketua DPC PPP Kota Bekasi?
Nawal Husni dengan tegas menepis desas-desus yang menyebutkan adanya penunjukan langsung secara sepihak untuk posisi pucuk pimpinan DPC PPP Kota Bekasi.
Ia menjelaskan bahwa seluruh tahapan pemilihan telah berjalan demokratis dan patuh pada Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai.
”Tidak ada penunjukan langsung. Prosesnya diawali dengan penunjukan Pelaksana Tugas (Plt), yang kemudian dibawa ke Rapat Pimpinan Cabang (Rapimcab). Kami sudah menawarkan secara terbuka siapa yang bersedia mencalonkan diri, namun ternyata tidak ada. Akhirnya, teman-teman dari Pimpinan Anak Cabang (PAC) berembuk dan mencapai mufakat untuk mencalonkan saya sebagai Ketua DPC didampingi Haji Bambang sebagai Sekretaris,” urai Nawal Husni kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com usai gelaran Muscab IX di Hotel Merapi Merbabu, Minggu (03/05/2026).
Bagaimana Nawal Husni Menanggapi Polemik Internal PPP Kota Bekasi?
Terkait riak dan dinamika yang belakangan ini mewarnai internal PPP Kota Bekasi, Nawal menanggapinya dengan kepala dingin.
Menurutnya, perbedaan pandangan maupun interpretasi instruksi di kalangan kader adalah hal yang wajar dalam sebuah entitas politik.
”Itu hanya dinamika di dalam politik, mungkin ada kesalahpahaman saat membaca sebuah perintah instruksi. Ini bukan tentang pengkhianatan, melainkan demi penyegaran estafet organisasi PPP di Kota Bekasi,” tegas Nawal.
Apa Visi Nawal Husni untuk PPP Kota Bekasi Bebas Tradisi ‘4L’?
Mengusung visi profesionalisme, Nawal menganalogikan pengelolaan partai politik layaknya sebuah perusahaan yang menuntut sistem yang sehat.
Ia secara kritis menyoroti kebiasaan lama partai dan menegaskan bahwa kaderisasi serta regenerasi pengurus adalah sebuah kemutlakan.
”Harus ada regenerasi dan transparansi. Ke depan, kepengurusan PPP tidak boleh hanya diisi oleh ‘4L’ alias Lu Lagi, Lu Lagi. Kaderisasi mutlak harus berjalan,” kata Nawal.
Nawal yang juga merupakan Anggota DPRD Kota Bekasi ini bahkan tidak segan mempertaruhkan jabatannya jika dinilai gagal.
Ia menekankan pentingnya sikap profesionalisme dan menanggalkan sentimen pribadi dalam berorganisasi.
”Organisasi Partai itu seperti perusahaan. CEO atau direksinya bisa berganti, tapi perusahaan harus tetap jalan. Kalau saya dianggap gagal nanti, silakan diganti. Menjadi ketua itu tidak boleh baper,” tambah Nawal.
Kapan SK Kepengurusan Baru DPC PPP Kota Bekasi Turun?
Saat ini, komposisi pengurus baru DPC PPP Kota Bekasi tengah menanti pengesahan berupa Surat Keputusan (SK) dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jawa Barat dan Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Nawal memprediksi proses administrasi ini akan rampung dalam waktu dekat.
Sembari menunggu penetapan sah hitam di atas putih tersebut, Nawal mulai merajut kembali persatuan antar kader.
Ia berkomitmen untuk merangkul semua pihak, termasuk mereka yang sempat berseberangan selama proses musyawarah.
”Saya tetap mengajak semuanya bersatu. Saya yakin, setelah belasan tahun menjadi pengurus, rasa cinta mereka terhadap PPP itu sangat besar. Ayo teman-teman, kita majukan PPP demi pembangunan Kota Bekasi,” pungkas Nawal.
Dengan semangat rekonsiliasi dan target regenerasi yang jelas, kepengurusan baru DPC PPP Kota Bekasi diharapkan mampu membawa perubahan signifikan dalam lanskap politik daerah.
Bagaimana menurut Anda langkah awal kepemimpinan Nawal Husni ini? Sampaikan opini Anda di kolom komentar dan bagikan artikel ini agar lebih banyak warga Kota Bekasi yang tahu tentang perkembangan politik lokal.
Baca terus informasi politik dan pemerintahan teraktual hanya di RakyatBekasi.Com.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















