Ironi Bapenda Kota Bekasi: Kampanye Anti Pungli vs Skandal PC Rp28,9 Juta

- Jurnalis

Rabu, 19 Agustus 2026 - 13:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Ironi Bapenda Kota Bekasi: Kampanye Anti Pungli vs Skandal PC Rp28,9 Juta.

Ilustrasi Ironi Bapenda Kota Bekasi: Kampanye Anti Pungli vs Skandal PC Rp28,9 Juta.

  • ​Bapenda Kota Bekasi gencar merilis kampanye layanan publik bebas gratifikasi dan pungli melalui hotline 08119333344.
  • ​Kampanye transparansi ini dinilai kontras dengan temuan realisasi pengadaan 30 unit PC senilai Rp868,6 juta.
  • ​Harga PC mencapai Rp28,9 juta per unit, jauh di atas harga wajar pasar yang berada di kisaran Rp16-22 juta.
  • ​Proyek bernilai fantastis ini dimenangkan oleh CV Samastha, vendor yang disorot karena tidak memiliki rekam jejak di bidang IT.

​Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bekasi tengah gencar mengampanyekan layanan publik yang bersih dari gratifikasi dan pungutan liar (pungli).

Namun, jargon transparansi dan integritas yang digaungkan oleh instansi tersebut kini menuai sorotan tajam publik.

Pasalnya, kampanye ini dinilai berbanding terbalik dengan kejanggalan realisasi proyek pengadaan 30 unit komputer (Personal Computer All-in-One) yang dimenangkan oleh vendor tanpa rekam jejak IT dengan nilai fantastis mencapai Rp868,6 juta.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Mengapa Kampanye Integritas Bapenda Kota Bekasi Dinilai Kontradiktif?

​Di tengah upaya perbaikan citra, Bapenda Kota Bekasi merilis tayangan iklan layanan masyarakat yang mengajak warga untuk berani melapor jika menemukan praktik suap.

Ironisnya, seruan moral ini muncul di saat instansi tersebut tengah menjadi buah bibir akibat perencanaan anggaran belanja modal yang dinilai mengabaikan prinsip efisiensi APBD.

​”Bapenda tidak mentoleransi suap, gratifikasi, pungutan liar, maupun korupsi dalam bentuk apapun,” kata Kepala Bapenda Kota Bekasi Muhammad Solikhin kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com mengutip tayangan resmi layanan masyarakat, Rabu (19/08/2026).

​Pernyataan tersebut memicu tanda tanya besar ketika disandingkan dengan praktik pengadaan barang di internal Bapenda Kota Bekasi.

Iklan layanan masyarakat Tolak Gratifikasi dan Pungli Bapenda Kota Bekasi.

Banyak pihak menilai bahwa transparansi tidak seharusnya hanya berlaku di loket pelayanan, tetapi juga harus diterapkan secara ketat dalam penggunaan uang rakyat untuk belanja pegawai dan aset.

​Bagaimana Dampak Proyek PC Bapenda Terhadap Postur APBD?

​Berdasarkan penelusuran data realisasi di laman Inaproc, Bapenda Kota Bekasi mengeksekusi paket pengadaan PC (Kode: 01KY1A4YHKD437X4XH5QG768TJ) dengan total nilai Rp868.630.500 untuk 30 unit komputer. Jika dirinci, instansi pemungut pajak ini menghabiskan Rp28.954.350 untuk setiap unit PC. Angka ini jelas bertolak belakang dengan instruksi Wali Kota Bekasi yang menuntut rasionalisasi anggaran daerah.

Harga Rp28,9 juta per unit tergolong sangat tinggi dan tidak rasional. Di pasaran dan E-Katalog, harga wajar untuk spesifikasi PC All-in-One Core i7 bersertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) umumnya hanya berkisar antara Rp16 juta hingga Rp22 juta. Ada selisih jutaan rupiah per unit yang berpotensi merugikan keuangan Pemkot Bekasi.

​Siapa Vendor ‘Samastha’ di Balik Pengadaan Bapenda Kota Bekasi?

​Kejanggalan semakin menganga ketika menelusuri rekam jejak penyedia barang yang ditunjuk. Proyek senilai hampir satu miliar rupiah ini diserahkan kepada entitas bernama Samastha.

​Dari data yang dihimpun, Samastha bukanlah perusahaan yang berfokus pada teknologi informasi, melainkan vendor yang rekam jejak masa lalunya lebih banyak bersinggungan dengan bisnis katering dan pakaian.

Keputusan Bapenda Kota Bekasi menunjuk vendor tanpa kualifikasi spesifik di bidang IT untuk proyek bernilai besar ini jelas menampar jargon “Profesional Mengabdi” yang sedang mereka kampanyekan.

Masyarakat kini menanti bukti nyata dari hotline pengaduan Bapenda, apakah instansi ini berani mengaudit kejanggalan di rumahnya sendiri.

​Di tengah ketatnya ruang fiskal daerah, setiap rupiah dari pajak warga seharusnya dikelola dengan prinsip kehati-hatian.

Publik kini mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap proses e-purchasing Bapenda agar slogan anti-korupsi tidak hanya berujung menjadi pemanis di layar kaca.

​Jangan lewatkan perkembangan terbaru dan hasil investigasi mendalam seputar kebijakan publik di wilayah Anda.

Bagikan artikel ini untuk mengawal transparansi, dan pastikan Anda ikuti Saluran WhatsApp RakyatBekasi [Follow WhatsApp Channel RakyatBekasi] agar selalu update dengan berita terpercaya!


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cegah Seks Bebas dan Pernikahan Dini, DPPKB dan GenRe Kota Bekasi Edukasi Pelajar SMAN 3
Sempat Disentil Wali Kota Bekasi, JPO Stasiun Dikebut!
Tingkat Kebakaran Melonjak 24%, Wali Kota Bekasi Minta Warga dan Pelaku Usaha Rutin Cek Instalasi Listrik!
Pemkot Bekasi Siapkan Perpanjangan Kontrak PPPK Paruh Waktu, Catatan Dasar Ini Jadi Penentu
Gerakan Anak Punk Bekasi dan MUI Pusat Bahas Bahaya Propaganda LGBTQ
Pembebasan Lahan Dikebut, Fly Over Bulak Kapal Mulai Dibangun September
Buntut Kasus Pungli Dishub Kota Bekasi, BKPSDM Ultimatum Semua OPD
Terbukti Lakukan Pungli, Sanksi Lima Petugas Dishub di Tangan Wali Kota Bekasi
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 13:41 WIB

Cegah Seks Bebas dan Pernikahan Dini, DPPKB dan GenRe Kota Bekasi Edukasi Pelajar SMAN 3

Rabu, 19 Agustus 2026 - 13:09 WIB

Ironi Bapenda Kota Bekasi: Kampanye Anti Pungli vs Skandal PC Rp28,9 Juta

Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:55 WIB

Sempat Disentil Wali Kota Bekasi, JPO Stasiun Dikebut!

Rabu, 19 Agustus 2026 - 10:22 WIB

Tingkat Kebakaran Melonjak 24%, Wali Kota Bekasi Minta Warga dan Pelaku Usaha Rutin Cek Instalasi Listrik!

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:35 WIB

Gerakan Anak Punk Bekasi dan MUI Pusat Bahas Bahaya Propaganda LGBTQ

Berita Terbaru

Ketua Fraksi Gerindra Demokrat DPRD Kota Bekasi, Misbahudin, S.E.

Parlementaria

Porsi Ojol 92 Persen, Ketua Fraksi Gerindra Kota Bekasi Buka Suara

Rabu, 19 Agu 2026 - 12:43 WIB

Kondisi terkini proyek pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di area Stasiun Bekasi, Jalan Ir. H. Juanda, Kota Bekasi. Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi mendesak pihak ketiga untuk mengebut pengerjaan agar rampung pada akhir September 2026 guna mengurai kemacetan lalu lintas.

Bekasi

Sempat Disentil Wali Kota Bekasi, JPO Stasiun Dikebut!

Rabu, 19 Agu 2026 - 11:55 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x