- Kasus kebakaran di Kota Bekasi melonjak hingga 223 kejadian (naik 24,6%) dari Januari hingga awal Agustus 2026.
- Korsleting listrik dari instalasi bangunan tua mendominasi penyebab utama dengan total 121 kasus.
- Kebakaran besar terbaru menghanguskan pabrik ATK di Kaliabang, Kecamatan Bekasi Utara pada Senin (17/08/2026).
- Wali Kota Bekasi menginstruksikan seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk segera mengecek instalasi kelistrikan.
Kasus kebakaran di Kota Bekasi mengalami lonjakan signifikan di tengah fenomena cuaca panas ekstrem dari gejala El Nino.
Menanggapi situasi darurat ini, Pemkot Bekasi menginstruksikan seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk segera mengecek instalasi kelistrikan secara berkala.
Langkah mitigasi ini mendesak dilakukan guna menekan risiko kerugian materiil hingga ancaman nyawa akibat si jago merah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Instruksi Tegas Wali Kota Bekasi Hadapi Ancaman Kebakaran
Cuaca terik turut memperparah potensi amukan api di wilayah permukiman padat penduduk.
”Terkait hal ini, terutama saat menghadapi situasi di akhir pekan, di mana rumah maupun kawasan perusahaan sering kali dalam keadaan kosong. Oleh karena itu, kami menghimbau agar masyarakat dan pemilik usaha minimal menjaga keselamatannya masing-masing dengan memperkuat penerapan K3,” kata Wali Kota Bekasi Tri Adhianto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Rabu (19/08/2026).
Mengapa Bangunan Tua di Kota Bekasi Rawan Terbakar?
Bangunan tua sangat rawan terbakar karena kabel instalasi listrik yang sudah berumur dan usang kerap memicu korsleting mematikan.
Mayoritas kawasan permukiman di wilayah ini telah berdiri sejak puluhan tahun silam, yang sayangnya sering kali tidak diiringi dengan peremajaan kelistrikan standar.
”Selain itu, saat ini usia bangunan rumah di Kota Bekasi rata-rata sudah cukup tua, karena perkembangan Kota sejak tahun 1980-an. Sehingga, kondisi usia kabel instalasi listrik pun semestinya menjadi perhatian warga,” tegasnya.
Lingkungan yang padat serta embusan angin kencang juga mempercepat perambatan api antar-bangunan.
”Sehingga membuat tingkat kerawanan kebakaran menjadi cukup tinggi. Kewaspadaan masyarakat perlu kembali ditingkatkan dan kepada para perusahaan ataupun pelaku usaha ditingkatkan lagi untuk antisipasi kebakaran, saya kira itu,” tuturnya.
Berapa Jumlah Kasus Kebakaran di Kota Bekasi Tahun 2026?
Sepanjang Januari hingga awal Agustus 2026, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bekasi mencatat setidaknya terdapat 223 insiden kebakaran.
Angka ini didominasi oleh masalah korsleting yang kurang mendapat perhatian warga.
”Dengan rata rata dari kejadian tersebut, pemicu kebakaran dari adanya konsleting listrik. Masih menjadi faktor utama dari pelaporan yang masuk yakni mencapai 121 kejadian,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Pemadaman Disdamkarmat Kota Bekasi, Muhammad Reward Aprial kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Kamis (06/08/2026) lalu.
Jumlah tersebut menunjukkan tren yang mengkhawatirkan jika dibandingkan tahun sebelumnya.
”Lantaran angka kebakaran pada tahun lalu, tercatat sebanyak 179 kejadian kebakaran, dan sisanya pada tahun 2026 ini ada kejadian pembakaran sampah yang tercatat pada lahan kosong sebanyak 37 kejadian,” ujarnya memaparkan lonjakan sebesar 24,6 persen.
Apa Dampak Kelalaian Instalasi Listrik dan Cuaca Panas?
Kelalaian dalam merawat instalasi kelistrikan terbukti memicu kerugian luar biasa, seperti ludesnya sebuah pabrik alat tulis kantor (ATK) di wilayah Kaliabang, Kecamatan Bekasi Utara, pada Senin (17/08/2026) sore.
Sedikitnya 10 unit mobil pemadam kebakaran harus dikerahkan ke lokasi untuk menjinakkan api, di mana hingga kini penyebab spesifik dari insiden tersebut masih dalam penyelidikan.
”Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak menggunakan instalasi listrik yang sudah tidak layak, tidak menumpuk colokan listrik secara berlebihan, serta memastikan peralatan elektronik dimatikan apabila tidak digunakan dalam waktu lama,” tutur Reward mengingatkan langkah pencegahan mendasar.
Pemkot Bekasi memastikan armada pemadam kini bersiaga penuh menghadapi puncak kemarau.
”Kami terus meningkatkan kesiapsiagaan personel maupun sarana pendukung. Harapannya, masyarakat juga dapat berperan aktif dalam upaya pencegahan sehingga angka kejadian kebakaran di Kota Bekasi dapat ditekan,” pungkasnya.
Pastikan instalasi kelistrikan di rumah dan tempat usaha Anda dalam kondisi prima. Bagikan artikel ini untuk meningkatkan kewaspadaan keluarga dan tetangga sekitar!
Silakan tinggalkan komentar Anda di bawah dan ikuti Saluran WhatsApp RakyatBekasi [di sini] agar selalu update dengan berita krusial terkini.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















