- Pembangunan JPO Stasiun Bekasi di Jalan Ir. H. Juanda telah mencapai progres lebih dari 80 persen.
- Proyek fasilitas publik ini dikerjakan tanpa membebani APBD Pemkot Bekasi, melainkan melalui investasi pihak ketiga.
- Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi menargetkan penyelesaian konstruksi selambatnya akhir September 2026.
- Keterlambatan pengerjaan sebelumnya sempat dikritik tajam oleh Wali Kota Bekasi karena memicu kemacetan lalu lintas.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi mendesak pihak ketiga untuk mempercepat penyelesaian konstruksi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di area Stasiun Bekasi, Jalan Ir. H. Juanda.
Proyek fasilitas publik non-APBD ini ditargetkan segera rampung pada akhir September 2026 mendatang.
Langkah tegas tersebut diambil menyusul lambannya progres di lapangan yang sebelumnya sempat memantik kritik tajam dari Wali Kota Bekasi akibat penumpukan kendaraan di kawasan tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Progres Pembangunan JPO Stasiun Bekasi Tembus 80 Persen
Saat ini, pengerjaan konstruksi fisik jembatan penyeberangan di jantung Kota Bekasi tersebut sudah memasuki tahap penyelesaian akhir atau finishing.
”Betul, udah mulai tahap penyelesaian. Pembangunan JPO ini tanpa menggunakan Dana APBD, karena menggandeng pihak ketiga. Kami terus memonitor perkembangannya dan saat ini bentuk fisiknya sudah terlihat jelas,” kata Kepala DBMSDA Kota Bekasi Idi Sutanto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangannya, Rabu (19/08/2026).
Mengapa Pemkot Bekasi Memberikan Hak Videotron Komersial?
Pemkot Bekasi memberikan kompensasi berupa pemasangan papan iklan digital atau videotron kepada pihak ketiga yang terintegrasi langsung dengan desain arsitektur jembatan. Hal ini merupakan imbal balik investasi atas pembangunan fasilitas pejalan kaki tersebut.
”Dengan sebagai bentuk kompensasi atas investasinya, membangun fasilitas JPO, pihak ketiga kami berikan hak pemasangan videotron komersial, sebagai marketing digital,” ujarnya.
Kapan Target JPO Stasiun Bekasi Bisa Digunakan Masyarakat?
DBMSDA Kota Bekasi secara intensif menekan pihak pengembang agar seluruh konstruksi fisik dan fasilitas penunjang dapat dioperasikan secara maksimal oleh masyarakat sebelum berganti bulan.
”Kami terus mendorong pihak pengembang agar dapat selesai pada Akhir September. Meskipun jika melihat kondisi di lapangan masih terdapat sejumlah pekerjaan penyelesaian detail yang harus diselesaikan. Namun, progres fisiknya diperkirakan sudah melampaui 80 persen lebih dan tinggal tahap penyesuaian fasilitas pelengkap seperti tangga,” katanya.
Sentilan Keras Wali Kota Bekasi Terkait Kemacetan Jalan Ir. H. Juanda
Sebelumnya, lambatnya progres pengerjaan fasilitas publik ini tak luput dari pantauan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto.
Orang nomor satu di Pemkot Bekasi tersebut menilai keterlambatan penyelesaian proyek justru memperparah kondisi lalu lintas di sekitar stasiun.
”Permasalahan lain seperti jembatan penyeberangan di area stasiun juga tak kunjung usai. Bila fasilitas dasarnya tak diselesaikan, kekacauan akan terus berlanjut,” ucap Tri Adhianto pada awal Agustus lalu.
Menurutnya, keberadaan infrastruktur penyeberangan sangat krusial bagi ribuan pengguna moda transportasi massal KRL Commuter Line yang berlalu-lalang setiap hari untuk mobilisasi dari dan menuju stasiun.
”Agar orang-orang tidak lagi menyeberang sembarangan, ataupun terjadi kemacetan, serta kesemrawutan akibat kendaraan yang parkir sembarangan,” sambungnya.
Kehadiran jembatan penyeberangan ini diharapkan mampu mengurai benang kusut kemacetan di pusat kota sekaligus memberikan jaminan keselamatan bagi para pejalan kaki.
Dapatkan informasi terbaru dan berita eksklusif lainnya dengan bergabung di Saluran WhatsApp RakyatBekasi agar Anda selalu update seputar dinamika dan kebijakan Pemkot Bekasi.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















