Poin Utama:
- Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, memperingatkan warga untuk tidak menumpuk jadwal kepulangan pada akhir pekan (Sabtu-Minggu) demi menghindari horor kemacetan parah.
- Pemkot Bekasi mendesak warga memastikan tiket transportasi umum sudah di tangan sejak awal, bukan mencari secara mendadak saat puncak arus balik Lebaran 1447 H.
- Kelaikan operasional kendaraan dan stamina pengemudi menjadi sorotan tajam guna menekan tingginya angka kecelakaan lalu lintas pasca-Lebaran.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, melontarkan peringatan tajam kepada warganya agar lebih cerdas mengatur jadwal kepulangan arus balik Lebaran 1447 Hijriah demi menghindari jebakan kemacetan horor menuju wilayah Bekasi.
Pemkot Bekasi menegaskan bahwa kelalaian dan keegoisan dalam mengatur waktu hanya akan mengorbankan kelancaran serta keselamatan warga sendiri di jalanan raya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kapan Puncak Arus Balik Lebaran 1447 H Menuju Kota Bekasi?
Puncak kepadatan arus balik diprediksi kuat akan mengubah jalanan menjadi arena macet total pada akhir pekan, yakni hari Sabtu dan Minggu.
Oleh sebab itu, Pemerintah menuntut warga untuk memiliki manajemen waktu yang logis dan menghindari perjalanan di ujung masa libur panjang.
”Kalau untuk arus balik, tentu Pemerintah tetap bersiaga dan harapannya tentu pergunakan waktu secara cerdas, sehingga tidak menumpuk pada hari-hari terakhir,” kata Tri Adhianto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com saat open house di kediamannya di bilangan Perumahan Kemang, Sabtu (21/03/2026).
Apa Persiapan Wajib Pemudik Sebelum Kembali ke Bekasi?
Persiapan mutlak bagi pemudik adalah mengamankan tiket kepulangan jauh-jauh hari dan memastikan kelaikan fisik kendaraan pribadi tanpa kompromi.
Mengandalkan keberuntungan mencari tiket angkutan umum di menit-menit terakhir dinilai sebagai sebuah langkah yang sangat ceroboh dan tidak terencana.
”Bila perlu mereka (para pemudik) sejak awal sudah mempersiapkan diri. Pastikan bahwa mereka memang tiketnya available dan pastikan juga kendaraan ini dalam kondisi yang sehat,” sambungnya.
Berdasarkan imbauan tegas tersebut, warga wajib memperhatikan poin-poin krusial berikut ini sebelum roda kendaraan berputar:
- Membeli tiket angkutan umum yang resmi dan terpercaya sejak masih berada di kampung halaman.
- Memeriksa total fungsi vital seperti pengereman, mesin, dan kelistrikan bagi pengguna kendaraan pribadi roda dua maupun roda empat.
- Menghindari jam-jam sibuk atau konvoi keberangkatan massal yang berisiko memperparah volume kendaraan.
Bagaimana Cara Menghindari Kecelakaan Fatal Saat Arus Balik?
Kunci utama menghindari insiden maut di jalan tol maupun jalur arteri adalah dengan tidak sembarangan memilih armada angkutan umum yang bobrok serta memastikan sopir dalam kondisi prima. Kelalaian dan sikap abai dalam mengecek rekam jejak keselamatan angkutan sering kali berujung pada tragedi di jalan raya.
”Beberapa tentu terjadinya eksiden, itu juga salah satunya adalah faktor daripada pengemudinya. Yang kedua adalah faktor daripada kendaraannya. Saya kira hati-hati betul, terkait dengan kendaraan yang digunakan,” tuturnya.
Sikap apatis terhadap manajemen waktu perjalanan hanya akan merugikan diri sendiri dan menyengsarakan pengguna jalan lainnya.
Pemkot Bekasi berharap imbauan keras ini tidak sekadar dianggap angin lalu demi kelancaran mobilitas bersama.
Punya pengalaman horor terjebak macet saat arus balik ke Bekasi? Bagikan kisah Anda di kolom komentar, untuk informasi terkini hanya di RakyatBekasi.Com!
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



















