Mobilitas Warga Terganggu, DBMSDA Desak Apjatel Percepat Pekerjaan Galian Kabel Fiber Optik di Bekasi

- Jurnalis

Kamis, 26 Juni 2025 - 15:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu pekerjaan Galian Fiber Optik di Jalan Bintara Raya, Kecamatan Bekasi Barat. Dengan perencanaan DBMSDA Kota Bekasi akan melakukan pengawasan terhadap Penyelenggara Galian Kabel Fiber Optik.

Salah satu pekerjaan Galian Fiber Optik di Jalan Bintara Raya, Kecamatan Bekasi Barat. Dengan perencanaan DBMSDA Kota Bekasi akan melakukan pengawasan terhadap Penyelenggara Galian Kabel Fiber Optik.

Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi mendesak Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) untuk mempercepat proses pekerjaan galian kabel fiber optik bawah tanah yang tengah berlangsung di berbagai titik jalan utama.

Desakan ini muncul sebagai respons atas keresahan warga terkait gangguan lalu lintas akibat pekerjaan konstruksi tersebut.

Kepala Bidang Pemanfaatan Ruang Jalan dan Taman DBMSDA, Toni Purwanto, menyampaikan bahwa permintaan percepatan ini merupakan mandat langsung dari Wali Kota Bekasi, agar seluruh proyek infrastruktur yang berada di jalan umum tidak mengganggu mobilitas masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami sudah minta Apjatel agar mempercepat proses pengerjaan fiber optik dan meminimalkan dampaknya terhadap lalu lintas jalan raya,” ujar Toni saat dihubungi RakyatBekasi.com, Kamis (26/06/2025).

Alih Kabel Bawah Tanah untuk Kurangi Kabel Semrawut

Menurut Toni, proyek ini merupakan langkah strategis pemerintah dalam mewujudkan kota bebas kabel udara dan meningkatkan estetika lingkungan. Kabel fiber optik bawah tanah dinilai lebih aman dan tidak merusak pemandangan kota.

“Kalau dibiarkan, kabel-kabel semrawut akan terus mencemari estetika kota. Tapi saat kita percepat pemindahan ke bawah tanah, muncul masalah baru: kemacetan di jalan raya,” jelasnya.

Penjadwalan Ulang untuk Kurangi Dampak Lalu Lintas

DBMSDA juga mendorong pihak pelaksana proyek untuk lebih fleksibel dalam mengatur waktu pengerjaan. Toni menyarankan pekerjaan pada waktu siang yang rawan macet agar dialihkan ke malam hari.

“Kami minta tim lapangan terus pantau kondisi di lapangan. Kalau siang terlalu padat, pengerjaan bisa dialihkan ke malam demi kenyamanan pengguna jalan,” tambahnya.

Tantangan Pengawasan dan Koordinasi Multistakeholder

Toni mengakui bahwa koordinasi dalam proyek ini cukup kompleks, sebab terdapat lebih dari 20 provider telekomunikasi yang berpartisipasi dalam pemasangan fiber optik, dengan Apjatel sebagai koordinator utama.

“Kami punya keterbatasan dalam mengawasi seluruh titik proyek. Selain jumlahnya banyak, pelaksana juga bervariasi,” jelasnya.

Meski DBMSDA telah memberikan imbauan secara tegas, masih ada beberapa pelaksana proyek yang tidak disiplin terhadap aturan teknis maupun waktu pengerjaan.

Prosedur Perizinan dan Kepatuhan Standar K3

Sebelum proyek dilaksanakan, kata Toni, setiap penyelenggara wajib mengajukan izin galian dan menyampaikan pemaparan rencana teknis secara menyeluruh.

Proses ini melibatkan koordinasi lintas dinas dan pemangku wilayah seperti Dinas Perhubungan, Polsek, Camat, dan Lurah setempat.

“Mereka wajib lakukan sosialisasi ke warga sebelum mulai kerja. Kami juga tekankan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) harus dipenuhi selama pengerjaan berlangsung,” tegas Toni.

Ia menambahkan, DBMSDA hanya akan memberikan rekomendasi teknis jika pemaparan rencana telah sesuai standar.

“Mulai dari teknis pekerjaan, waktu pelaksanaan, hingga mitigasi dampak. Kalau semuanya terpenuhi, baru kita keluarkan rekomendasi,” pungkasnya.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sering Makan Korban, Pemkot Bekasi Bongkar Paksa Tanggul Ilegal GGC
Buntut Skandal Medis Puskesmas, Wali Kota Bekasi Siapkan Langkah Tegas Hingga Evaluasi Kadinkes
Proyek Pirolisis Bekasi Kekurangan Lahan, Pemkot Tunggu APBD 2027
Gegara Ini Pembebasan Lahan Flyover Bulak Kapal Molor ke Agustus
Aparat Ramah Prostitusi! Panti Pijat Plus-plus Be Glow dan Relax’t Bebas Beroperasi
Tekan Angka Pengangguran di Kota Bekasi, Disnaker Siapkan Program Magang 2027
Diserbu 7 Ribu Pencaker, Disnaker Kota Bekasi Wacanakan Job Fair Lanjutan di Akhir Tahun
Jelang Pensiunnya Sekda Junaedi, Wali Kota Bekasi Segera Bentuk Tim Pansel
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 14:34 WIB

Sering Makan Korban, Pemkot Bekasi Bongkar Paksa Tanggul Ilegal GGC

Kamis, 9 Juli 2026 - 12:32 WIB

Buntut Skandal Medis Puskesmas, Wali Kota Bekasi Siapkan Langkah Tegas Hingga Evaluasi Kadinkes

Kamis, 9 Juli 2026 - 12:04 WIB

Proyek Pirolisis Bekasi Kekurangan Lahan, Pemkot Tunggu APBD 2027

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:32 WIB

Gegara Ini Pembebasan Lahan Flyover Bulak Kapal Molor ke Agustus

Rabu, 8 Juli 2026 - 15:07 WIB

Aparat Ramah Prostitusi! Panti Pijat Plus-plus Be Glow dan Relax’t Bebas Beroperasi

Berita Terbaru

Ilustrasi. (Nano Banana Pro2)

Ekstra

Hati-Hati Syahwat Bikin ‘Manusia Kehilangan Surga’!

Kamis, 9 Jul 2026 - 11:03 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x