Oknum DPRD Kabupaten Bekasi Diduga Aniaya Warga di Cikarang

- Jurnalis

Jumat, 28 November 2025 - 09:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fendy (41) menunjukkan luka-luka yang didapatnya usai diduga menjadi korban pengeroyokan oleh oknum anggota DPRD Kabupaten Bekasi di Cikarang, Rabu (29/10/2025).

Fendy (41) menunjukkan luka-luka yang didapatnya usai diduga menjadi korban pengeroyokan oleh oknum anggota DPRD Kabupaten Bekasi di Cikarang, Rabu (29/10/2025).

Poin Utama:

  • Terlapor: Oknum anggota DPRD Kabupaten Bekasi berinisial N (Kader PDI Perjuangan).
  • Lokasi Kejadian: Sebuah kafe di kawasan Cikarang, Kabupaten Bekasi.
  • Dampak: Korban F mengalami kerusakan retina mata kiri dan luka bocor di kepala.
  • Status Laporan: Dilaporkan ke Polda Metro Jaya (dilimpahkan ke Polres Metro Bekasi) dan Majelis Kode Etik DPP PDIP.

​Seorang oknum anggota DPRD Kabupaten Bekasi berinisial N dilaporkan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan dan kepolisian atas dugaan tindak pidana pengeroyokan terhadap warga berinisial F di Cikarang.

Laporan ini dilayangkan oleh kuasa hukum korban, Lusita Toha, ke Kantor DPP PDIP di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, pada Kamis (27/11/2025).

​Apa Dasar Pelaporan ke DPP PDI Perjuangan?

​Lusita Toha menegaskan bahwa kedatangannya ke markas partai banteng tersebut bertujuan untuk melaporkan dugaan pelanggaran kode etik berat yang dilakukan oleh kader partai yang kini menjabat sebagai wakil rakyat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menyerahkan surat pengaduan resmi kepada Majelis Kode Etik PDI Perjuangan agar partai dapat mengambil tindakan tegas.

Kuasa hukum korban, Lusita Toha, memperlihatkan tanda terima laporan dugaan pelanggaran etik oleh oknum anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Kamis (27/11/2025).

​”Anggota Dewan punya kode etik. Ini kami laporkan agar partai melihat dan memberi contoh kepada masyarakat bahwa seorang anggota DPRD tidak boleh melakukan tindakan tidak senonoh seperti penganiayaan dan pengeroyokan,” ujar Lusita di Jakarta.

​Bagaimana Kronologi Dugaan Penganiayaan Tersebut?

​Insiden bermula ketika korban F sedang duduk sendirian di sebuah restoran di Cikarang, pada Rabu (29/10/2025) malam.

Tidak lama berselang, rombongan N berjumlah sekitar 14 orang tiba dan menempati meja panjang dengan sistem block booking.

​Situasi memanas akibat kontak mata antara korban dan rombongan tersebut. Salah satu sopir dari rombongan N mendatangi meja F, yang kemudian disusul dengan aksi kekerasan tanpa pemicu percakapan yang jelas. Menurut Lusita, N diduga terlibat aktif dalam pemukulan tersebut.

​”Yang namanya anggota DPRD langsung melakukan pukulan ke bagian mata, kepala, hingga perut klien saya. Mata dipukul pakai tangan, kepala dipukul pakai botol, dan ada pula cakaran serta tendangan,” jelas Lusita. Ia menegaskan bahwa kejadian ini murni pengeroyokan karena korban dalam posisi seorang diri.

​Seberapa Parah Luka yang Diderita Korban?

​Akibat tindakan brutal tersebut, F menderita luka serius yang telah dikuatkan dengan hasil visum. Lusita merinci bahwa kliennya mengalami kerusakan pada organ vital penglihatan serta luka terbuka di bagian kepala.

  • Mata Kiri: Mengalami gangguan retina akibat pukulan tangan kosong.
  • Kepala: Luka bocor akibat hantaman botol.
  • Tubuh Lain: Terdapat banyak bekas cakaran dan memar.

​Bagaimana Perkembangan Proses Hukum di Kepolisian?

​Sehari pascakejadian, pihak korban langsung membuat Laporan Polisi (LP) di Polda Metro Jaya dan menjalani visum. Saat ini, penanganan kasus pidana tersebut telah dilimpahkan ke wilayah hukum tempat kejadian perkara (TKP).

​”Besok paginya kami langsung buat LP di Polda Metro Jaya. Setelah itu, Polda melimpahkan penanganannya ke Polres Metro Bekasi,” tambah Lusita. Pihaknya berharap proses hukum berjalan tuntas dan transparan, seiring dengan proses etik di internal partai.

Visited 221 times, 1 visit(s) today


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Semester I Belum Usai, Realisasi PAD Kota Bekasi Hampir Tembus 40 Persen dari Target
Peluang Emas! PBPI Kota Bekasi Buka Sertifikasi Wasit Padel
Akses PSEL Bantargebang Dikebut, Pemkot Bekasi Siapkan Rp24 Miliar
Bansos Tunai Rp5,4 Juta: Pemkot Bekasi Siap, Tunggu Aturan!
Piala Dunia 2026: Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Jagokan Portugal demi CR7
Kontrak BOT Betos Habis: Pemkot Bekasi Didesak Ambil Alih Aset!
Praktik Suap Pendidikan Bekasi Dikuliti Habis Majelis SEPAGETI
Proyek Pirolisis Bantargebang, Gunungan Sampah Bakal Disulap Jadi BBM
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 21:11 WIB

Semester I Belum Usai, Realisasi PAD Kota Bekasi Hampir Tembus 40 Persen dari Target

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:38 WIB

Akses PSEL Bantargebang Dikebut, Pemkot Bekasi Siapkan Rp24 Miliar

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:02 WIB

Bansos Tunai Rp5,4 Juta: Pemkot Bekasi Siap, Tunggu Aturan!

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:35 WIB

Piala Dunia 2026: Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Jagokan Portugal demi CR7

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:36 WIB

Kontrak BOT Betos Habis: Pemkot Bekasi Didesak Ambil Alih Aset!

Berita Terbaru

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menerima audiensi jajaran GoTo di Kantor Kementerian Sosial, Jumat (12/06/2026). (Dok. Kemensos)

Nasional

Cegah Bansos Salah Sasaran, Kemensos Gunakan Teknologi GoTo

Sabtu, 13 Jun 2026 - 13:50 WIB

Truk tangki distribusi BBM milik Pertamina (PT Trans Migasindo) bersiap melakukan bongkar muat pasokan bahan bakar di salah satu area SPBU pada malam hari, guna memastikan ketersediaan stok Pertalite tetap aman dan terdistribusi maksimal bagi masyarakat pengguna jalan.

Nasional

Stok Pertalite Pertamina Aman, Warga Bekasi Jangan Panik!

Sabtu, 13 Jun 2026 - 04:33 WIB

Ilustrasi Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sanjaya (tengah), saat memberikan keterangan terkait kasus dugaan korupsi program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Jakarta, belum lama ini. Sony kini resmi mengajukan diri sebagai Justice Collaborator (JC) dan berani mengungkap 26 nama elite politik yang diduga terlibat.

Nasional

Siapa Berani Bantah “Nyanyian MBG” Sony Sanjaya?

Jumat, 12 Jun 2026 - 20:25 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x