Poin Utama:
- Kepala Satpol PP Kota Bekasi, Nesan Sudjana, mengayuh sepeda onthel tua dari perbatasan Kranggan, Kecamatan Jatiasih menuju Kantor Pemkot Bekasi pada Jumat (10/04/2026).
- Aksi ini dilakukan demi memenuhi panggilan mendadak Wali Kota Bekasi Tri Adhianto terkait persiapan kunjungan Wamendagri Bima Arya ke Bumi Patriot.
- Langkah ‘ngonthel’ ini menjadi sindiran halus sekaligus teladan bagi pejabat eselon Pemkot Bekasi untuk mengurangi ketergantungan pada kendaraan dinas berbahan bakar fosil di tengah krisis energi.
Kring…, kring…, begitulah suara bel sepeda onthel Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bekasi, Nesan Sudjana, mencuri perhatian publik setelah kedapatan mengayuh sepeda onthel tua dari kediamannya di perbatasan Kranggan, Kecamatan Jatiasih menuju Kantor Pemkot Bekasi di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Jumat (10/04/2026).
Aksi bermandi peluh di pagi hari ini bukan sekadar rutinitas olahraga, melainkan bentuk kepatuhan mutlak terhadap panggilan Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemanggilan tersebut berkaitan erat dengan persiapan kunjungan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya yang dijadwalkan mengevaluasi penerapan Work From Home (WFH) dan efisiensi Bahan Bakar Minyak (BBM) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Mengapa Kasatpol PP Kota Bekasi Memilih Naik Sepeda Onthel ke Kantor?
Pemilihan sepeda onthel rakitan era 70-an oleh Nesan Sudjana merupakan manifestasi langsung dari instruksi Pemerintah Pusat dan Wali Kota Bekasi terkait penghematan energi.
Di tengah ancaman kelangkaan BBM imbas konflik Timur Tengah, Mantan Kepala Kesbangpol ini tak segan tampil dengan seragam Pakaian Dinas Lapangan (PDL) lengkap di atas sadel sepeda tuanya.
”Saya berangkat dari rumah di perbatasan Kranggan, memenuhi panggilan pimpinan untuk kesiapan kedatangan Wamendagri Bima Arya ke Kantor Pemkot Bekasi,” kata Nesan Sudjana kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di pelataran Kantor Pemkot Bekasi, Jumat (10/04/2026).
Apa Pesan Tersirat di Balik Aksi Ngonthel untuk Pejabat Pemkot Bekasi?
Langkah nekat membelah jalanan Kota Patriot ini sekaligus menjadi tamparan keras bagi para pejabat yang masih manja dengan fasilitas kendaraan mewah berbahan bakar fosil.
Nesan menegaskan bahwa loyalitas kepada pimpinan harus diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan sekadar retorika kepatuhan di atas kertas belaka.
”Yang namanya sebuah instruksi, apalagi ini untuk kebersamaan sebagai bentuk loyalitas kita kepada pimpinan wajar untuk diikuti. Apalagi ini perintah dari pusat mengingat kelangkaan BBM atau apapun,” tegas Nesan.
Bagaimana Rencana Satpol PP Kota Bekasi Mendukung Efisiensi Energi?
Tidak sekadar mencari sensasi sehari, Satpol PP Kota Bekasi merencanakan sosialisasi masif kepada para Pejabat Utama (PJU) Pemkot Bekasi untuk segera turun kasta dari zona nyaman dan beralih ke kendaraan non-BBM. Berikut adalah beberapa fokus utamanya:
- Menerapkan prinsip kerja efisien tanpa pemborosan energi operasional.
- Mempromosikan gaya hidup sehat (Mens Sana in Corpore Sano) di lingkungan birokrasi.
- Mendorong adopsi motor atau sepeda listrik sebagai alternatif realistis bagi ASN yang domisilinya cukup jauh dari pusat pemerintahan.
”Menggunakan sepeda ke kantor juga menyehatkan kita. Warga masyarakat harus lebih paham untuk tidak melakukan pemborosan, bekerjalah secara efisien, efektif,” pungkas Nesan.
Aksi membumi dari pimpinan penegak Perda ini diharapkan memicu efek domino bagi ribuan ASN di lingkungan Pemkot Bekasi untuk segera sadar akan krisis energi global dan mulai memarkirkan kendaraan pribadinya.
Apakah menurut Anda aksi gowes onthel ini akan konsisten ditiru oleh kepala dinas lainnya di Kota Bekasi?
Sampaikan opini cerdas Anda di kolom komentar, dan ikuti terus laporan tajam seputar dinamika birokrasi hanya di RakyatBekasi.Com, Beyond Your Local News!
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




















