Pemkot Bekasi Kebut Administrasi Pembebasan 3,9 Hektar Lahan MRT East-West, Target Selesai Akhir 2025

- Jurnalis

Senin, 21 Juli 2025 - 12:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi MRT.

Ilustrasi MRT.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) mempercepat proses administrasi pembebasan lahan untuk Proyek Strategis Nasional (PSN) MRT Jakarta koridor Timur-Barat (East-West). Pembebasan lahan seluas 3,9 hektare di wilayah Kota Bekasi ini ditargetkan rampung pada akhir tahun 2025.

Langkah ini diambil menyusul pengumuman dari PT MRT Jakarta bahwa pembangunan fase 1 tahap 1 yang menghubungkan Tomang (Jakarta Barat) hingga Medan Satria (Kota Bekasi) akan segera dimulai. Jalur sepanjang 24,5 kilometer ini dirancang untuk menjadi tulang punggung transportasi yang menyambungkan tiga provinsi: Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten.

Fokus Utama: Penyelesaian Kendala Administrasi

Kepala Disperkimtan Kota Bekasi, Widayat Subroto Hardi, menyatakan bahwa pihaknya tengah berkoordinasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menyelesaikan sejumlah kendala administrasi yang sebelumnya sempat tertunda.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ada beberapa kendala administrasi yang belum terpenuhi. Sehingga tahun ini kita penuhi, mudah-mudahan di akhir tahun kita bisa selesai dan memulai fisik pembebasan lahannya,” ucap Widayat saat ditemui di Plaza Pemkot Bekasi, Senin (21/07/2025).

Ia menegaskan bahwa luasan lahan yang dibutuhkan sebesar 3,9 hektare sudah bersifat final dan tidak akan ada perubahan.

Peran Pemerintah Kota dan Proses Sosialisasi

Widayat menjelaskan, peran Pemkot Bekasi dalam proyek raksasa ini difokuskan pada kelancaran proses pembebasan lahan. Sementara itu, aspek teknis pembangunan secara keseluruhan menjadi kewenangan pemerintah pusat.

“Secara teknis semua ada di pusat. Kita hanya ditugaskan membantu pusat untuk pembebasan lahannya saja,” jelasnya.

“Kami juga telah melakukan sosialisasi sebanyak dua kali kepada masyarakat yang lahannya terdampak untuk memastikan proses berjalan transparan.” tambahnya.

Koordinasi lintas lembaga, termasuk dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Bekasi dan Provinsi Jawa Barat, terus dilakukan karena jalur MRT ini melintasi batas wilayah administrasi.

Mekanisme Ganti Rugi dan Antisipasi Kendala

Setelah seluruh persyaratan administrasi rampung, tahapan selanjutnya adalah penilaian nilai ganti rugi lahan. Proses ini akan dilakukan oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) untuk memastikan nilai yang diterima masyarakat bersifat adil dan sesuai aturan.

Pemerintah Kota Bekasi juga telah menyiapkan langkah antisipasi jika terjadi penolakan dari warga. “Jika ada kendala di lapangan, kami akan segera berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk mencari solusi terbaik yang bersifat win-win solution,” tambah Widayat.

Target Jangka Panjang Pembangunan

Widayat memaparkan bahwa paket pekerjaan terkait pembebasan lahan ini memiliki target hingga akhir tahun 2025. Sementara itu, target pembangunan fisik koridor MRT East-West secara keseluruhan diproyeksikan akan berlangsung hingga tahun 2031.

“Proses saat ini masih berjalan, dan waktunya sebetulnya masih cukup. Namun, yang perlu didahulukan adalah kelengkapan administrasi. Tugas kami memastikan hal itu berjalan lancar dengan dukungan masyarakat,” pungkasnya.

Pembangunan MRT East-West merupakan langkah besar bagi kemajuan konektivitas di Jabodetabek. Ikuti terus informasi resmi dari pemerintah terkait progres proyek strategis ini untuk mengetahui perkembangannya.

Visited 321 times, 1 visit(s) today

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

6.000 LGBT di Kota Bekasi: MUI Desak Pemkot Bertindak Tegas
PSEL Sumurbatu Masuk Tahap Realisasi, Ground Breaking Dijadwalkan 8 Juli 2026
Tegas! Pemkot Bekasi Larang ASN Ngonten di Jam Kerja Pakai Atribut Dinas
Ancaman Kemarau Ekstrem, Pemkot Bekasi Petakan Titik Kritis Rawan Kekeringan
Gaji PPPK Diambil Alih Pusat, APBD Kota Bekasi Bernapas Lega
Aplikasi Pendekar Bhagasasi Resmi Rilis, Permudah Pelanggan Cek Pemakaian Air
Calon Kepala Puskesmas di Kota Bekasi Wajib Miliki STR dan Sertifikasi Izin Praktik
Wacana CFD Alun-Alun Hasibuan Mandek, Dishub Belum Beri Restu
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:30 WIB

6.000 LGBT di Kota Bekasi: MUI Desak Pemkot Bertindak Tegas

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:08 WIB

PSEL Sumurbatu Masuk Tahap Realisasi, Ground Breaking Dijadwalkan 8 Juli 2026

Selasa, 9 Juni 2026 - 11:24 WIB

Ancaman Kemarau Ekstrem, Pemkot Bekasi Petakan Titik Kritis Rawan Kekeringan

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:10 WIB

Gaji PPPK Diambil Alih Pusat, APBD Kota Bekasi Bernapas Lega

Senin, 8 Juni 2026 - 22:32 WIB

Aplikasi Pendekar Bhagasasi Resmi Rilis, Permudah Pelanggan Cek Pemakaian Air

Berita Terbaru

Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, bersama Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi, dan jajaran pejabat terkait memamerkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) berpredikat WTP usai prosesi penyerahan di Kantor BPK RI Perwakilan Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung, Selasa (09/06/2026).

Parlementaria

Pemkot Bekasi Sabet WTP BPK Jabar, Bukti APBD Makin Sehat!

Selasa, 9 Jun 2026 - 16:42 WIB

Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal kepada wartawan usai dilantik Prabowo di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (08/06/2026). (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Nasional

Masuk Istana, Said Iqbal Jamin Hak Demo Buruh Tak Dikebiri

Selasa, 9 Jun 2026 - 14:00 WIB

error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x