Presiden Direktur PT. ABB Diduga Gelapkan Uang, Pembangunan Revitalisasi Pasar Kranji Baru Kembali Mangkrak

- Jurnalis

Senin, 28 November 2022 - 14:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BEKASI BARAT – Memasuki penghujung Tahun Anggaran 2022, Proyek Revitalisasi Pembangunan Pasar Kranji Baru yang berada di Jalan Patriot Kelurahan Kranji Kecamatan Bekasi Barat Kota Bekasi, mangkrak lagi. Pasalnya, pekerjaan Revitalisasi kembali terhenti sejak awal bulan November 2022 lalu. Meski mangkrak, PT. Annisa Bintang Blitar (ABB) selaku pemenang tender revitalisasi pasar tersebut pada tahun 2020 lalu, telah menarik uang dari ribuan pedagang pembeli kios, los dan ruko mencapai 25 miliar terhitung sejak April 2020 hingga awal November 2022. Saat dikonfirmasi Direktur Operasional PT. ABB Wilson Pardede mengatakan, terkait penghentian pembangunan yang mana sudah dilakukan pengurukan tanah dan pemasangan tiang pancang. “Tapi sejak awal November ini pekerjaannya di Pasar Kranji Baru berhenti. Ya meskipun PT ABB sudah menarik uang ke pedagang mencapai 25 Miliar,” kata Pardede sapaan akrabnya saat dihubungi rakyatBekasi, Senin (28/11). Pemberhentian pekerjaan Revitalisasi itu dilakukan oleh direksi yang bertugas melaksanakan pekerjaan kontruksi dan non kontruksi. Karena dirinya mencoba mempertanyakan uang puluhan miliar yang telah ditarik dari para pedagang. Namun, pembayaran vendor seperti tanah dan tiang pancang masih jauh dari nilai kontrak yang ditetapkan. “Saya menduga dana puluhan miliar digunakan untuk keperluan pribadi. Artinya bukan digunakan untuk keperluan pembangunan pasar. Akibat sikap tersebut, Presiden Direktur PT ABB yakni Iwan Hartono memecat saya sebagai Dir Ops,” ucapnya. [irp posts=”537″ ] “Karena saya mempertanyakan, maka saya dipecat. Ditambah lagi saya mengimbau kepada para pedagang agar menghentikan pembayaran, mengingat progres pembangunan dengan uang yang telah dipungut sangat tidak sebanding,” tambahnya. Pardede juga menghimbau agar para pedagang tidak melanjutkan pembayaran. Hal itu bertujuan menyelamatkan uang pedagang. Kemudian, sebelum pembayaran pedagang dilanjutkan, dirinya meminta kepada Presdir agar mempertanggungjawabkan uang puluhan miliar yang telah ditarik. Selain soal pembiayaan vendor yang masih jauh dari nilai kontrak, kewajiban uang kompensasi ke pemerintah kota Bekasi pun belum dilakukan. “Untuk vendor tanah dari kontrak Rp.3 miliar baru dibayarkan sebesar Rp570 juta, sedang untuk tiang pancang dari kontrak Rp7,4 miliar baru dibayarkan Rp300 juta. Sementara untuk kompensasi ke Pemkot dari sebesar Rp8,1 miliar sampai bulan September 2022 baru dibayarkan sebesar Rp525 juta,” jelasnya. Pardede menyikapi persoalan tersebut, dalam waktu dekat dirinya bakal membentuk tim untuk melaporkan dugaan penggelapan uang para pedagang yang diduga kuat dilakukan Presdir Iwan Hartono ke Polda Metro Jaya (PMJ). Selain itu, dirinya juga meminta kepada pemerintah Kota Bekasi agar mengambil alih atau memutus kontrak kerjasama dengan PT. ABB. Karena jika tidak, dipastikan revitalisasi bakal gagal terlaksana seperti yang diharapkan semua pihak. Saat ini pihaknya sedang mengerjakan tiang pancang, karena pakerjaan urugan sudah selesai tapi karena dananya sudah diambil Presdir PT ABB Iwan Hartono sebesar Rp25 Miliar. “Saya akan segera melapor ke inspektorat supaya dilakukan audit ivestigasi kemana uang pedagang. Saya rasa ya pemerintah harus tegas terhadap PT ABB, saya mohon Pemkot untuk sementara menghentikan segala kegiatan yang dilakukan PT ABB untuk meminimalisir kerugian para pedagang,” terangnya. Perlu diketahui, sebelum dirinya diangkat menjadi Dirops, belum ada pergerakan apapun dari pihak pengembang revitalisasi. Baru setelah dirinya diangkat, baik soal perizinan seperti IMB, AMDAL dan IPAL dapat di selesaikan pengajuan ijinnya ke Pemkot Bekasi. “Dalam waktu dekat ini saya akan laporkan ke Inspektorat. Karena bukti dan catatan lengkap di saya,” tukasnya. Terpisah, Sekretaris Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin), Rommy Payan mengatakan, Revitalisasi Pasar Kranji Baru dalam proses sedang ditelaah oleh Plt Kadisdagperin. “Saya nunggu hasil telaah dari Plt.Kadisdagperin dulu ya,” singkatnya. (mar)

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penataan Pasar Baru Bekasi: Wali Kota Tri Adhianto Kaji Eskalator dan Awning Rooftop demi Kenyamanan
Perpustakaan Modern Bekasi Dirombak, Target Beroperasi 2027
753 RW di Kota Bekasi Belum Cairkan Dana Hibah Rp100 Juta
Realisasi Lingkar RW Beken Melonjak, 267 RW Sudah Nikmati Dana Rp100 Juta
Pemkot Bekasi Prioritaskan Pembangunan Pos Damkar Bekasi Timur pada 2027
Kemarau Landa Kota Bekasi, Perumda Tirta Patriot Jamin Air Tak Mati Total
Wali Kota Bekasi Resmi Ambil Alih Aset Perumda Tirta Bhagasasi, Layanan Air Bersih Siap Ditingkatkan
Debit Kali Bekasi Susut, Wali Kota Tri Adhianto Imbau Warga Hemat Air
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:28 WIB

Penataan Pasar Baru Bekasi: Wali Kota Tri Adhianto Kaji Eskalator dan Awning Rooftop demi Kenyamanan

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:07 WIB

Perpustakaan Modern Bekasi Dirombak, Target Beroperasi 2027

Selasa, 21 Juli 2026 - 13:14 WIB

753 RW di Kota Bekasi Belum Cairkan Dana Hibah Rp100 Juta

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:19 WIB

Realisasi Lingkar RW Beken Melonjak, 267 RW Sudah Nikmati Dana Rp100 Juta

Senin, 20 Juli 2026 - 15:37 WIB

Kemarau Landa Kota Bekasi, Perumda Tirta Patriot Jamin Air Tak Mati Total

Berita Terbaru

ARSITEK NEGARA: Suasana hiruk-pikuk aktivitas masyarakat dan lalu lintas di sekitar Jalan R.P. Soeroso, kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Jalan protokol bersejarah ini diabadikan untuk menghormati Pahlawan Nasional Raden Panji Soeroso, Wakil Ketua BPUPKI sekaligus Gubernur Jawa Tengah pertama yang meletakkan fondasi tangguh birokrasi pada masa awal kemerdekaan Republik Indonesia. (Foto: Ilustrasi/RakyatBekasi.com)

Ekstra

Sejarah Jalan R.P. Soeroso: Sang Arsitek Kemerdekaan RI

Selasa, 21 Jul 2026 - 16:54 WIB

Sejumlah pekerja tengah menyelesaikan tahap konstruksi fisik proyek Gedung Perpustakaan Modern Kota Bekasi di Eks Gedung Dinas Kesehatan, Jalan Jenderal Sudirman, Selasa (21/07/2026). Bangunan ini tengah melalui tahap re-desain agar lebih modern dan inklusif.

Bekasi

Perpustakaan Modern Bekasi Dirombak, Target Beroperasi 2027

Selasa, 21 Jul 2026 - 14:07 WIB

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bekasi, Yudianto, saat memberikan keterangan terkait lonjakan realisasi pencairan dana hibah Program Lingkar RW Beken yang kini telah dinikmati oleh 267 RW di Kota Bekasi, Selasa (21/07/2026).

Bekasi

753 RW di Kota Bekasi Belum Cairkan Dana Hibah Rp100 Juta

Selasa, 21 Jul 2026 - 13:14 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x