Poin Utama:
- Lokasi Kegiatan: Masjid Al A’raaf, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi.
- Waktu Pelaksanaan: Minggu, 1 Maret 2026.
- Target Proyek Sampah: Pabrik Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) ditargetkan beroperasi penuh pada awal tahun 2028 untuk mengatasi penumpukan sampah.
- Layanan Kesehatan: Warga dapat mengakses bantuan darurat ambulans secara langsung dan gratis melalui kanal media sosial resmi Wali Kota Bekasi.
BEKASI — Momentum bulan suci Ramadan tak hanya dimanfaatkan untuk meningkatkan ibadah, tetapi juga untuk mempererat silaturahmi dan menyerap aspirasi warga. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, melaksanakan kegiatan Tarawih Keliling (Tarling) di Masjid Al A’raaf, Kecamatan Mustikajaya, pada Minggu (01/03/2026) malam.
Dalam kunjungannya, Wali Kota tak sekadar menyapa jamaah. Ia membawa pesan penting dan solusi konkret terkait tiga isu utama di Kota Bekasi: kebersihan lingkungan, penanganan sampah terpadu, hingga peningkatan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat luas.
Tarawih Keliling di Mustikajaya: Apresiasi Kebersihan Masjid Al A’raaf
Kehadiran Wali Kota Bekasi di Kecamatan Mustikajaya disambut antusias oleh warga. Pada kesempatan tersebut, Tri Adhianto secara khusus menyanjung kebersihan dan penataan Masjid Al A’raaf yang dinilainya sangat rapi dan asri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dan jamaah yang telah konsisten menjaga kenyamanan rumah ibadah.
“Masjid ini tertata dengan rapi dan bersih. Ini mencerminkan kesadaran bersama bahwa rumah ibadah harus dijaga dengan penuh tanggung jawab. Saya sangat mengapresiasi pengurus dan seluruh jamaah di sini,” ujar Tri Adhianto dalam sambutannya.
Wali Kota juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bekasi untuk memulai perubahan besar dari hal yang paling mendasar, yakni kebersihan.
Ia menargetkan seluruh sekolah negeri di Kota Bekasi untuk mendeklarasikan diri sebagai sekolah yang bersih dan bebas sampah.
“Kita mulai dari kebersihan. Sekolah negeri tidak ada yang kotor, mari kita deklarasikan bersama. Kesadaran itu harus selalu dimulai dari diri sendiri,” tegasnya.
Target 2028: Pabrik Pengolahan Sampah Jadi Solusi Konkret
Tidak hanya mengajak masyarakat untuk menjadi role model kebersihan, Wali Kota Bekasi juga memaparkan langkah strategis pemerintah dalam mengatasi masalah klasik perkotaan, yaitu penumpukan sampah.
Tri Adhianto mengungkapkan bahwa pada Senin (2/3/2026), Pemkot Bekasi melakukan penandatanganan kerja sama pembangunan pembangkit tenaga listrik berbasis pengolahan sampah (PLTSa). Langkah ini menjadi jawaban konkret atas persoalan tumpukan sampah di tempat pembuangan akhir.
Untuk mengurai masalah secara bertahap, Pemkot Bekasi juga telah menjalin kerja sama dengan pihak pabrik pengolahan sampah yang sudah ada guna meminimalisir deposit sampah.
“Sampah yang menumpuk menjadi perhatian serius kami. Secara perlahan, sungai-sungai kita, dari Kali Asem sampai sepanjang jalan tol, tidak akan lagi menghitam dan berbau menyengat. Targetnya, pada awal tahun 2028, satu pabrik pengolahan sampah sudah beroperasi penuh untuk menjawab persoalan kita semua,” jelas Wali Kota dengan optimis.
Layanan Ambulans Darurat Mudah via Media Sosial
Beralih ke sektor kesehatan, Tri Adhianto membagikan pengalaman pribadinya yang menginspirasi lahirnya layanan kesehatan yang lebih pro-rakyat.
Saat masih menjabat sebagai Kepala Dinas, ia merasa miris melihat pasien RSUD yang harus membayar biaya mahal, hingga Rp2,5 juta, hanya untuk dirujuk menggunakan ambulans ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.
“Sebagai Kepala Dinas saja saat itu saya merasa pilu, apalagi warga biasa. Karena itu, sejak menjadi Wakil Wali Kota hingga sekarang, kami terus membenahi pelayanan tersebut agar masyarakat tidak lagi terbebani biaya,” ungkapnya.
Kini, warga Kota Bekasi yang membutuhkan fasilitas ambulans dalam kondisi darurat tidak perlu lagi bingung.
Wali Kota mengimbau masyarakat untuk langsung memanfaatkan kanal media sosial resmi miliknya sebagai jalur cepat koordinasi bantuan ambulans.
Mengakhiri kegiatan Tarawih Keliling tersebut, Tri Adhianto berharap semangat Ramadan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif warga dalam menjaga kebersihan, kesehatan, dan mendukung program pemerintah.
“Perubahan tidak bisa hanya datang dari pemerintah. Kita harus memupuk kesadaran dari diri sendiri dan berani menjadi contoh dalam tindakan nyata,” tutupnya.
Butuh Bantuan Darurat Medis di Kota Bekasi? Jangan panik! Anda dapat menghubungi layanan kesehatan terdekat atau langsung menyampaikan pesan melalui Direct Message (DM) di akun media sosial resmi Wali Kota Bekasi untuk permintaan fasilitas ambulans darurat.
Mari bagikan informasi penting ini kepada tetangga dan keluarga Anda agar manfaatnya semakin luas dirasakan!
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



















