Gawat! 700 Pegawai Pemkot Bekasi Mangkir Apel Pagi, Wali Kota Tri Adhianto Beri Teguran Keras

- Jurnalis

Senin, 2 Maret 2026 - 13:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mendapati ratusan pegawainya mangkir dalam pelaksanaan apel pagi pada pekan pertama bulan Maret 2026.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mendapati ratusan pegawainya mangkir dalam pelaksanaan apel pagi pada pekan pertama bulan Maret 2026.

Poin Utama:

  • Waktu Kejadian: Apel pagi pekan pertama bulan Maret, Senin (02/03/2026).
  • Lokasi: Lapangan Plaza Pemerintah Kota Bekasi.
  • Angka Ketidakhadiran: 700 pegawai mangkir (lebih dari 600 orang tanpa keterangan yang jelas).
  • Fakta Anggaran: Hampir 47 persen Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bekasi dialokasikan untuk membiayai SDM atau pegawai.

BEKASI — Tingkat kedisiplinan aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi tengah menjadi sorotan tajam. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mendapati ratusan pegawainya mangkir dalam pelaksanaan apel pagi pada pekan pertama bulan Maret 2026.

​Tindakan indisipliner ini memicu teguran keras dari pimpinan daerah, mengingat anggaran daerah yang tersedot untuk membiayai sumber daya manusia (SDM) di Kota Bekasi terbilang sangat besar.

​Wali Kota Bekasi Soroti Ratusan Pegawai Tanpa Keterangan

​Rasa kecewa disampaikan langsung oleh Tri Adhianto saat memimpin apel pagi di lingkungan Pemkot Bekasi pada Senin (02/03/2026). Ia mengungkapkan data absensi yang sangat mengejutkan di awal bulan ini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Menurut catatannya, terdapat sekitar 700 pegawai Pemkot Bekasi yang tidak hadir dalam kewajiban apel pagi tersebut. Mirisnya, mayoritas dari mereka bolos tanpa alasan yang sah.

​”Karena catatan hari ini luar biasa, sampai 700 orang pegawai yang tidak hadir, dan yang tanpa keterangannya saja mencapai 600 lebih,” ujar Tri Adhianto dengan nada tegas di hadapan peserta apel.

​Tiga Kepala Dinas Eselon II Ikut Absen

​Bukan hanya staf di tingkat bawah, Wali Kota Bekasi juga menyoroti tingkat kehadiran para pejabat struktural eselon II yang dinilainya belum bisa menjadi teladan. Ketidakhadiran pejabat tinggi ini dianggap sebagai preseden buruk bagi kedisiplinan birokrasi.

​Tri menyebutkan, setidaknya ada tiga pejabat setingkat Kepala Dinas yang tidak menampakkan batang hidungnya dalam apel pagi tersebut.

​Ketiga pimpinan instansi itu adalah Kepala Dinas Pendidikan (Disdik), Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan), serta Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Diskopukm).

​”Eselon 2-nya kayaknya banyak nih yang tidak hadir, ada tiga orang. Coba nanti dilihat terkait dengan daftar kehadirannya. Pemimpin itu harus menjadi contoh buat kita bersama,” jelas Tri.

​Direksi BUMD PDAM dan Migas Turut Kena Sentil

​Selain jajaran kepala dinas, absennya deretan direksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) juga tak luput dari pantauan. Pimpinan PDAM Tirta Patriot dan BUMD Migas diketahui tidak hadir dalam agenda rutin tersebut.

​”Ini pimpinan BUMD juga tidak lengkap, PDAM dan Migas tidak hadir. Kepala Bagian Ekonomi tolong lakukan evaluasi. Mereka juga punya kewajiban untuk hadir agar terus bisa berkomunikasi dengan pemerintah daerah,” tegasnya menginstruksikan jajaran di bawahnya.

​Anggaran SDM Telan 47 Persen APBD, Kinerja Harus Naik Kelas

​Kekecewaan Wali Kota Bekasi sangat beralasan. Ia memaparkan fakta bahwa postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bekasi saat ini sangat terbebani oleh belanja pegawai.

​Tercatat, hampir 47 persen APBD Kota Bekasi dihabiskan semata-mata untuk membayar gaji, tunjangan, dan operasional SDM aparatur daerah.

Angka yang fantastis ini, kata dia, seharusnya berbanding lurus dengan peningkatan kedisiplinan dan pelayanan publik.

​”Harusnya kita malu pada diri kita sendiri. Apa yang bisa kita perbuat, ya kita lakukan secara maksimal. Sementara itu, tuntutan masyarakat hari ini terus berkembang dan naik levelnya,” pungkas Tri Adhianto mengingatkan seluruh aparatur agar bekerja lebih optimal.

Mari Awasi Kinerja Pelayan Publik Kita!

Kedisiplinan aparatur pemerintah adalah kunci utama terciptanya pelayanan publik yang prima dan responsif.

Jika Anda menemukan layanan publik di instansi Kota Bekasi yang kurang optimal atau lamban, jangan ragu untuk menyampaikannya melalui layanan pengaduan resmi Pemkot Bekasi. Bagikan berita ini agar menjadi pengingat bagi seluruh pelayan masyarakat di Kota Bekasi!


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sok Jago Bekingi Distributor Obat Keras Tipe G di Jatisampurna, Oknum Wartawan Dilibas!
400 Bank Sampah Bekasi Mati Suri, Dana Rp 100 Juta per RW Sia-Sia?
Rp 100 Juta Kurang? Pemkot Bekasi Kaji Kenaikan Dana Hibah per RW Jadi Rp 150 Juta
Wali Kota Bekasi Jamin Dana Hibah Rp100 Juta per RW Tetap Cair Meski Audit BPK Belum Rampung
Layanan Jemput Bola 24 Jam! Gebrakan Pelayanan Publik Prima Camat Mustikajaya
Gali Potensi PAD, Bapenda Kota Bekasi Bidik Pajak Hiburan Arena Olahraga
Trauma Tragedi Cimuning: Warga Desak Wali Kota Bekasi Audit SPBE Mustikasari yang Diduga Tanpa SLF
Amankan 371 Ha Aset TKD, Pemkot Bekasi Tunggu Tanda Tangan KDM

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 14:55 WIB

Sok Jago Bekingi Distributor Obat Keras Tipe G di Jatisampurna, Oknum Wartawan Dilibas!

Jumat, 24 April 2026 - 13:04 WIB

400 Bank Sampah Bekasi Mati Suri, Dana Rp 100 Juta per RW Sia-Sia?

Jumat, 24 April 2026 - 11:32 WIB

Rp 100 Juta Kurang? Pemkot Bekasi Kaji Kenaikan Dana Hibah per RW Jadi Rp 150 Juta

Jumat, 24 April 2026 - 11:04 WIB

Wali Kota Bekasi Jamin Dana Hibah Rp100 Juta per RW Tetap Cair Meski Audit BPK Belum Rampung

Kamis, 23 April 2026 - 23:54 WIB

Layanan Jemput Bola 24 Jam! Gebrakan Pelayanan Publik Prima Camat Mustikajaya

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca