Poin Utama:
- Korban: Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.
- Lokasi & Waktu: Sekitar Kantor YLBHI, Jakarta, sesaat setelah pukul 23.00 WIB.
- Insiden: Serangan penyiraman air keras oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) yang menyebabkan luka serius di wajah, mata, dada, dan kedua tangan.
- Respons Pemerintah: Menko Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, akan segera melakukan koordinasi lintas lembaga untuk menindaklanjuti kasus tersebut.
Teror Aktivis KontraS: Andrie Yunus Jadi Korban Penyiraman Air Keras
Kasus kekerasan terhadap pejuang Hak Asasi Manusia (HAM) kembali mencoreng wajah demokrasi Indonesia. Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, menjadi korban teror penyiraman air keras oleh Orang Tidak Dikenal (OTK).
Insiden tragis ini mengakibatkan luka serius di sekujur tubuh korban, dan memicu desakan publik agar pemerintah segera turun tangan mengusut tuntas aktor intelektual di balik penyerangan tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kronologi Singkat Kejadian Usai Rekaman di YLBHI
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa penyiraman air keras tersebut terjadi pada malam hari, sesaat setelah Andrie Yunus menyelesaikan kegiatannya di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Jakarta.
Saat itu, Andrie baru saja rampung melakukan perekaman siniar (podcast) yang mengangkat tema krusial, yakni “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia”. Kegiatan diskusi tersebut diketahui selesai pada sekitar pukul 23.00 WIB.
Tidak berselang lama setelah keluar dari lokasi, OTK melancarkan serangan air keras secara tiba-tiba.
Serangan mematikan ini menyasar area vital, mengakibatkan luka bakar parah pada tangan kanan dan kiri, area dada, wajah, serta bagian mata korban. Saat ini, korban tengah mendapatkan penanganan medis intensif.
Respons Pemerintah: Menko Yusril Janji Segera Koordinasi
Merespons teror terhadap aktivis KontraS ini, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, angkat bicara. Ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Jumat (13/03/2026), Yusril mengaku belum menerima laporan lengkap mengenai detail insiden tersebut.
”Saya belum tahu, saya. Belum dapat kabar tentang hal itu,” ungkap Yusril kepada awak media.
Kendati demikian, Yusril memastikan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam. Ia menegaskan akan segera menjalin komunikasi dengan pihak kepolisian dan lembaga terkait untuk mengetahui duduk perkara dan memastikan proses hukum berjalan.
Langkah Cepat Diperlukan untuk Lindungi Kebebasan Berpendapat
”Ya, nanti saya koordinasikan. Saya belum tahu, nanti saya koordinasi dulu ya,” tambah Yusril.
Kasus Andrie Yunus menambah daftar panjang intimidasi dan kekerasan terhadap aktivis HAM di Tanah Air.
Publik kini menanti langkah nyata dari Kepolisian dan Kementerian Koordinator Bidang Hukum dan HAM untuk segera menangkap pelaku dan mengungkap motif di balik serangan pengecut ini. Pengusutan yang transparan sangat penting guna menjamin keamanan setiap warga negara dalam menyuarakan pendapat.
Bagaimana tanggapan Anda mengenai rentetan teror terhadap aktivis HAM di Indonesia? Jangan biarkan kasus ini tenggelam! Tinggalkan pendapat Anda di kolom komentar, dan bagikan artikel ini untuk terus mengawal proses hukumnya.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




















