Tingkatkan Kesadaran Perempuan untuk Peduli Kanker Payudara melalui No Bra Day

- Jurnalis

Kamis, 12 Oktober 2023 - 14:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kanker payudara menempati urutan pertama terkait jumlah kanker terbanyak di Indonesia. Kanker payudara juga menjadi salah satu penyumbang kematian pertama akibat kanker. Menurut data Globocan tahun 2020, jumlah kasus baru kanker payudara mencapai 68.858 kasus (16,6 persen) dari total 396.914 kasus baru kanker di Indonesia. Sementara itu, untuk jumlah kematiannya mencapai lebih dari 22 ribu jiwa kasus. Diketahui, 70 persen pasien terdeteksi sudah di tahap lanjut. “Jadi memang pada tahun 2020 WHO sudah memperkirakan ada hampir 10 juta kematian per tahun, itu 70 persen kematian disebabkan oleh kanker yang terjadi di negara berkembang termasuk di Indonesia,” kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes Eva Susanti, dikutip pada Siaran Sehat, Jakarta, Kamis (12/10/2023). Melihat adanya kasus kanker payudara di Indonesia yang tidak sedikit, adanya peringatan No Bra Day setiap tahunnya pada 13 Oktober mendatang, sebagai dorongon untuk kesadaran perempuan akan pentingnya kanker payudara. No Bra Daya atau Hari Tanpa Bra awalnya diperingati pada 9 Juli 2011, namun dalam waktu tiga tahun telah dipindahkan ke hari 13, Bulan Peduli Kanker Payudara Nasional, pada bulan Oktober. Pengguna media sosial didorong untuk menampilkan menggunakan hashtag #nobraday untuk meningkatkan kesadaran akan gejala kanker payudara dan mendorong kesetaraan gender. Beberapa perempuan menganggap Hari Tanpa Bra sebagai pernyataan politik, sementara yang lain lebih memilih kenyamanan dengan melepaskan apa yang mereka pandang sebagai pakaian yang membatasi dan tidak nyaman.

No Bra Day dan Kampanye Deteksi Dini Kanker Payudara

Peringatan ini telah menyebar ke seluruh dunia. No Bra Day diselenggarakan pertama kali pada 19 Oktober 2011, acara kedokteran tersebut diberi nama Hari Sadar Rekonstruksi Payudara. Hal ini diadaptasi oleh seorang individu anonim yang memahami Hari Tanpa Bra sebagai cara untuk mendorong perempuan agar menikmati aktivitas tanpa bra dan mendapatkan pengetahuan tentang gejala kanker payudara.

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hati-Hati Syahwat Bikin ‘Manusia Kehilangan Surga’!
Misteri Jalan Sisingamangaraja: Simbol Perlawanan 30 Tahun Raja Batak
Sejarah Jalan Sudirman: Guru Desa Jadi Panglima Gerilya
Sejarah Jalan MH Thamrin: Singa Parlemen Pembela Pribumi
Sejarah Jalan Kartini Bekasi: Pena Tajam Pelopor Emansipasi
Misteri Jalan Juanda: Teknokrat Genius Pemersatu Laut RI
Gebrakan 2027! Nirvana Resmi Bawakan OST Anime Yuri Kininatteru Hito
Negara Bukan Pedagang: 5 Tanda Kehancuran Sistem Pemerintahan
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 10:16 WIB

Misteri Jalan Sisingamangaraja: Simbol Perlawanan 30 Tahun Raja Batak

Rabu, 8 Juli 2026 - 01:11 WIB

Sejarah Jalan Sudirman: Guru Desa Jadi Panglima Gerilya

Selasa, 7 Juli 2026 - 06:44 WIB

Sejarah Jalan MH Thamrin: Singa Parlemen Pembela Pribumi

Senin, 6 Juli 2026 - 11:16 WIB

Sejarah Jalan Kartini Bekasi: Pena Tajam Pelopor Emansipasi

Minggu, 5 Juli 2026 - 12:18 WIB

Misteri Jalan Juanda: Teknokrat Genius Pemersatu Laut RI

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x