Tragedi Longsor TPST Bantargebang: 4 Tewas, DPRD Kota Bekasi Desak Setop PKS DKI Jakarta!

- Jurnalis

Minggu, 8 Maret 2026 - 21:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TPST Bantargebang Longsor Lagi, sebuah Truk Sampah Nyaris Terperosok ke Kali, Minggu (08/03/2026).

TPST Bantargebang Longsor Lagi, sebuah Truk Sampah Nyaris Terperosok ke Kali, Minggu (08/03/2026).

Poin Utama:

  • Korban (Angka): 4 korban jiwa tewas tertimbun (1 sopir asal Karawang dan 3 pedagang sekitar) akibat musibah longsor pada Minggu (08/03/2026) sore.
  • Target Waktu: Kontrak Perjanjian Kerja Sama (PKS) pembuangan sampah antara Pemkot Bekasi dan DKI Jakarta dijadwalkan berakhir pada 26 September 2026.
  • Anggaran: Jika PKS terpaksa dilanjutkan, DPRD menuntut kenaikan Dana Kemitraan (Bandek) menjadi lebih dari Rp500 miliar.
  • Lokasi: Fokus pemulihan ekologis di kawasan TPST Bantargebang dan kecamatan di Kota Bekasi yang dilintasi truk sampah DKI Jakarta.

​Musibah maut yang terjadi di kawasan pengolahan sampah kembali memicu reaksi keras dari parlemen daerah. Menyusul tragedi longsor TPST Bantargebang pada Minggu (08/03/2026) sore, Komisi 2 DPRD Kota Bekasi mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi untuk segera mengambil langkah tegas terkait nasib kerja sama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

​Seperti diketahui, insiden nahas tersebut telah menelan 4 korban jiwa. Berdasarkan laporan terkini, korban tewas meliputi satu orang sopir truk sampah milik DKI Jakarta asal Karawang, serta tiga warga sipil yang sehari-hari berdagang di sekitar lokasi TPST Bantargebang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Buntut Longsor Bantargebang, DPRD Desak Penghentian Kontrak

​Ketua Komisi 2 DPRD Kota Bekasi, Latu Har Hary, menyatakan bahwa melihat rentetan kondisi buruk di lapangan, pihaknya secara resmi mendesak agar Perjanjian Kerja Sama (PKS) TPST Bantargebang dihentikan oleh kedua belah pihak.

​Menurut Latu, momentum ini harus menjadi titik balik bagi Pemkot Bekasi untuk mengevaluasi total penerimaan sampah dari ibu kota.

Terlebih, masa berlaku PKS TPST Bantargebang memang dijadwalkan akan segera berakhir pada tahun ini, tepatnya pada 26 September 2026 mendatang.

​”Atas dasar insiden ini dan evaluasi jangka panjang, kontrak kerja sama tersebut sampai saat ini kami nilai tidak membawa kemaslahatan, baik bagi masyarakat terdampak di Bantargebang maupun bagi Pemkot Bekasi dalam hal tata kelola lingkungan,” tegas Latu kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangannya pada Minggu (08/03/2026) malam.

​Dana Kemitraan Dinilai Tidak Membawa Kemaslahatan

​Lebih jauh, politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menyoroti soal aliran dana kompensasi. Menurutnya, Bantuan Dana Kemitraan (Bandek) yang selama ini disalurkan oleh Pemprov DKI Jakarta kepada Pemkot Bekasi disinyalir tidak tepat sasaran dan belum mampu memulihkan kerusakan lingkungan.

@rakyatbekasi.com

Mencekam! Longsor TPST Bantargebang Telan 4 Korban Jiwa, DPRD Kota Bekasi Ancam Tutup Lokasi ​Musibah mematikan kembali melanda kawasan pengolahan sampah. Insiden longsor di TPST Bantargebang yang terjadi pada Minggu (08/03/2026) sore dilaporkan telah menelan korban jiwa. Tragedi… Baca selengkapnya: https://rakyatbekasi.com/mencekam-longsor-tpst-bantargebang-telan-4-korban-jiwa-dprd-kota-bekasi-ancam-tutup-lokasi/

♬ original sound – rakyatbekasi.com – rakyatbekasi.com

​Ia dengan tajam menyebutkan bahwa dana tersebut rawan menjadi incaran segelintir pihak yang hanya ingin mengambil keuntungan sepihak di atas penderitaan masyarakat sekitar.

​”Menyikapi hal itu, kedua pemerintah daerah harus fokus mengembalikan dan memulihkan dampak ekologis akibat pengolahan sampah di Bantargebang. Masyarakat setempat sudah sangat lelah hanya dijadikan korban dari pengelolaan sampah yang buruk,” imbuhnya.

​Opsi Kenaikan Dana Bandek di Atas Rp500 Miliar

​Meskipun mendesak penghentian kerja sama, DPRD Kota Bekasi menyadari dinamika birokrasi yang ada.

Jika PKS pembuangan sampah antara Pemprov DKI Jakarta dan Pemkot Bekasi pada akhirnya tidak bisa dihentikan karena satu dan lain hal, dewan telah menyiapkan rekomendasi alternatif.

​Latu menegaskan bahwa Pemkot Bekasi harus memiliki posisi tawar (bargaining power) yang jauh lebih kuat dan optimal.

Dana kompensasi yang dikeluarkan oleh DKI Jakarta harus dimaksimalkan penggunaannya agar tepat guna dan tepat sasaran.

​”Atau opsi lainnya, kita turut menuntut kenaikan anggaran dana Bandek menjadi lebih dari Rp500 miliar, atau bila perlu lebih dari angka tersebut. Tujuannya murni untuk memaksimalkan perbaikan pengelolaan sampah dan menjamin keberlangsungan hidup warga di sana,” imbaunya dengan tegas.

​Dampak Ekologis Meluas hingga Jalur Lintasan

​Tuntutan kenaikan anggaran ini dinilai sangat rasional dan sepadan dengan beban yang ditanggung warga Kota Bekasi.

Latu mengingatkan bahwa dampak kehadiran TPST Bantargebang secara ekologis sudah meluas dan merugikan banyak pihak.

​Kerugian tersebut tidak hanya dirasakan oleh warga di Kecamatan Bantargebang, tetapi juga merembet ke kecamatan-kecamatan lain di Kota Bekasi.

​”Dampak ekologis ini sangat luas. Mulai dari debu, bau, hingga kerusakan jalan, semua itu dirasakan oleh masyarakat di kecamatan-kecamatan lain yang wilayahnya menjadi jalur perlintasan truk pengangkut sampah milik Pemprov DKI Jakarta setiap harinya,” pungkas Latu Har Hary.

Bagaimana pendapat Anda tentang desakan penghentian kontrak sampah DKI Jakarta di Kota Bekasi? Sampaikan suara Anda di kolom komentar dan bagikan berita ini agar aspirasi warga didengar oleh para pemangku kebijakan!


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TPST Bantargebang Juara 2 Metana Dunia, DPRD Kota Bekasi Desak DKI Ambil Tindakan
Bahaya Air Lindi Truk Sampah DKI, DPRD Kota Bekasi Desak Bangun Shelter
FO Bulak Kapal Dibangun 2026, Ketua DPRD Kota Bekasi Apresiasi Banpres Prabowo Rp200 Miliar
Buntut Kecelakaan KA Bekasi Timur, DPRD Kebut Evaluasi Perlintasan Sebidang dan Proyek Flyover Bulak Kapal!
Refleksi Hardiknas 2026: DPRD Soroti Maraknya Kasus Asusila dan Bullying di Sekolah
Ironi Hardiknas 2026, Wakil Ketua Komisi 4 Masih Temui Siswa Kelas 3 SD di Bekasi Belum Bisa Calistung
Dana RW 2026: DPRD Larang Copy-Paste 2025, Wajib Fokus Bank Sampah!
Pasca Tragedi di Stasiun Bekasi Timur, Ketua DPRD Desak Percepatan Proyek DDT!
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 17:00 WIB

TPST Bantargebang Juara 2 Metana Dunia, DPRD Kota Bekasi Desak DKI Ambil Tindakan

Kamis, 7 Mei 2026 - 14:35 WIB

Bahaya Air Lindi Truk Sampah DKI, DPRD Kota Bekasi Desak Bangun Shelter

Senin, 4 Mei 2026 - 13:43 WIB

FO Bulak Kapal Dibangun 2026, Ketua DPRD Kota Bekasi Apresiasi Banpres Prabowo Rp200 Miliar

Minggu, 3 Mei 2026 - 23:10 WIB

Buntut Kecelakaan KA Bekasi Timur, DPRD Kebut Evaluasi Perlintasan Sebidang dan Proyek Flyover Bulak Kapal!

Sabtu, 2 Mei 2026 - 19:49 WIB

Refleksi Hardiknas 2026: DPRD Soroti Maraknya Kasus Asusila dan Bullying di Sekolah

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x