Wali Kota Bekasi Rekomendasikan Pemberian Sanksi atas Kelalaian Obat Kedaluwarsa di Puskesmas Rawa Tembaga

- Jurnalis

Senin, 17 Maret 2025 - 11:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto kunjungi pasien bayi berumur 8 bulan yang mengalami ruam kulit di RSUD CAM Kota Bekasi, Minggu (16/03/2025).

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto kunjungi pasien bayi berumur 8 bulan yang mengalami ruam kulit di RSUD CAM Kota Bekasi, Minggu (16/03/2025).

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menyatakan telah merekomendasikan pemberian sanksi terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas insiden pemberian obat Paracetamol kedaluwarsa di Puskesmas Rawa Tembaga.

Insiden ini dilaporkan menyebabkan dua korban bayi berusia 8 bulan dan 12 bulan mengalami ruam kulit dan gatal-gatal, sehingga harus mendapatkan perawatan di RSUD Chasbullah Abdul Madjid.

“Sudah disiapkan langkah-langkah terkait ini, termasuk rekomendasi yang berasal dari Dinas Kesehatan Kota Bekasi untuk diajukan kepada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). Tentunya ini akan dilihat dan disesuaikan dengan kode etik kesehatan,” ujar Tri Adhianto saat ditemui selepas Apel Pagi di Gedung Plaza Pemkot Bekasi, Senin (17/03/2025) pagi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tanggung Jawab Bersama

Wali Kota Bekasi menegaskan bahwa kelalaian seperti ini tidak bisa sepenuhnya dibebankan pada satu individu, dalam hal ini bidan yang mendistribusikan obat.

Menurutnya, pengawasan dan tanggung jawab harus dilakukan secara berjenjang oleh seluruh aparatur terkait, termasuk apoteker dan Kepala Puskesmas sebagai penanggung jawab utama.

“Kita tidak bisa hanya menyalahkan bidan, karena di atas bidan itu ada apoteker dan Kepala Puskesmas yang juga memiliki tanggung jawab untuk melakukan pengawasan. Semua pihak terkait, sesuai dengan tupoksi mereka, harus dievaluasi,” jelas Mas Tri sapaan akrabnya.

Ia menambahkan bahwa kejadian seperti ini harus menjadi pelajaran penting bagi seluruh fasilitas kesehatan di Kota Bekasi untuk meningkatkan kedisiplinan dan pengawasan dalam pendistribusian obat-obatan.

Menunggu Keputusan Resmi Dinkes Kota Bekasi

Mas Tri juga menyampaikan bahwa rekomendasi sanksi masih menunggu keputusan final dari Dinas Kesehatan Kota Bekasi.

Sanksi akan diberikan berdasarkan tingkat pelanggaran dan tanggung jawab masing-masing pihak yang terlibat dalam insiden tersebut.

“Ini masih dalam tahap kajian, kita lihat dulu skalanya seperti apa. Karena setiap pelanggaran akan ditentukan tingkatannya, dan langkah selanjutnya akan disesuaikan dengan hasil evaluasi,” tambahnya.

Peningkatan Sistem Pengawasan

Mas Tri juga memberikan arahan untuk segera memperbaiki sistem pengelolaan obat di seluruh fasilitas kesehatan, agar kasus serupa tidak terjadi di masa depan.

Ia menyarankan penggunaan sistem otomatis yang dapat memantau masa berlaku obat secara real-time, sehingga mengurangi risiko human error.

“Seharusnya ada penghapusan obat yang sudah kedaluwarsa. Gunakan sistem yang otomatis agar data mengenai obat tercatat dengan baik dan tidak lagi dilakukan secara manual,” katanya.

Permintaan Maaf dan Harapan untuk Pemulihan Korban

Sebagai bagian dari tanggung jawabnya, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyampaikan permintaan maaf secara resmi kepada keluarga korban atas insiden ini.

Ia juga berkomitmen untuk memastikan bahwa kedua bayi yang terdampak mendapatkan perawatan terbaik hingga sembuh total.

“Saya meminta maaf kepada masyarakat, khususnya kepada keluarga korban. Ini akan menjadi bahan evaluasi besar bagi kami untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di Kota Bekasi,” tutupnya.


Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bidik Potensi Aset Rp83 Triliun, Pemkot Bekasi dan BPN Integrasikan Data Pertanahan Guna Dongkrak PAD
PJJ Resmi Dicabut! Wali Kota Bekasi Wajibkan Seluruh Sekolah Tatap Muka Mulai Besok
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Angkat Bicara Soal Nasib 3.442 PPPK Penuh Waktu 2027
Junaedi Pensiun Oktober, Wali Kota Bekasi Jangan Sampai “Pilih Sekda dalam Karung”!
Penerbangan Batal Imbas Erupsi Anak Krakatau, Imigrasi Bekasi Bebaskan Denda Overstay 5 WNA
Dampak Erupsi Anak Krakatau: Pemkot Bekasi Siapkan Skenario WFH Darurat Bagi ASN
Pemkot Bekasi Kebut Perbaikan Jalan Mohammad Yamin, Drainase Dibongkar Sebelum Pengaspalan
Lama Menghilang dari Jalanan, Kapan Bus Trans Beken Beroperasi Lagi? Ini Jawaban Wali Kota Bekasi
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 18:59 WIB

Bidik Potensi Aset Rp83 Triliun, Pemkot Bekasi dan BPN Integrasikan Data Pertanahan Guna Dongkrak PAD

Rabu, 9 September 2026 - 14:16 WIB

PJJ Resmi Dicabut! Wali Kota Bekasi Wajibkan Seluruh Sekolah Tatap Muka Mulai Besok

Rabu, 9 September 2026 - 11:56 WIB

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Angkat Bicara Soal Nasib 3.442 PPPK Penuh Waktu 2027

Rabu, 9 September 2026 - 05:56 WIB

Junaedi Pensiun Oktober, Wali Kota Bekasi Jangan Sampai “Pilih Sekda dalam Karung”!

Selasa, 8 September 2026 - 17:03 WIB

Penerbangan Batal Imbas Erupsi Anak Krakatau, Imigrasi Bekasi Bebaskan Denda Overstay 5 WNA

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x