​Warga Gang Mawar Dukung Relokasi Bantaran Kali Bekasi

- Jurnalis

Selasa, 3 Februari 2026 - 13:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto saat meninjau kondisi banjir dan debit air di Gang Mawar, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Jumat (30/01/2026)

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto saat meninjau kondisi banjir dan debit air di Gang Mawar, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Jumat (30/01/2026)

Poin Utama:

  • Dukungan Warga: Mayoritas warga Gang Mawar RW 03, Margahayu, menyatakan kesediaan direlokasi demi pembangunan tanggul banjir yang optimal.
  • Batas Sempadan: Pengukuran Dinas BMSDA dan Distaru menunjukkan bangunan warga berada 13 hingga 19 meter dari bibir sungai.
  • Penyebab Banjir: Luapan Kali Bekasi dipicu debit kiriman dari hulu (Cileungsi-Cikeas) dengan tinggi muka air mencapai 500 cm di pertemuan sungai.
  • Target Realisasi: Pembangunan tanggul dan penataan kawasan diharapkan terlaksana pada tahun 2026.

​Sejumlah warga yang bermukim di Gang Mawar, RW 03, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, menyatakan kesiapan mereka untuk direlokasi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi.

Langkah ini didukung penuh oleh masyarakat setempat agar pemerintah dapat membangun tanggul penahan banjir yang optimal di sepanjang bantaran Kali Bekasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Bagaimana Respon Warga Terhadap Rencana Relokasi?

​Dukungan warga terhadap rencana penertiban ini dikonfirmasi langsung oleh pengurus lingkungan setempat.

Mereka menyadari bahwa area yang ditempati merupakan zona rawan bencana dan lahan milik negara yang diperlukan untuk mitigasi banjir jangka panjang.

​”Alhamdulillah warga sudah ditemui, responnya baik. Mereka menginginkan segera ada panggilan resmi. Kalau rumah atau tempat usaha yang ditempati harus dibongkar, tidak masalah karena bukan milik pribadi,” kata Ketua RW 03 Kelurahan Margahayu, Suwarjo, kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di lokasi, Senin (02/02/2026).

​Menurut Suwarjo, warga kini tengah menanti tindak lanjut administratif dari Pemkot Bekasi. Harapan besar digantungkan agar tahun 2026 ini proyek fisik tanggul dan penataan kawasan dapat segera terealisasi, mengingat rencana serupa sempat tertunda pada periode pemerintahan sebelumnya.

​Apa Langkah Teknis yang Dilakukan Pemkot Bekasi?

​Merespons lampu hijau dari warga, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) bersama Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Distaru) serta Lurah Margahayu bergerak cepat melakukan pengukuran lapangan pada Senin (02/02/2026). Langkah ini merupakan tindak lanjut langsung dari instruksi Wali Kota Bekasi usai kunjungan pekan lalu.

​Berdasarkan hasil pengukuran awal di lokasi:

  • ​Jarak terjauh bangunan warga mencapai 13 meter dari lahan asli.
  • ​Beberapa bangunan bahkan menjorok hingga 19 meter dari bibir Kali Bekasi.

​Suwarjo menambahkan, desain penataan kawasan sebenarnya sudah ada sejak lama dengan konsep waterfront city yang mencakup taman kali dan fasilitas publik, namun belum terlaksana.

​Mengapa Wilayah Margahayu Kerap Terendam Banjir?

​Kawasan Gang Mawar menjadi salah satu titik rawan karena letaknya yang berdekatan langsung dengan Daerah Aliran Sungai (DAS).

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menjelaskan bahwa banjir yang terjadi pada Kamis (29/01/2026) lalu dipicu oleh tingginya debit air kiriman dari wilayah hulu, yakni pertemuan Kali Cileungsi dan Kali Cikeas (P2C) di Bogor.

​“Kalau ketinggian air di titik pertemuan Kali Cileungsi dan Cikeas atau P2C sudah menyentuh 500, itu sudah pasti akan naik. Sementara top level yang pernah kita alami bisa mencapai 750 hingga 850,” kata Tri Adhianto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com saat meninjau lokasi banjir di Gang Mawar, Jumat (30/01/2026).

​Meski demikian, Tri mencatat bahwa dampak banjir awal tahun 2026 ini tidak separah tahun sebelumnya. Tinggi muka air tercatat berada di angka 500 cm dan berangsur surut dengan cepat, berbeda dengan tahun lalu yang menyentuh level ekstrem 850 cm.

​Kapan Proses Penertiban Dimulai?

​Dalam diskusinya dengan warga, Tri Adhianto meminta kesadaran kolektif masyarakat, khususnya yang tinggal di bibir sungai, untuk kooperatif dalam proses penertiban.

Pemkot Bekasi telah menginstruksikan pengurus RW untuk segera melakukan pendataan final terhadap bangunan yang terdampak.

​”Kesadarannya tentu untuk para warga setempat mereka mau untuk dilakukan penertiban dan pembongkaran yang ada. Dan itu yang kini sedang kami pintakan kepada pengurus RW setempat agar segera dilakukan pendataan,” pungkas Tri.

​Dengan adanya kesepakatan antara warga dan pemerintah daerah, pembangunan tanggul permanen di Margahayu diharapkan menjadi solusi konkret pengentasan banjir di Bekasi Timur. Sinergi ini menjadi modal penting bagi Pemkot Bekasi dalam menata infrastruktur sumber daya air yang lebih baik.

Warga Bekasi, punya keluhan soal infrastruktur atau potensi banjir di lingkungan Anda?

Segera laporkan melalui layanan pengaduan Pemkot Bekasi atau hubungi Call Center 112 untuk penanganan darurat. Pantau terus perkembangan beritanya hanya di RakyatBekasi.Com.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tanpa VIP, Wali Kota Bekasi Rela Panas-panasan di Tenda Jemaah Haji Mina
Viral Spanduk Wali Kota Bekasi di Tenda Haji, Ketua Kloter 19 JKS Buka Suara
Awas Mandek! Plh Wali Kota Bekasi Wajibkan ASN Stand By saat Libur Idul Adha 1447 Hijriah
Parah! Lemah Pengawasan, Mobil Leluasa Masuk jogging track Alun-alun Bekasi
Darurat TPST Bantargebang: Juara 2 Dunia Metana, Pemkot Bekasi & DKI Disebut Cuma ‘Drama’ Proyek?
Bahaya! Berstatus Liar, Pemkot Bekasi Tutup Akses Perlintasan Kereta Grand Mall
Imbas Geliat Ekonomi, 29 Titik Kemacetan Baru Kepung Kota Bekasi
Wamenhaj Sidak Tenda Jemaah Haji, Spanduk Wali Kota Bekasi Dicopot Paksa!
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 23:03 WIB

Tanpa VIP, Wali Kota Bekasi Rela Panas-panasan di Tenda Jemaah Haji Mina

Senin, 25 Mei 2026 - 16:23 WIB

Viral Spanduk Wali Kota Bekasi di Tenda Haji, Ketua Kloter 19 JKS Buka Suara

Senin, 25 Mei 2026 - 12:55 WIB

Awas Mandek! Plh Wali Kota Bekasi Wajibkan ASN Stand By saat Libur Idul Adha 1447 Hijriah

Senin, 25 Mei 2026 - 11:10 WIB

Darurat TPST Bantargebang: Juara 2 Dunia Metana, Pemkot Bekasi & DKI Disebut Cuma ‘Drama’ Proyek?

Senin, 25 Mei 2026 - 10:00 WIB

Bahaya! Berstatus Liar, Pemkot Bekasi Tutup Akses Perlintasan Kereta Grand Mall

Berita Terbaru

Kepadatan kendaraan roda empat dan truk yang mengular saat melintasi perlintasan sebidang kereta api di Jalan Pahlawan, Kota Bekasi. Pemkot Bekasi kini tengah mengebut proses pembebasan lahan guna merealisasikan proyek Fly Over (FO) Bulak Kapal demi mengurai kemacetan kronis dan mencegah terjadinya kembali kecelakaan kereta api.

Parlementaria

DPRD Kota Bekasi Dorong Pemkot Jemput Bola Banpres FO Bulak Kapal

Senin, 25 Mei 2026 - 17:29 WIB

Nawal Husni, Anggota Komisi I DPRD Kota Bekasi, menyampaikan desakannya di Gedung DPRD Kota Bekasi agar Wali Kota Bekasi dan BKPSDM mengambil tindakan tegas terhadap tiga ASN yang diduga terlibat kasus narkoba di Kecamatan Bekasi Utara.

Parlementaria

Geger! 3 ASN Bekasi Utara Diduga Terjerat Narkoba, Pecat Saja!

Senin, 25 Mei 2026 - 14:55 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x