Sejumlah warga Kelurahan Jatikarya, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, dibuat kaget dengan munculnya akun Instagram milik sebuah usaha spa/massage yang menampilkan belasan terapis wanita dengan pakaian minim.
Promosi yang dianggap tidak sesuai dengan norma sosial dan budaya setempat ini memicu reaksi keras dari masyarakat.
Kemunculan akun Instagram tersebut langsung mendapat perhatian warga sekitar. Ajun, salah satu warga setempat, mengaku terkejut dengan cara promosi yang dilakukan oleh usaha spa tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Gimana nggak kaget, pakaian para terapis wanita di usaha spa tersebut hampir bertelanjang dada, bahkan ada yang melepaskan baju hingga terlihat bra-nya saja,” ujar Ajun seperti dikutip Suara Pena, Sabtu (31/05/2025).
Sementara itu, Herman (59), tokoh masyarakat Kalimanggis sekaligus anggota Nahdlatul Ulama (NU) di ranting Kelurahan Jatikarya, menilai bahwa promosi tersebut telah melanggar norma etika dan kearifan lokal warga setempat.
“Kita tidak melarang usaha apa pun, tapi tolong norma etika harus dijaga. Terlebih usaha tersebut disebarkan melalui media sosial, yang penggunanya berasal dari berbagai kalangan, termasuk anak remaja. Jangan sampai hal tak senonoh tersebar begitu saja dan dikonsumsi oleh masyarakat luas,” tegasnya.
Herman juga mengimbau para pelaku usaha spa dan massage di wilayah Kalimanggis dan sekitarnya untuk lebih memperhatikan norma sosial dalam menjalankan bisnis mereka.
“Pemerintah harus mengambil tindakan serius. Jangan hanya asal menerima izin usaha tanpa adanya sosialisasi terkait norma etika dalam menjalankan bisnis. Ini Nusantara, bukan negara luar,” ujarnya.
Ia juga mempertanyakan apakah usaha tersebut benar-benar bertujuan untuk terapi kesehatan atau hanya sekadar memenuhi kepuasan pribadi.
“Yang kita perhatikan adalah generasi anak muda. Jangan sampai mereka terus-menerus terpapar informasi seperti ini di media sosial,” pungkasnya.
Kontroversi terkait usaha spa dan massage bukanlah hal baru di Kota Bekasi. Sebelumnya, beberapa tempat pijat dan spa di wilayah ini juga mendapat sorotan karena diduga melanggar norma sosial dan bahkan terlibat dalam praktik perdagangan perempuan berkedok tempat pijat.
Fenomena ini menunjukkan perlunya perhatian serius dari pemerintah dalam mengawasi bisnis spa agar tetap sesuai dengan nilai-nilai kearifan lokal.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
Sumber Berita : Suara Pena







































